Tuesday, 14 October 2014

14 Oktober 2014 - Kemenagan dalam Tuhan



Efesus 6:13-18. Bila kita melihat tantangan & persoalan dalam dunia / kehidupan pribadi kita,seolah tantangan itu tidak dapat diatasi. Memang banyak tantangan diluar kemampuan kita, tetapi tidak pernah diluar kemampuan Tuhan. Tuhan telah memberi kita sumber daya rohani, kenali & pahami yang pertama & utama adalah kita harus memberi asupan gizi yang sehat untuk rohani kita yaitu dengan Firman  Tuhan... Pakai seluruh perlengkapan senjata Allah, bukan sebagian. Percayalah peperangan adalah milik Tuhan, tetapi keme-nangan adalah milik kita Amin!


Respon 1
Tidak ada peristiwa yang terjadi dalam hidup kita yang mengejutkan Tuhan. Dia sudah menyediakan jalan keluarnya (Mazmur 139:16) - Rev. John Hartman.

Respon 2
Amsal 3:5-6, Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Respon 3
SAAT TEDUH Selasa, 14 Oktober 2014 Satukan Perbedaan Tetapi, jikalau kamu me-mandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata bahwa kamu melakukan pelanggaran. (Yakobus 2:9) Persoalan diskriminasi ras masih menjadi isu penting di sejumlah negara bagian Amerika Serikat hingga awal 1950-an. Di Virginia misalnya, warga kulit putih dan kulit hitam dilarang duduk berdampingan. Jika mereka berada di tempat umum seperti kereta api atau bis kota, maka warga kulit hitam harus duduk di bagian belakang atau dalam gerbong khusus yang terpisah dari warga kulit putih. Peraturan ini juga berlaku di dunia pendidikan, di mana anak-anak kulit hitam tidak boleh berada dalam satu sekolah dengan anak-anak kulit putih. Sampai kemudian pemerintah Amerika Serikat melakukan terobosan dengan mengesahkan Undang-Undang Hak Sipil yang melarang praktik diskriminasi ras di kawasan publik dan tempat kerja. Firman Tuhan melarang kita untuk membedakan orang berdasarkan ras atau warna kulit maupun status sosial. Melakukan tindakan ini berarti melanggar  hukum  yang telah Allah tetapkan (ay. 9). Tindakan kita masuk ke dalam katagori baik apabila kita teguh dan taat pada prinsip mengasihi sesama seperti diri sendiri (ay. 8). Dalam praktik nyata, tidak dibenarkan membedakan orang berdasarkan ras atau warna kulit maupun status sosial. Di hadapan Tuhan, semua orang adalah sama, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Alangkah indahnya jika semua orang percaya hidup bersama, berdampingan satu dengan yang lain, hidup dalam kesatuan dan dalam ikatan kasih Yesus Kristus. Perbedaaan bukan menjadi alangan, melainkan menjadi sarana untuk saling melengkapi. MENERIMA ORANG LAIN APA ADANYA MERUPA-KAN LANGKAH AWAL MENYATUKAN PERBEDAAN. Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment