Dengan kekuatan supranatural dari Tuhan, kita pasti
dimampukan & dituntun untuk bertemu dengan Jalan Keluar karena
DIA-lah yang menyertai perjalanan kita kemana-pun kita pergi. Bahkan dibuatnya
kita ber-untung, berhasil & berjaya! Amin. Yosua 1:7-9, “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu
dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang
telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan
atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah
engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan
malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di
dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan
beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan
kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab
TUHAN, Allahmu, menyer-tai engkau, ke manapun engkau pergi.”
Respon 1
Masalah dan pergumulan hidup sering membuat kita kecewa,
“kok gini-gini terus sih Tuhan...?? Capek aku...” Ketika masalah datang, badai
datang dalam hidup kita, fokus kita seringnya bukan pada kebesaran Tuhan tapi
pada besarnya masalah kita, ayoo... Iya apa iya?? Firman Tuhan pagi ini berkata
“bukankah sudah ku PERINTAHKAN kepadamu, kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Jangan
kecut dan tawar hati, sebab Tuhan menyertai kemanapun kamu pergi” (Yos 1:9).
Kalau kita di dekengi jendral aja kita PD mau ngelakuin apa-apa apalagi
disertai Tuhan pencipta dan pemilik dunia ini. Apapun masalah kita hari ini
tetaplah mengarahkan pandangan kita bahwa “God's power is greater than our problem”. Tuhan menyertai dan sanggup menolong
kita. Satu pintu tertutup pasti ada pintu yang lain yang akan Tuhan buka buat
kita. Seandainya semua pintu tertutup... masih ada jendela yang bisa Dia buka
sebab Dia selalu punya cara untuk menolong kita, Dia selalu punya jalan yang
ajaib, Dia dahsyat dalam segala perbuatanNYA, tenanglah di dalam caraNYA. Tuhan
lebih besar dari setiap masalah kita, trust Him.
Respon 2
Maz 30:3, “TUHAN, ALLAHku, kepada-MU aku berdoa minta tolong
dan ENGKAU telah menyembuhkanku!” YESUS bisa menolong dan menyembuhkan (sakit,
bisnis, utang-utang, dll). Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang
Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis, 30 Oktober 2014. Tua Berhikmat. Tetapi
roh yang di dalam manusia, dan napas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi
kepadanya pengertian. Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat,
bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan. (Ayub 32:8, 9) Butuh waktu
agak lama bagi saya untuk bisa memahami anak-anak saya yang sudah mulai tumbuh
dewasa. Waktu mereka masih kecil, mereka selalu menuruti apa yang saya katakan.
Kini, sepertinya saya yang harus mulai belajar untuk menerima penolakan karena
mereka sudah bisa berdebat. Bahkan pada beberapa kesempatan mereka juga dapat
menegur saya jika saya melakukan kesalahan menurut pandangan mereka. Apa yang
dilakukan anak saya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Elihu. Elihu tidak
bisa menerima ketika Ayub menganggap dirinya lebih benar dari Allah dan ketiga sahabatnya yang
selalu mempersalahkan Ayub. Sebagai orang yang jauh lebih muda, semula Elihu
enggan mengemukakan pendapatnya karena merasa malu dan takut. Wajar jika Elihu
berpikir demikian. Namun, roh di dalam manusia dan napas Yang Mahakuasa memberi
Elihu pengertian (ay. 8, 9) sehingga ia mene-gur Ayub dan ketiga sahabatnya.
Hasilnya, mereka menundukkan diri dan bertobat. Tuhan memulihkan kembali Ayub
dan ketiga sahabatnya. Menjadi orang yang berusia lanjut kerap dirujuk sebagai
teladan dan panutan oleh generasi muda. Anak-anak muda sebagai generasi penerus
memerlukan sosok orangtua yang mengerti, menyelami dunia dan pergulatan mereka
pada zaman ini. Dengan demikian, para orangtua perlu membangun keterbukaan
wawasan dan pemikiran bahwa dari anak-anak muda pun Tuhan bisa mengajarkan
banyak hal kepada para orangtua. Sebab, hikmat Tuhanlah yang me-nentukan kematangan
kita. MAKIN BERTAMBAH USIA, MAKIN BERHIKMAT DALAM MEMBERI NASIHAT DAN JUGA
MENERIMA NASIHAT. Pagi... Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
Mazmur 92:13-16, “Orang benar akan bertunas seperti pohon
korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di
bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka
masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu
benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” Have a
blessed day!
Respon 5
Kamis, 30 Oktober 2014.
Bacaan: Kejadian 3:14-19. Setahun: Lukas 21-2. Nats: terku-tuklah tanah karena
engkau... semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu. (Kejadian
3:17-18) ALAM DAN MANUSIA. Terusirnya manusia dari Taman Eden adalah
konsekuensi dari dosa yang tidak diakui dan diselesaikan. Selain merusak
hubungan Allah-manusia dan antarmanusia, dosa juga merusak hubungan antara
manusia dan alam tempat tinggalnya. Bumi menjadi tempat yang terkutuk—bahkan
menumbuhkan semak duri. Bencana alam mewakili betapa tak bersahabatnya bumi
terhadap manusia penghuninya. Sungguh, sangat kontras dengan keadaan Eden yang
indah dan nyaman. Manusia juga berulah mengeksploitasi bumi. Dengan rakus
mereka mengeruk isi perut bumi hingga bumi semakin rusak dan semakin panas.
Belum lagi terjadi efek rumah kaca, banjir karena penebangan hutan yang tak
bertanggung jawab, sungai yang penuh sampah, juga pencemaran laut dan bumi oleh
limbah zat logam berat. Manusia tidak menjalankan mandat untuk mengeksplorasi
bumi demi kesejahteraan bersama, melainkan menjadikannya sasaran eksploitasi serakah demi memuaskan
hawa nafsu mereka. Sebagai orang yang sudah ditebus oleh Kristus dan menjadi
ciptaan baru, mari kita menjaga bumi ini dengan cara-cara sederhana. Misalnya,
dengan tidak membuang sampah, apalagi oli bekas dan residu bahan kimia, secara
sembarangan. Menebang pohon secara bertanggung jawab. Menghemat hasil bumi yang
tak terbarukan, seperti bahan bakar minyak. Karena bumi ini bukan milik pribadi
yang kita wariskan ke anak cucu. Bumi adalah milik Sang Pencipta, yang
dipercayakan kepada kita dalam tanggung jawab kepada-Nya dan kepada keturunan
kita. --Susanto. BUMI BUKAN MILIK KITA YANG BOLEH DIPERLAKUKAN SEENAKNYA. TUHAN
MENGARUNIAKAN BUMI AGAR KITA NYAMAN TINGGAL DI DALAMNYA.
No comments:
Post a Comment