Thursday, 30 October 2014

30 Oktober 2014 - Yesus adalah Jalan Kebenaran



Dengan kekuatan supranatural dari Tuhan, kita pasti dimampukan & dituntun untuk bertemu dengan Jalan Keluar karena DIA-lah yang menyertai perjalanan kita kemana-pun kita pergi. Bahkan dibuatnya kita ber-untung, berhasil & berjaya! Amin. Yosua 1:7-9, “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan  engkau  akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyer-tai engkau, ke manapun engkau pergi.”


Respon 1
Masalah dan pergumulan hidup sering membuat kita kecewa, “kok gini-gini terus sih Tuhan...?? Capek aku...” Ketika masalah datang, badai datang dalam hidup kita, fokus kita seringnya bukan pada kebesaran Tuhan tapi pada besarnya masalah kita, ayoo... Iya apa iya?? Firman Tuhan pagi ini berkata “bukankah sudah ku PERINTAHKAN kepadamu, kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Jangan kecut dan tawar hati, sebab Tuhan menyertai kemanapun kamu pergi” (Yos 1:9). Kalau kita di dekengi jendral aja kita PD mau ngelakuin apa-apa apalagi disertai Tuhan pencipta dan pemilik dunia ini. Apapun masalah kita hari ini tetaplah mengarahkan pandangan kita bahwa “God's power is greater than our problem”. Tuhan menyertai dan sanggup menolong kita. Satu pintu tertutup pasti ada pintu yang lain yang akan Tuhan buka buat kita. Seandainya semua pintu tertutup... masih ada jendela yang bisa Dia buka sebab Dia selalu punya cara untuk menolong kita, Dia selalu punya jalan yang ajaib, Dia dahsyat dalam segala perbuatanNYA, tenanglah di dalam caraNYA. Tuhan lebih besar dari setiap masalah kita, trust Him.


Respon 2
Maz 30:3, “TUHAN, ALLAHku, kepada-MU aku berdoa minta tolong dan ENGKAU telah menyembuhkanku!” YESUS bisa menolong dan menyembuhkan (sakit, bisnis, utang-utang, dll). Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang


Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis, 30 Oktober 2014. Tua Berhikmat. Tetapi roh yang di dalam manusia, dan napas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian. Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan. (Ayub 32:8, 9) Butuh waktu agak lama bagi saya untuk bisa memahami anak-anak saya yang sudah mulai tumbuh dewasa. Waktu mereka masih kecil, mereka selalu menuruti apa yang saya katakan. Kini, sepertinya saya yang harus mulai belajar untuk menerima penolakan karena mereka sudah bisa berdebat. Bahkan pada beberapa kesempatan mereka juga dapat menegur saya jika saya melakukan kesalahan menurut pandangan mereka. Apa yang dilakukan anak saya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Elihu. Elihu tidak bisa menerima ketika Ayub menganggap dirinya lebih  benar dari Allah dan ketiga sahabatnya yang selalu mempersalahkan Ayub. Sebagai orang yang jauh lebih muda, semula Elihu enggan mengemukakan pendapatnya karena merasa malu dan takut. Wajar jika Elihu berpikir demikian. Namun, roh di dalam manusia dan napas Yang Mahakuasa memberi Elihu pengertian (ay. 8, 9) sehingga ia mene-gur Ayub dan ketiga sahabatnya. Hasilnya, mereka menundukkan diri dan bertobat. Tuhan memulihkan kembali Ayub dan ketiga sahabatnya. Menjadi orang yang berusia lanjut kerap dirujuk sebagai teladan dan panutan oleh generasi muda. Anak-anak muda sebagai generasi penerus memerlukan sosok orangtua yang mengerti, menyelami dunia dan pergulatan mereka pada zaman ini. Dengan demikian, para orangtua perlu membangun keterbukaan wawasan dan pemikiran bahwa dari anak-anak muda pun Tuhan bisa mengajarkan banyak hal kepada para orangtua. Sebab, hikmat Tuhanlah yang me-nentukan   kematangan   kita.  MAKIN  BERTAMBAH USIA, MAKIN BERHIKMAT DALAM MEMBERI NASIHAT DAN JUGA MENERIMA NASIHAT. Pagi... Tuhan Yesus memberkati.


Respon 4
Mazmur 92:13-16, “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” Have a blessed day!

Respon 5
Kamis, 30 Oktober 2014. Bacaan: Kejadian 3:14-19. Setahun: Lukas 21-2. Nats: terku-tuklah tanah karena engkau... semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu. (Kejadian 3:17-18) ALAM DAN MANUSIA. Terusirnya manusia dari Taman Eden adalah konsekuensi dari dosa yang tidak diakui dan diselesaikan. Selain merusak hubungan Allah-manusia dan antarmanusia, dosa juga merusak hubungan antara manusia dan alam tempat tinggalnya. Bumi menjadi tempat yang terkutuk—bahkan menumbuhkan semak duri. Bencana alam mewakili betapa tak bersahabatnya bumi terhadap manusia penghuninya. Sungguh, sangat kontras dengan keadaan Eden yang indah dan nyaman. Manusia juga berulah mengeksploitasi bumi. Dengan rakus mereka mengeruk isi perut bumi hingga bumi semakin rusak dan semakin panas. Belum lagi terjadi efek rumah kaca, banjir karena penebangan hutan yang tak bertanggung jawab, sungai yang penuh sampah, juga pencemaran laut dan bumi oleh limbah zat logam berat. Manusia tidak menjalankan mandat untuk mengeksplorasi bumi demi kesejahteraan bersama, melainkan menjadikannya sasaran eksploitasi serakah demi memuaskan hawa nafsu mereka. Sebagai orang yang sudah ditebus oleh Kristus dan menjadi ciptaan baru, mari kita menjaga bumi ini dengan cara-cara sederhana. Misalnya, dengan tidak membuang sampah, apalagi oli bekas dan residu bahan kimia, secara sembarangan. Menebang pohon secara bertanggung jawab. Menghemat hasil bumi yang tak terbarukan, seperti bahan bakar minyak. Karena bumi ini bukan milik pribadi yang kita wariskan ke anak cucu. Bumi adalah milik Sang Pencipta, yang dipercayakan kepada kita dalam tanggung jawab kepada-Nya dan kepada keturunan kita. --Susanto. BUMI BUKAN MILIK KITA YANG BOLEH DIPERLAKUKAN SEENAKNYA. TUHAN MENGARUNIAKAN BUMI AGAR KITA NYAMAN TINGGAL DI DALAMNYA.

JESUS BLESS


No comments:

Post a Comment