Wednesday, 29 October 2014

29 Oktober 2014 - Kasih Karunia Tuhan



Kita telah diselamatkan oleh KASIH KARU-NIA,  sanggup  bertahan   dalam  penderitaan oleh KASIH KARUNIA. Tidak berhenti sampai disitu saja, kita perlu bertumbuh dalam KASIH KARUNIA. Efesus 2:8, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” Bertumbuh dalam KASIH KARUNIA, yaitu membangun kebiasaan memberi: memberi pengampunan, memberi perhatian, memberi pertolongan dll! Sudahkah kita menginspirasi orang lain dengan membangun kebiasaan memberi??


Respon 1
SAAT TEDUH. Rabu, 29 Oktober 2014. Berubah Sikap. Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” (Kejadian 3:12) Perhatikan sikap Adam terhadap Hawa sebelum mereka berdosa. Ia menyambut Hawa  dengan  antusias “tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kej. 2:23). Namun setelah jatuh dalam dosa, Adam mempersalahkan Hawa karena telah “memberi dari buah pohon itu kepadaku” (ay. 12). Adam tak lagi menyebut sang istri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya. Bahkan Adam menuduh istrinya sebagai sumber masalah dan seolah-olah hendak menaruh ganjaran dosa itu di pundak istrinya. Padahal, ketika istrinya memetik buah terlarang itu, Adam ada di sana. Pasti ia menyetujui tindakan istrinya. Sebagai kepala keluarga yang seharusnya memimpin istrinya menaati Allah, ia malah ikut makan buah terlarang itu (ay. 6). Ketika dosa memasuki hidup manusia, hubungan antar manusia pun turut hancur. Masing-masing orang berpusat pada diri sendiri dan menuduh yang lain sebagai penyebab utama bila ada masalah yang merusak kebahagiaan. Andaikan saat itu Adam berkata, “Baiklah, Tuhan, ini tanggung jawabku.  Jangan  hukum  istriku.  Aku  yang akan memikul tanggung jawabnya. Ampuni dosaku, tolong aku untuk keluar dari dosa ini”—pasti kondisi manusia sekarang berbeda. Namun, ini cuma angan-angan keturunan Adam yang menyalahkan nenek moyangnya juga. Yang jelas, Tuhan telah memberikan jalan keluar. Rantai dosa bisa diputuskan saat kita mengaku dosa. Tuhan yang setia dan adil akan mengampuni dosa kita, bahkan menyucikan kita dari segala kesalahan (1 Yoh. 1:9)! KEBAHAGIAAN TERJADI KETIKA DOSA DIAKUI DAN DISELESAIKAN, KETIKA HUBUNGAN MANUSIA DAN ALLAH DIPULIHKAN. Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 2
Luk 10:39, “Maria ini duduk dekat kaki TUHAN dan terus mendengar perkataan-NYA.” Kita harus kerja keras dalam bekerja tapi harus ada waktu khusus bersama-NYA. Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


Respon 3
“Kiat dapat berkat adalah hasrat untuk terus mendekat kepada Sang Pemberi Berkat.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Tidak peduli betapa beratnya masalah yang sedang kau hadapi, ada orang-orang yang mengalami masalah yang lebih berat dari apa yang sedang kau hadapi. BERSYUKURLAH. Mazmur 100:5, “Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.”

Respon 5
Syalom. Mendapatkan banyak sahabat tetapi kehilangan Tuhan sebagai sahabat sejati adalah sebuah masalah besar... “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” (Yer 17:5).  Selamat pagi ibu Siu, selamat beraktivitas. TUHAN memberkati.

No comments:

Post a Comment