Kita telah diselamatkan oleh KASIH KARU-NIA, sanggup
bertahan dalam penderitaan oleh KASIH KARUNIA. Tidak berhenti sampai disitu saja, kita
perlu bertumbuh dalam KASIH KARUNIA. Efesus 2:8, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan
hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” Bertumbuh dalam KASIH KARUNIA,
yaitu membangun kebiasaan memberi: memberi pengampunan, memberi perhatian,
memberi pertolongan dll! Sudahkah kita menginspirasi orang lain dengan
membangun kebiasaan memberi??
Respon 1
SAAT TEDUH. Rabu, 29 Oktober 2014. Berubah Sikap. Manusia
itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari
buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” (Kejadian 3:12) Perhatikan sikap Adam
terhadap Hawa sebelum mereka berdosa. Ia menyambut Hawa dengan
antusias “tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kej. 2:23). Namun setelah jatuh
dalam dosa, Adam mempersalahkan Hawa karena telah “memberi dari buah pohon itu
kepadaku” (ay. 12). Adam tak lagi menyebut sang istri sebagai bagian yang tak
terpisahkan dari hidupnya. Bahkan Adam menuduh istrinya sebagai sumber masalah
dan seolah-olah hendak menaruh ganjaran dosa itu di pundak istrinya. Padahal,
ketika istrinya memetik buah terlarang itu, Adam ada di sana. Pasti ia
menyetujui tindakan istrinya. Sebagai kepala keluarga yang seharusnya memimpin
istrinya menaati Allah, ia malah ikut makan buah terlarang itu (ay. 6). Ketika
dosa memasuki hidup manusia, hubungan antar manusia pun turut hancur.
Masing-masing orang berpusat pada diri sendiri dan menuduh yang lain sebagai
penyebab utama bila ada masalah yang merusak kebahagiaan. Andaikan saat itu
Adam berkata, “Baiklah, Tuhan, ini tanggung jawabku. Jangan
hukum istriku. Aku
yang akan memikul tanggung jawabnya. Ampuni dosaku, tolong aku
untuk keluar dari dosa ini”—pasti kondisi manusia sekarang berbeda. Namun, ini
cuma angan-angan keturunan Adam yang menyalahkan nenek moyangnya juga. Yang
jelas, Tuhan telah memberikan jalan keluar. Rantai dosa bisa diputuskan saat
kita mengaku dosa. Tuhan yang setia dan adil akan mengampuni dosa kita, bahkan
menyucikan kita dari segala kesalahan (1 Yoh. 1:9)! KEBAHAGIAAN TERJADI KETIKA
DOSA DIAKUI DAN DISELESAIKAN, KETIKA HUBUNGAN MANUSIA DAN ALLAH DIPULIHKAN.
Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
Luk 10:39, “Maria ini duduk dekat kaki TUHAN dan terus
mendengar perkataan-NYA.” Kita harus kerja keras dalam bekerja tapi harus ada
waktu khusus bersama-NYA. Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
“Kiat dapat berkat adalah hasrat untuk terus mendekat kepada
Sang Pemberi Berkat.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Tidak peduli betapa beratnya masalah yang sedang kau hadapi,
ada orang-orang yang mengalami masalah yang lebih berat dari apa yang sedang
kau hadapi. BERSYUKURLAH. Mazmur 100:5, “Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya
untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.”
Respon 5
Syalom. Mendapatkan banyak
sahabat tetapi kehilangan Tuhan sebagai sahabat sejati adalah sebuah masalah
besar... “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan
kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” (Yer
17:5). Selamat pagi ibu Siu, selamat
beraktivitas. TUHAN memberkati.
No comments:
Post a Comment