Wednesday, 15 October 2014

15 Oktober 2014 - Gunakan Waktu dengan Bijkasana


Efesus 5:16, “Dan pergunakanlah  waktu  yang  ada, karena hari-hari ini adalah jahat!” Waktu adalah modal utama, lebih dari uang. Dengan waktu kita bisa menghasilkan uang, tetapi dengan uang kita tidak dapat membeli Waktu. Pergunakan dalam bahasa aslinya: Exagorazo = membeli, menebus. Dengan demikian, kita tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa membuatnya menjadi milik kita, Jadi manfaatkan waktu sebaik-baiknya yaitu mengubah waktu menjadi sesuatu yang bernilai untuk kita, tidak disia-siakan! Amin Periksa waktu kita, buat perencanaan & Prioritas.

Respon 1
SAAT TEDUH. Rabu, 15 Oktober 2014. BUKAN PENAMPILAN LAHIRIAH. Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (Matius 7:20). Seorang laki-laki berpenam-pilan menarik sangat dihormati di lingku-ngannya. Sikapnya ramah dan kata-katanya memikat.  Tetapi,  selang  beberapa waktu kemudian terjadi peristiwa menghebohkan: laki-laki rupawan itu ditangkap dan ditahan polisi. Setelah diselidiki, ternyata ia terlibat aksi penipuan dan penggelapan uang di tempat kerjanya. “Sungguh saya tidak menyangka, orang sebaik dia ternyata seorang penjahat!” komentar salah seorang tetangga. Tuhan Yesus mengingatkan kita agar waspada terhadap penampilan lahiriah seseorang. Dia mengajar murid-murid-Nya agar mencermati para nabi palsu yang menyamar seperti domba, tetapi sebenarnya mereka adalah serigala yang buas. Tentu saja peringatan Yesus ini bukan tanpa alasan. Kita acap kali tertipu oleh penampilan luar seseorang. Kita percaya dan beranggapan bahwa seseorang itu baik hanya mengamati penampilannya yang memikat. Padahal, siapa yang mengetahui hati orang? Penampilan lahiriah yang baik bisa jadi membungkus rapat sikap hati yang sebenarnya jahat. Pohon yang tampak baik juga   belum  tentu  menghasilkan  buah  yang baik. Sebaliknya, buah yang baik dapat dipastikan berasal dari pohon baik. Tuhan tidak menilai penampilan lahiriah kita karena penampilan itu dapat mengelabui; Tuhan menilik hati kita, yang memancarkan kondisi kita yang sejati. Jika hati kita telah dijadikan baru oleh Roh-Nya, dan kita mempersilakan Dia bekerja di dalam dan melalui diri kita, bukankah hidup kita akan berlimpah dengan buah Roh? SIA-SIALAH PENAMPILAN LUAR YANG BAIK JIKA HATI SESEORANG TIDAK MEMANCARKAN BUAH KEHIDUPAN DAN KEBAJIKAN. Pagi... Tuhan Yesus memberkati.


Respon 2
BAPA, ajar kami menghitung hari-hari kami sedemikian agar kami beroleh hati yang bijaksana. Shalom Siu. Pagi... Thank you sudah diingetkan.


Respon 3
Yesaya 41:13, “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: 'Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.'”

Respon 4
Orang Kristen sejati tidak hanya menjadikan jam tertentu waktu untuk beribadah, tetapi hidupnya adalah hidup beribadah (Roma 12:1) - Rev. John Hartman.

Respon 5
Syalom. Amin... Ketika kita menjadi tinggi hati, itulah akan menjadi titik awal kita berjalan menuju kehancuran... (2 Taw 26:16) Setelah ia menajdi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak.. Terima kasih ibu Siu, selamat berkarya Tuhan memberkati.

JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment