Percaya Diri. Belajar memiliki percaya diri
membutuhkan latihan sehingga perlahan-lahan boleh menjadi kebiasaan
kita (percaya diri)! Untuk memiliki iman dalam diri kita, percayai diri
sendiri bahwa kita memiliki sesuatu yang luar biasa karena kita diciptakan
serupa gambar & rupa Tuhan!Amin. Ibrani 13:6, “Sebab itu dengan yakin kita
dapat berkata: 'Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang
dapat dilakukan manusia terhadap aku?'” Amin.
Respon 1
DIBERKATILAH orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh
harapannya pada TUHAN! Andalkan TUHAN lewat banyak DOA dan kerja keras... DIA
pasti menolong dan memberkati kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 7 Oktober 2014. Menggemakan yang Baik.
“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan
buahnya” (Amsal 18:21). Seorang ibu memiliki anak berusia 15 tahun yang suka
membuat onar. Ia mendatangi pendeta, meminta anak itu didoakan, tapi pendeta
menolaknya. “Tidak ada gunanya selama Ibu terus berkata bahwa ia tidak
maju-maju dalam hidupnya. Jika saya berdoa untuk kebaikannya, tetapi Ibu
mengatakan hal-hal yang buruk tentang dia, hal itu akan membatalkan doa saya,”
kata pendeta. “"Lalu apa yang mesti saya perbuat?” tanya si ibu. “Setiap hari
katakanlah, ‘Tuhan, dalam pemeliharaan-Mu, aku percaya anak-Ku akan berhasil.
Ia akan menjadi anak yang baik dan taat.’” Lima belas bulan kemudian, pendeta
itu kembali bertemu dengan ibu tadi. Dengan bersemangat si ibu bercerita
anaknya sudah berubah. Menurut Amsal, perkataan yang kerap kita gemakan dapat
menjadi kenyataan. Kalau begitu, perkataan apakah yang sering kita ucapkan
kepada pasangan, anak, dan orang di sekitar kita? Apakah kita lebih sering
menggemakan hal-hal yang buruk: pasangan yang tidak bisa dindalkan, anak-anak
yang payah, teman yang tidak berguna? Ataukah, kita lebih banyak mengatakan
hal-hal yang membangun, memberkati, dan menguatkan? Bila kita menyadari
besarnya pengaruh perkataan dalam turut membentuk kondisi kehidupan kita, ikut
memengaruhi kesuksesan dan kegagalan kita, tentu kita akan lebih berhati-hati dalam berkata-kata. Biarlah hati kita dipenuhi dengan kebenaran dan keindahan firman Tuhan
sehingga perkataan lidah kita yang memancar dari sana menda-tangkan kebaikan
dan kesejahteraan bagi sesama.—ISP. BIARLAH PERKATAAN KITA MENGGEMAKAN
KEBAIKAN; BIARLAH PERKATAAN KITA MENDA-TANGKAN KESEJAHTERAAN. Selamat Pagi.
Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
Courage / keberanian / keteguhan hati adalah melakukan apa
yang engkau takut untuk lakukan dan tidak membiarkan rasa takut untuk
memerintah keputusanmu. Tuhan berkata kepada Yoshua berkali- kali “TAKE
COURAGE” atau “TEGUHKAN HATIMU”.
No comments:
Post a Comment