Tuesday, 7 October 2014

7 Oktober 2014 - Percaya Diri



Percaya Diri. Belajar memiliki percaya diri membutuhkan latihan sehingga perlahan-lahan boleh menjadi kebiasaan kita (percaya diri)! Untuk memiliki iman dalam diri kita, percayai diri sendiri bahwa kita memiliki sesuatu yang luar biasa karena kita diciptakan serupa gambar & rupa Tuhan!Amin. Ibrani 13:6, “Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: 'Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?'” Amin.


Respon 1
DIBERKATILAH orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Andalkan TUHAN lewat banyak DOA dan kerja keras... DIA pasti menolong dan memberkati kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 7 Oktober 2014. Menggemakan yang Baik. “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya” (Amsal 18:21). Seorang ibu memiliki anak berusia 15 tahun yang suka membuat onar. Ia mendatangi pendeta, meminta anak itu didoakan, tapi pendeta menolaknya. “Tidak ada gunanya selama Ibu terus berkata bahwa ia tidak maju-maju dalam hidupnya. Jika saya berdoa untuk kebaikannya, tetapi Ibu mengatakan hal-hal yang buruk tentang dia, hal itu akan membatalkan doa saya,” kata pendeta. “"Lalu apa yang mesti saya perbuat?” tanya si ibu. “Setiap hari katakanlah, ‘Tuhan, dalam pemeliharaan-Mu, aku percaya anak-Ku akan berhasil. Ia akan menjadi anak yang baik dan taat.’” Lima belas bulan kemudian, pendeta itu kembali bertemu dengan ibu tadi. Dengan bersemangat si ibu bercerita anaknya sudah berubah. Menurut Amsal, perkataan yang kerap kita gemakan dapat menjadi kenyataan. Kalau begitu, perkataan apakah yang sering kita ucapkan kepada pasangan, anak, dan orang di sekitar kita? Apakah kita lebih sering menggemakan hal-hal yang buruk: pasangan yang tidak bisa dindalkan, anak-anak yang payah, teman yang tidak berguna? Ataukah, kita lebih banyak mengatakan hal-hal yang membangun, memberkati, dan menguatkan? Bila kita menyadari besarnya pengaruh perkataan dalam turut membentuk kondisi kehidupan kita, ikut memengaruhi kesuksesan dan kegagalan kita, tentu kita akan lebih berhati-hati  dalam  berkata-kata. Biarlah hati kita dipenuhi dengan kebenaran dan keindahan firman Tuhan sehingga perkataan lidah kita yang memancar dari sana menda-tangkan kebaikan dan kesejahteraan bagi sesama.—ISP. BIARLAH PERKATAAN KITA MENGGEMAKAN KEBAIKAN; BIARLAH PERKATAAN KITA MENDA-TANGKAN KESEJAHTERAAN. Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 3
Courage / keberanian / keteguhan hati adalah melakukan apa yang engkau takut untuk lakukan dan tidak membiarkan rasa takut untuk memerintah keputusanmu. Tuhan berkata kepada Yoshua berkali- kali “TAKE COURAGE” atau “TEGUHKAN HATIMU”.

 

JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment