Yesaya 59:1, “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang
panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk
mendengar.” Ayat 2: “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan
Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri
terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” Amin.
Apakah saat ini kita seperti kisah anak yang hilang?? Ketahuilah tidak ada kata
terlambat, berbalik / bertobat, niscaya kita akan disembuhkan, diperbaharui
& dikuatkan untuk berjalan dalam panggilan kita yang sebenarnya!
Respon 1
SAAT
TEDUH. Sabtu, 11 Oktober 2014. Hanya Dipinjamkan. Dengan telanjang aku keluar
dari kandungan ibuku, dengan telan-jang juga aku akan kembali ke dalamnya.
TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama
TUHAN! (Ayub 1:21) “Sudah cukup waktunya, sayang, sekarang saatnya untuk
mengembalikan mainan yang kamu pinjam. Itu bukan milikmu, kembalikan,” kata
seorang ibu berulang-ulang kepada anaknya. Seakan tidak mendengar perkataan
sang ibu, anak itu semakin mengeratkan genggaman tangannya. Matanya mulai berkaca-kaca.
Ia menyukai mainan itu dan ingin memilikinya. Tidak rela rasanya untuk
mengembalikannya. Anak kecil belum memahami benar arti kepemilikan. Berbeda
dengan Ayub. Ia orang yang saleh dan jujur (ay. 1). Ia juga orang terkaya di
negerinya (ay. 3). Tetapi dalam sekejap, ia mengalami kehilangan besar (ay.
13-19). Ketika kehilangan demi kehilangan diizinkan hadir dalam hidupnya,
respons Ayub mence-rminkan keyakinan pribadinya. Tuhan telah memberinya
kesempatan untuk menikmati banyak hal di dalam hidupnya (ay. 2-3). Tetapi, ia tahu
semuanya itu milik
Tuhan yang
dipercayakan kepadanya. Tuhan me-ngizinkannya untuk menikmatinya sementara
waktu. Jika saatnya tiba, semuanya kembali kepada Sang Pemilik (ay. 21). Hal
inilah yang membuat Ayub tidak menuduh dan tidak menyalahkan Tuhan (ay. 22).
Apakah saat ini kita sedang kecewa dan marah kepada Tuhan? Menuduh-Nya merampas
apa yang kita kasihi? Pemahaman bahwa Tuhanlah Pemilik dan Pemberi seharusnya
menolong kita untuk berespons seperti Ayub. Alih-alih protes kepada Tuhan,
mengucap syukurlah untuk kesempatan yang masih Dia berikan kepada kita.
Pergunakan dengan baik setiap hal yang Dia pinjamkan, sampai tiba saatnya untuk
dikembalikan! JANGAN MENGGENGGAM HARTA DUNIAWI TERLALU ERAT, AKAN MENYAKITKAN
KETIKA TIBA SAATNYA MELEPASKAN. Happy Weekend. Selamat Pagi. Tuhan Yesus
memberkati
Respon
2
Kekuatan
terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat (Filipi 4:8) - Rev. John Hartman.
No comments:
Post a Comment