Saturday, 11 October 2014

11 Oktober 2014 - Bersaat Teduh



Yesaya 59:1, “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar.” Ayat 2: “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” Amin. Apakah saat ini kita seperti kisah anak yang hilang?? Ketahuilah tidak ada kata terlambat, berbalik / bertobat, niscaya kita akan disembuhkan, diperbaharui & dikuatkan untuk berjalan dalam panggilan kita yang sebenarnya!

Respon 1
SAAT TEDUH. Sabtu, 11 Oktober 2014. Hanya Dipinjamkan. Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telan-jang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN  yang  memberi,  TUHAN  yang mengambil, terpujilah nama TUHAN! (Ayub 1:21) “Sudah cukup waktunya, sayang, sekarang saatnya untuk mengembalikan mainan yang kamu pinjam. Itu bukan milikmu, kembalikan,” kata seorang ibu berulang-ulang kepada anaknya. Seakan tidak mendengar perkataan sang ibu, anak itu semakin mengeratkan genggaman tangannya. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia menyukai mainan itu dan ingin memilikinya. Tidak rela rasanya untuk mengembalikannya. Anak kecil belum memahami benar arti kepemilikan. Berbeda dengan Ayub. Ia orang yang saleh dan jujur (ay. 1). Ia juga orang terkaya di negerinya (ay. 3). Tetapi dalam sekejap, ia mengalami kehilangan besar (ay. 13-19). Ketika kehilangan demi kehilangan diizinkan hadir dalam hidupnya, respons Ayub mence-rminkan keyakinan pribadinya. Tuhan telah memberinya kesempatan untuk menikmati banyak hal di dalam hidupnya (ay. 2-3). Tetapi,  ia  tahu  semuanya  itu  milik   Tuhan yang dipercayakan kepadanya. Tuhan me-ngizinkannya untuk menikmatinya sementara waktu. Jika saatnya tiba, semuanya kembali kepada Sang Pemilik (ay. 21). Hal inilah yang membuat Ayub tidak menuduh dan tidak menyalahkan Tuhan (ay. 22). Apakah saat ini kita sedang kecewa dan marah kepada Tuhan? Menuduh-Nya merampas apa yang kita kasihi? Pemahaman bahwa Tuhanlah Pemilik dan Pemberi seharusnya menolong kita untuk berespons seperti Ayub. Alih-alih protes kepada Tuhan, mengucap syukurlah untuk kesempatan yang masih Dia berikan kepada kita. Pergunakan dengan baik setiap hal yang Dia pinjamkan, sampai tiba saatnya untuk dikembalikan! JANGAN MENGGENGGAM HARTA DUNIAWI TERLALU ERAT, AKAN MENYAKITKAN KETIKA TIBA SAATNYA MELEPASKAN. Happy Weekend. Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati 

Respon 2
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat (Filipi 4:8) - Rev. John Hartman.

No comments:

Post a Comment