Saturday, 18 October 2014

18 Oktober 2014 - Hidup Jujur



Yakobus 1:22, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” Mari kita hidup jujur dihadapan Tuhan & hidup seperti yang dikehendakiNya, yaitu: menjadi Pelaku Firman. Ketika kita menjadi Pelaku Firman maka kita akan memberikan dampak bagi orang-orang disekitar kita. Amin.

Respon 1
Mat 7:11, Kalau kamu yang jahat tau memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi BAPAmu yang di Sorga! IA akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-NYA. Luar Biasa YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


Respon 2
“Kita sadari atau tidak, karena sifat dan sikap kita yang egois, banyak orang di sekitar kita yang menangis.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu, 18 Oktober 2014. HUKUMAN KEJI. Siapa saja di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. (Yohanes 8:7) Daily Mail melaporkan, seorang pemuda 16 tahun disergap warga kota Rio de Janeiro, Brasil, ketika sedang menco-pet. Ia dipukuli, ditikam pada bagian belakang telinga, ditelanjangi, bahkan lehernya dirantai pada tiang lampu jalan, dijadikan tontonan. Tak seorang pun tergerak untuk menolong. Orang-orang menyetujui tindakan kejam itu untuk memberikan efek jera bagi pelaku. Padahal, banyak orang masih mengakui Brasil sebagai negara Kristen. Mengapa hati mereka tak  tergetar  oleh  empati, seperti hati Yesus Tuhan dan Juru Selamat mereka? Mengapa mereka malah berlaku seperti orang Farisi dan ahli Taurat, yang meninggalkan si pelacur yang mereka tangkap dan mereka seret di hadapan Yesus (ay. 9)? Sangat mungkin terjadi, masyarakat yang agamawi terjebak dalam ritualitas agama. Akibatnya, mereka malah tidak menghidupi makna kebenaran yang diyakini. Kebenaran agama hanya menjadi topeng kesucian lahiriah, sedangkan hati mereka busuk dan degil. Kebenaran agama hanya menjadi riasan lahiriah, tidak mendatangkan perubahan mendasar di dalam hati mereka. Seharusnya, ketika seseorang mempelajari kebenaran firman, kewajiban pertama orang itu adalah melakukan apa yang dipelajarinya. Setelah itu, baru ia akan siap mengajarkan kebenaran itu dengan penuh kesabaran kepada orang lain. Jika prinsip seperti ini diterapkan, tak seorang pun akan menerapkan kekerasan terhadap sesama yang berdosa.  Ia  akan  membangkitkan empati dalam dirinya untuk menolong si pendosa, agar jangan berbuat dosa lagi. KEMUNAFIKAN ADALAH KEJAHATAN PALING KEJI YANG MENUMPULKAN KEBENARAN YANG DIYAKINI. Happy Weekend. Good Morning. Jesus Christ bless you.

Respon 4
Tuhan menjawab doa kita tanpa memandang tingkat iman kita (Matius 8:8: Markus 5:23) - Rev. John Hartman.

Respon 5
Syalom. Amin... “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” (Amsal 11:25). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas. TUHAN memberkati.

Respon 6
Cangkir yang Angkuh. Ada sebuah cangkir yang  sangat  indah.  Cangkir  itu dipenuhi dengan kristal-kristal yang sangat berkilauan. Cangkir inipun diletakkan di rak yang terting-gi sehingga bisa melihat cangkir-cangkir lain-nya. Karena keindahannya, cangkir ini menja-di sangat sombong. Cangkir itu menjadi bang-ga karena merasa dihormati dan merasa disayangi karena setiap kali ada jamuan di rumah tuannya, selalu saja cangkir-cangkir yang sederhana yang dipakai tuannya. Hal tersebut terjadi selama bertahun-tahun. Cangkir yang indah menjadi sangat sedih ketika mendapati dirinya begitu berdebu dan juga dipenuhi sarang laba-laba, sedangkan cangkir yang sederhana itu begitu bersih dan semakin berkilau. Cangkir yang indah itupun ingin mencari tahu alasan tuannya melakukan hal yang demikian padanya. Dan inilah alasan tuannya, “Cangkir itu begitu mahal dan indah sehingga tidak layak untuk aku pergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Aku lebih suka memakai cangkir-cangkir yang sederhana.” Jangan pernah bermegah dengan segala keindahan yang kita punya jika kita tidak mau melayani Tuhan. Tuhan juga tidak akan memakai orang-orang yang hatinya penuh keangkuhan sebagai alat-Nya. Tuhan lebih berkenan kepada orang-orang yang memiliki kerendahan hati. Semakin kita dipakai oleh Tuhan, maka kehidupan kita akan semakin berkilau di mata-Nya. Sebab TUHAN berke-nan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. Mazmur 149:4. Tuhan Yesus memberkati.


JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment