Baik tidaknya kehidupan seseorang tidak ditentukan oleh lamanya ia hidup,
tetapi DAMPAK apa yang ia berikan bagi banyak orang, dalam arti sedahkah kita
membagikan POTENSI kita?? Bagaimana membangun kehidupan yang memberi kepuasan,
penuh arti & membawa DAMPAK positif yang MAKSIMAL bagi dunia? Bagikan
POTENSI saudara... Efesus 1:3, “Terpujilah
Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengarunia-kan
kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Maka apa yang saudara
lakukan hari ini akan mempengaruhi banyak orang, baik secara langsung maupun
tidak langsung, tidak hanya saat
ini tetapi akan BERDAMPAK pada masa depan saudara = generasi mendatang, anak
cucu kita J.
Respon 1
1 Sam 3:10, Samuel: “Berbicaralah TUHAN, sebab hamba-MU ini
mendengar”. Yukkk dengar, percaya dan lakukan firman-NYA. Mujizat pasti
terjadi! Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
Syalom. Bila kita rajin memeriksa sikap diri setiap saat
maka akan menolong kita untuk membangun kualitas diri... Marilah kita menyelidiki
dan memeriksa hidup kita dan berpaling kepada TUHAN (Ratapan 3:40). Selamat
pagi Ibu Siu, selamat beribadah Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
Renungan Pagi. Minggu, 12 Okt 2014. Matius 22-24. Nats: Hanya dari
kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri
memandang Engkau (Ayub 42:5). JEMBATAN EMILY. Ayub 42:1-6. Ketika mertua Emily
meninggal, suaminya diminta melanjutkan sebuah proyek raksasa pembangunan
jembatan. Namun, di tengah proses pembangunan itu, suaminya sakit-lumpuh, tuli,
dan sulit berkomunikasi. Saat itulah, sang suami, dalam keterbatasannya,
mengajarkan berbagai hal mengenai pemba-ngunan jembatan. Emily pun menjadi
asisten utama suaminya dan berusaha belajar teknik pembangunan sendiri. Pada
1870, sebuah jembatan sepanjang 1.825 meter terbentang kokoh di atas East
River. Jembatan tersebut menghubungkan Brooklyn dan Manhattan di Amerika
Serikat. Itulah Brooklyn Bridge, yang berhasil dituntaskan pembangunannya oleh
Emily Warren Roebling. Pencobaan kerap membawa kita naik satu tingkat lebih
tinggi. Melalui masalah, tidak jarang kita bertemu dengan kemampuan-kemampuan kita yang tidak terduga;
belajar tentang arti pentingnya kasih, semangat kekeluargaan, makna
persahabatan sejati, dan yang tak kalah penting, merasakan pengalaman
penyertaan Tuhan yang luar biasa. Itulah yang dialami Ayub. Ia harus menghadapi
kenyataan bahwa segala yang ia miliki hilang lenyap. Namun, Allah menuntun Ayub
melewati setiap lembah yang penuh duka dan kepedihan. Dan, ketika semuanya
berlalu, Ayub mendapatkan pengalaman berharga. Ia mengalami sendiri penyertaan Allah.
Katanya, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi
sekarang mataku sendiri memandang Engkau” (ayat 5). Mungkin Anda tengah dalam
pergumulan berat. Jangan putus asa. Tuhan punya rencana yang besar dalam hidup
Anda. SIKAPI PENCOBAAN DENGAN IMAN MAKA ITU AKAN MEMBAWA KITA LEBIH DEKAT
DENGAN TUHAN. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
Ada kemerdekaan ketika kita melupakan kekecewaan-kekecewaan
di masa lalu (Yesaya 43:18-19) - Rev. John Hartman.
No comments:
Post a Comment