Sunday, 12 October 2014

12 Oktober 2014 - Maximum Impact


Baik tidaknya kehidupan seseorang tidak ditentukan oleh lamanya ia hidup, tetapi DAMPAK apa yang ia berikan bagi banyak orang, dalam arti sedahkah kita membagikan POTENSI kita?? Bagaimana membangun kehidupan yang memberi kepuasan, penuh arti & membawa DAMPAK positif yang MAKSIMAL bagi dunia? Bagikan POTENSI saudara... Efesus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengarunia-kan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Maka apa yang saudara lakukan hari ini akan mempengaruhi banyak orang, baik secara langsung maupun tidak langsung,  tidak  hanya  saat  ini  tetapi  akan BERDAMPAK pada masa depan saudara = generasi mendatang, anak cucu kita J.


Respon 1
1 Sam 3:10, Samuel: “Berbicaralah TUHAN, sebab hamba-MU ini mendengar”. Yukkk dengar, percaya dan lakukan firman-NYA. Mujizat pasti terjadi! Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
Syalom. Bila kita rajin memeriksa sikap diri setiap saat maka akan menolong kita untuk membangun kualitas diri... Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita dan berpaling kepada TUHAN (Ratapan 3:40). Selamat pagi Ibu Siu, selamat beribadah Tuhan Yesus memberkati.

Respon 3
Renungan Pagi. Minggu, 12 Okt 2014. Matius 22-24. Nats: Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau (Ayub 42:5). JEMBATAN EMILY. Ayub 42:1-6. Ketika mertua Emily meninggal, suaminya diminta melanjutkan sebuah proyek raksasa pembangunan jembatan. Namun, di tengah proses pembangunan itu, suaminya sakit-lumpuh, tuli, dan sulit berkomunikasi. Saat itulah, sang suami, dalam keterbatasannya, mengajarkan berbagai hal mengenai pemba-ngunan jembatan. Emily pun menjadi asisten utama suaminya dan berusaha belajar teknik pembangunan sendiri. Pada 1870, sebuah jembatan sepanjang 1.825 meter terbentang kokoh di atas East River. Jembatan tersebut menghubungkan Brooklyn dan Manhattan di Amerika Serikat. Itulah Brooklyn Bridge, yang berhasil dituntaskan pembangunannya oleh Emily Warren Roebling. Pencobaan kerap membawa kita naik satu tingkat lebih tinggi. Melalui masalah, tidak jarang kita bertemu dengan kemampuan-kemampuan kita yang tidak terduga; belajar tentang arti pentingnya kasih, semangat kekeluargaan, makna persahabatan sejati, dan yang tak kalah penting, merasakan pengalaman penyertaan Tuhan yang luar biasa. Itulah yang dialami Ayub. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa segala yang ia miliki hilang lenyap. Namun, Allah menuntun Ayub melewati setiap lembah yang penuh duka dan kepedihan. Dan, ketika semuanya berlalu, Ayub mendapatkan pengalaman berharga. Ia mengalami sendiri penyertaan Allah. Katanya, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” (ayat 5). Mungkin Anda tengah dalam pergumulan berat. Jangan putus asa. Tuhan punya rencana yang besar dalam hidup Anda. SIKAPI PENCOBAAN DENGAN IMAN MAKA ITU AKAN MEMBAWA KITA LEBIH DEKAT DENGAN TUHAN. Tuhan Yesus memberkati. 

Respon 4

Ada kemerdekaan ketika kita melupakan kekecewaan-kekecewaan di masa lalu (Yesaya 43:18-19) - Rev. John Hartman.


JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment