Monday, 27 October 2014

27 Oktober 2014 - Menyadari Kebaikan Tuhan



Mazmur 68:20, “Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita.” Dengan menyadari semua kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita, bahkan keselamatan yang sudah diberikan akan membuat kita mampu untuk menyema-ngati orang lain dengan kesaksian-kesaksian hidup & terobosan yang pernah kita alami.

Respon 1
Kisah Para Rasul 28:15b, “Ketika Paulus melihat  mereka,  ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya.” Ada kuasa dalam ucapan syukur kita.


Respon 2
Senin, 27 Oktober 2014. Bacaan: Ratapan 3:21-36. Setahun: Lukas 14-16. Nats: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, ...selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22-23) TAK PERNAH HABIS. “Pagi demi pagi rahmat baru aku saksikan...” Demikian sepenggal lirik ciptaan Thomas Chisholm tatkala merenungkan kehidupannya dengan diilhami bunyi ayat suci dari Ratapan 3:22-23. Kita mengenalnya sebagai himne anggun Great Is Thy Faithfulness. Penggubah lagu ini bersaksi bahwa meskipun berbadan lemah dan kesehatannya terbilang buruk, usianya mencapai 94 tahun. Rupanya ia menjalani hidupnya hari demi hari dengan “ketakjuban dan rasa syukur kepada-Nya”. Kitab Ratapan selesai ditulis sekitar tahun 538 SM. Isinya meratapi kejatuhan kota Yerusalem akibat serbuan tentara Babel di tahun 587 SM. Liriknya terasa sekali diresapi oleh kesedihan, kesepian, ketidak-mengertian, dan kemarahan. Tetapi—seperti orang berada di kegelapan lalu menemukan secercah cahaya—si penulis menemukan satu-satunya andalan untuk bertahan dan melawan kepiluan hatinya, yaitu pada kasih-setia Tuhan yang “selalu baru tiap pagi”. Nasihat terbaik ketika kehidupan ini terasa berat menekan dan belum tampak ada jalan keluar - sementara kita sudah seperti orang “kehabisan”—ialah: jalani saja hari demi hari. Jangan berpikir terlampau rumit. Bersyukur bisa melewati gelapnya malam dan menyambut sapaan mentari pagi. Setiap pagi rahmat Tuhan melahirkan hari baru, udara baru, cahaya baru, sel-sel baru, tenaga baru, pikiran baru, kesempatan baru, perjumpaan baru, dan pengharapan baru. --Pipi A. Dhali. INGATLAH AKAN TUHAN SETIAP KALI KITA SUDAH MERASA KEHABISAN. DIA   SATU-SATUNYA   SUMBER  YANG TAK AKAN PERNAH MENGERING.

Respon 3
Syalom. Amin, “Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 15:3). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas. TUHAN member-kati.

JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment