Mazmur 68:20, “Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia
menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita.” Dengan menyadari
semua kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita, bahkan keselamatan yang sudah
diberikan akan membuat kita mampu untuk menyema-ngati orang lain dengan
kesaksian-kesaksian hidup & terobosan yang pernah kita alami.
Respon 1
Kisah Para Rasul 28:15b, “Ketika Paulus melihat mereka,
ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya.” Ada kuasa dalam ucapan syukur
kita.
Respon 2
Senin, 27 Oktober 2014.
Bacaan: Ratapan 3:21-36. Setahun: Lukas 14-16. Nats: Tak berkesudahan kasih
setia TUHAN, ...selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22-23)
TAK PERNAH HABIS. “Pagi demi pagi rahmat baru aku saksikan...” Demikian
sepenggal lirik ciptaan Thomas Chisholm tatkala merenungkan kehidupannya dengan
diilhami bunyi ayat suci dari Ratapan 3:22-23. Kita mengenalnya sebagai himne
anggun Great Is Thy Faithfulness. Penggubah lagu ini bersaksi bahwa meskipun
berbadan lemah dan kesehatannya terbilang buruk, usianya mencapai 94 tahun.
Rupanya ia menjalani hidupnya hari demi hari dengan “ketakjuban dan rasa syukur
kepada-Nya”. Kitab Ratapan selesai ditulis sekitar tahun 538 SM. Isinya
meratapi kejatuhan kota Yerusalem akibat serbuan tentara Babel di tahun 587 SM. Liriknya terasa sekali
diresapi oleh kesedihan, kesepian, ketidak-mengertian, dan kemarahan.
Tetapi—seperti orang berada di kegelapan lalu menemukan secercah cahaya—si
penulis menemukan satu-satunya andalan untuk bertahan dan melawan kepiluan
hatinya, yaitu pada kasih-setia Tuhan yang “selalu baru tiap pagi”. Nasihat
terbaik ketika kehidupan ini terasa berat menekan dan belum tampak ada jalan
keluar - sementara kita sudah seperti orang “kehabisan”—ialah: jalani saja hari
demi hari. Jangan berpikir terlampau rumit. Bersyukur bisa melewati gelapnya
malam dan menyambut sapaan mentari pagi. Setiap pagi rahmat Tuhan melahirkan
hari baru, udara baru, cahaya baru, sel-sel baru, tenaga baru, pikiran baru,
kesempatan baru, perjumpaan baru, dan pengharapan baru. --Pipi A. Dhali. INGATLAH
AKAN TUHAN SETIAP KALI KITA SUDAH MERASA KEHABISAN. DIA SATU-SATUNYA SUMBER
YANG TAK AKAN PERNAH MENGERING.
Respon 3
Syalom. Amin, “Kamu memang sudah bersih karena firman yang
telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 15:3). Terima kasih ibu Siu, selamat
beraktivitas. TUHAN member-kati.
No comments:
Post a Comment