1 Korintus 4:16, “Sebab itu aku menasihatkan kamu:
turutilah teladanku!” Rasul Paulus dipanggil untuk mengikut teladan Kristus
& menjadi serupa Kristus. Serupa dengan Kristus pertama-tama &
terpenting: miliki kasih kepada Allah & kasih kepada sesama. Sudahkah kita
memiliki komitmen untuk meneladani apa yang dimiliki oleh Rasul Paulus?? Miliki
integritas agar orang lain me-lihat Yesus dalam hidup kita & berdampaklah
bagi hidup orang-orang yang ada di sekitar kita. Amin.
Respon 1
1 Korintus 4:16, Sebab itu
aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! Untuk menjadi teladan diperlukan
integritas. Apa yang kita katakan sesuai dengan apa yang kita lakukan karena
orang bukan hanya bisa mendengar tapi orang lebih suka melihat. Rasul Paulus
tidak percaya pada
Tuhan bahkan dia memburu pengikut-pengikut Tuhan untuk dibunuh, tapi ketika Dia
MELIHAT Tuhan sendiri maka kehidupannya diubahkan. Jadi, buatlah orang lain
bisa MELIHAT Tuhan dari hidup kita. 1 tindakan lebih berbicara daripada 1000
kata-kata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 21
Oktober 2014. Keteguhan Joni. Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja
dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi
Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)
Pada usia 17 tahun, Joni Eareckson Tada mengalami kecelakaan karena meloncat di
pantai yang ternyata berair dangkal. Ia pun lumpuh total. Awalnya, ia putus asa
dan marah pada Tuhan. Berkat dukungan keluarga dan orang terdekat, sema-ngatnya
kembali bangkit. Joni tetap lumpuh, tetapi
pengalaman hidup dan keteguhan hatinya
menginspirasi jutaaan orang. Ia banyak melukis dengan menggunakan mulut dan
melahirkan lebih dari 30 buku laris. Ia juga mendirikan “Joni and Friends”,
oranganisasi internasional bagi para tunadaksa. Dalam mengikuti Tuhan, Rasul
Paulus mengakui ada begitu banyak penderitaan yang ia alami. Sakit penyakit,
berkali-kali dianiaya dan dipenjara, ditolak, mengalami karam kapal, adalah
penderitaan yang pernah menderanya. Meskipun demikian, ia berkata bahwa
pende-ritaan yang dialaminya tidak dapat dibanding-kan dengan kemuliaan yang
akan dinyatakan kepadanya (ay. 18). Ia juga berkata bahwa Allah turut bekerja
dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (ay. 28). Semua penderitaan
itu dimaknai Paulus sebagai jalan menuju kemuliaan dan kebaikan yang kelak akan
diterimanya dari Allah. Tidak mudah memahami hal buruk yang terjadi dalam hidup
kita. Alih-alih bersyukur, lebih gampang
bagi kita untuk
mengeluh. Allah Bapa kita, memahami situasi kita dan tidak akan mencelakakan
kita. Firman-Nya tak pernah gagal! Dia menghendaki agar kita percaya pada-Nya
bahwa di ujung penderitaan, orang yang mengasihi-Nya akan mengalami kebaikan
dan kemenangan. SEKALIPUN TAMPAKNYA KITA TIDAK MELIHAT SESUATU YANG BAIK, NAMUN
TUHAN TETAP MELAKSANA-KAN JANJI-NYA. Pagii... Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment