Tuesday, 21 October 2014

21 Oktober 2014 - Menjadi Teladan


1 Korintus 4:16, “Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!” Rasul Paulus dipanggil untuk mengikut teladan Kristus & menjadi serupa Kristus. Serupa dengan Kristus pertama-tama & terpenting: miliki kasih kepada Allah & kasih kepada sesama. Sudahkah kita memiliki komitmen untuk meneladani apa yang dimiliki oleh Rasul Paulus?? Miliki integritas agar orang lain me-lihat Yesus dalam hidup kita & berdampaklah bagi hidup orang-orang yang ada di sekitar kita. Amin.

Respon 1
1 Korintus 4:16, Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! Untuk menjadi teladan diperlukan integritas. Apa yang kita katakan sesuai dengan apa yang kita lakukan karena orang bukan hanya bisa mendengar tapi orang lebih suka melihat. Rasul Paulus tidak  percaya  pada  Tuhan bahkan dia memburu pengikut-pengikut Tuhan untuk dibunuh, tapi ketika Dia MELIHAT Tuhan sendiri maka kehidupannya diubahkan. Jadi, buatlah orang lain bisa MELIHAT Tuhan dari hidup kita. 1 tindakan lebih berbicara daripada 1000 kata-kata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 21 Oktober 2014. Keteguhan Joni. Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28) Pada usia 17 tahun, Joni Eareckson Tada mengalami kecelakaan karena meloncat di pantai yang ternyata berair dangkal. Ia pun lumpuh total. Awalnya, ia putus asa dan marah pada Tuhan. Berkat dukungan keluarga dan orang terdekat, sema-ngatnya kembali bangkit. Joni tetap lumpuh, tetapi  pengalaman hidup dan keteguhan hatinya menginspirasi jutaaan orang. Ia banyak melukis dengan menggunakan mulut dan melahirkan lebih dari 30 buku laris. Ia juga mendirikan “Joni and Friends”, oranganisasi internasional bagi para tunadaksa. Dalam mengikuti Tuhan, Rasul Paulus mengakui ada begitu banyak penderitaan yang ia alami. Sakit penyakit, berkali-kali dianiaya dan dipenjara, ditolak, mengalami karam kapal, adalah penderitaan yang pernah menderanya. Meskipun demikian, ia berkata bahwa pende-ritaan yang dialaminya tidak dapat dibanding-kan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepadanya (ay. 18). Ia juga berkata bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (ay. 28). Semua penderitaan itu dimaknai Paulus sebagai jalan menuju kemuliaan dan kebaikan yang kelak akan diterimanya dari Allah. Tidak mudah memahami hal buruk yang terjadi dalam hidup kita. Alih-alih bersyukur, lebih gampang   bagi  kita  untuk  mengeluh.  Allah Bapa kita, memahami situasi kita dan tidak akan mencelakakan kita. Firman-Nya tak pernah gagal! Dia menghendaki agar kita percaya pada-Nya bahwa di ujung penderitaan, orang yang mengasihi-Nya akan mengalami kebaikan dan kemenangan. SEKALIPUN TAMPAKNYA KITA TIDAK MELIHAT SESUATU YANG BAIK, NAMUN TUHAN TETAP MELAKSANA-KAN JANJI-NYA. Pagii... Tuhan Yesus memberkati.

JESUS BLESS


No comments:

Post a Comment