Mazmur 139:23, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah
hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.” Undanglah DIA untuk
menyelidiki & membersihkan setiap sudut dari hidup kita. Berjalanlah
bersama DIA dengan integritas yang utuh Semangat...
Respon 1
SAAT TEDUH. Kamis, 23 Oktober 2014. Pengampunan VS
Penghukuman. Akulah terang dunia; siapa saja yang mengikut Aku, ia tidak akan
berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan.
(Yohanes 8:12) Benarkah kejahatan bakal sirna bila pelaku kejahatan dihukum
seberatberatnya? Apakah itu akan menimbulkan efek jera bagi orang lain yang
berencana berbuat jahat? Kejahatan-dalam bentuk paling ringan sampai paling
sadis-telah hadir setua umur manusia yang terjerembab dalam dosa. Sebab,
manusia hidup berpaling dari Allah, Sang Pencipta. Dan, peradaban manusia-dari yang
paling primitif sampai yang paling modern-sudah menerapkan sistem hukuman, dari
yang paling sadis sampai yang paling bermartabat. Namun sesungguhnya, hukuman
tersebut tidak menimbulkan efek jera. Dari pelayanan ke penjara Tim Renungan
Harian, bahkan didapati kondisi yang sebaliknya. Pelaku kejahatan ringan, yang
tinggal satu sel dengan narapidana lain, malah bisa mempelajari teknik
kejahatan yang lebih canggih untuk diterapkan selepas masa hukuman. Namun, tak
sedikit dari para penjahat yang terhukum seumur hidup, justru mengalami
perubahan hidup. Mereka mengalami pertobatan sejati dan perilakunya pun
sungguh-sungguh berubah. Sejarah mencatat, penjahat nomor wahid pun akan takluk
ketika Kristus menjamah hidupnya dan bersabda, “Aku pun tidak menghukum
eng-kau. Pergilah dengan selamat dan jangan berbuat dosa lagi.” Mengapa? Dalam
dosa ada kuasa yang menjerat pelakunya. Hanya Kristus, sang penebus
dosa, yang mampu membebaskan. Dialah Terang Dunia yang sesungguhnya, yang
memberi terang hidup pada pendosa yang tinggal dalam kegelapan dan kejahatan,
asal si pendosa mau menerima-Nya. DOSA DITUNTASKAN DENGAN PENGAMPUNAN, BUKAN
DENGAN PENGHUKUMAN. Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
“Perabot rumah terbaik adalah saat teduh bersama Tuhan dan
saling pengertian di antara penghuninya.”" Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Syalom. Amin... “hanya yang
berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku,
maka Aku akan menjadi Allahmu dan
kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan
kepadamu, supaya kamu berbahagia!” (Yeremia 7:23). Terima kasih ibu Siu,
selamat beraktivitas. TUHAN selalu memberkati.
No comments:
Post a Comment