Karakter Kristus akan nyata dalam perkataan, perbuatan,
kasih, kesetiaan, & kekudusan kita bila gaya hidup Kristus sudah
menjadi gaya hidup kita. Oleh karenanya: Turutilah teladanku... (Rasul
Paulus). 1 Kor 2:15b-16, “tetapi ia
sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: ‘Siapakah yang mengetahui pikiran
Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?’ Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”
Semangat & lakukan seperti apa yang sudah Rasul Paulus
teladankan bagi setiap kita. Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Rabu, 22 Oktober 2014. Ujian Kasih. Aku
memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama
seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
(Yohanes 13:34) Seorang suami tertangkap basah oleh istrinya ketika sedang
berselingkuh. Tak pelak lagi sang istri sangat kecewa. Oleh nasihat seorang
konselor pernikahan, mereka meninggalkan aktivitas rutin dan pergi berdua
selama beberapa hari. Melewatkan waktu bersama, berdoa, dan bercakap-cakap
serta mendengar satu sama lain. Suatu malam, sang suami menemukan sepucuk kartu
di atas bantal. Di sana tertulis, “Lebih baik saya melakukan sesuatu
bersamamu daripada tidak
bersama dirimu.
Aku memaafkanmu. Tetaplah bersama.” Pada seminggu terakhir
sebelum Yesus dibunuh, Dia memberi perintah tentang bagaimana mempraktikkan
kasih. Dia memerintahkan murid-murid untuk saling mengasihi sama seperti Dia
mengasihi mereka. Selama ini para murid telah melihat bagaimana Sang Guru
mengampuni banyak orang. Mereka telah mengamati bagaimana Dia membalas
perlakuan dingin dan tuduhan tidak benar dengan kelemahlembutan. Mereka pun
paham bahwa Dia menghendaki mereka untuk mengasihi dengan kesabaran,
pengampunan, dan kebaikan seperti yang sudah ditunjukkan-Nya. Mengasihi
pasangan atau siapa pun juga pada akhirnya memang sebuah pilihan. Ketika kita
dicobai untuk membalas perlakuan tidak adil orang lain atau mengumbar kejelekan
orang yang telah melukai kita, hendaklah kita memandang pada Yesus, yang pernah
mengalaminya, tetapi memilih jalan yang berbeda. Kasih
tidak semata-mata berupa kata-kata manis. Kasih menjadi nyata dalam pilihan-pilihan
sulit yang kita ambil setiap hari. ISU FUNDAMENTAL DALAM KEHIDUPAN DAN KITAB
SUCI ADALAH KEMAMPUAN DAN KERELAAN UNTUK MENGAMPUNI SEPERTI ALLAH.—Ike
Reighard. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
“Kebahagiaan bukan ditentukan oleh seberapa baik pasangan
kita tapi seberapa baik kita mengendalikan diri kita sendiri.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 3
Yer 29:12, “Apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa
kepada TUHAN, maka TUHAN akan mendengarkanmu.” DIA menjamin doa kita pasti
dijawab tepat pada waktuNya. Ayo doa, doa dan doa! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Malang.
No comments:
Post a Comment