The Power Of
Negative Words
(Diambil dari Khotbah Ps. Elisa Soetopo,
Alfa
Omega Church,
13
Juli 2014)
Semua orang
menjalani kehidupan ini, kita mendengar, mengamati, menerima, bahkan
mengucapkan, hal yang bagi banyak orang sepele, tapi berbahaya, yaitu NEGATIVE WORDS (Kata Negatif). Negative Words bisa tular menular,
sambung menyambung, merusak kehidupan kita secara total.
KARENA:
Kata-kata yang kita gunakan akan menjadi
kebiasaan dan kata-kata yang menjadi kebiasaan akan mempengaruhi apa yang kita
lakukan.
Pernahkah Anda
menyadari:
- Mengapa saya
begitu mudah menjadi tidak bersemangat?
- Mengapa saya
menunda-nunda pekerjaan dan pelayanan?
- Mengapa saya makan
ketika saya tidak lapar?
- Mengapa saya
diam-diam berharap orang lain akan gagal?
- Mengapa saya
sendirian bahkan ketika dikelilingi orang?
- Mengapa saya
selalu mengeluh, mencela, dan melihat sisi negative dari segala sesuatu?
- Mengapa saya tidak
mau menaati firman Tuhan?
- Mengapa saya
selalu merasa frustasi, sendiri, gagal?
- Hasil kerja dan
hasrat untuk mencapai sesuatu menjadi lemah?
- Tidak mampu
bersosialisasi dan cenderung senang menyendiri?
- Mengapa saya
melahirkan sifat ragu, emosional, dengki, dan benci?
Banyak dampak
negatif yang terjadi dalam hidup kita, yang dimulai dari 1 hal sepele, yaitu KATA NEGATIF (NEGATIVE WORDS).
ELEANOR ROOSEVELT:
“Manusia mungkin
berbuat salah tetapi yang tidak dibenarkan adalah mempertahankan sesuatu yang
negatif dan mengulanginya hingga menjadi kebiasaan.”
Kata kebiasaan
dalam bahasa Inggrisnya adalah habit
yang berasal dari bahasa Latin yaitu to
hold or live in.
To hold artinya: Memegangi, menahan, menyimpan –
sehingga kita live in (tinggal, hidup) dalam sebuah kebiasaan (entah itu
kebiasaan baik atau kebiasaan buruk). Kebiasaan adalah sesuatu yang terjadi
berulang-ulang, sehingga secara alami menjadi bagian hidup kita.
Pada kenyataannya,
penting sekali bagi kita untuk membentuk kebiasaan yang baik, agar kita bisa
lebih bahagia, bahkan lebih bertumbuh dan berbuah secara pribadi dan juga dalam
perjalanan kita bersama Tuhan.
Kata negatif yang
muncul dalam pikiran kita, di perasaan kita, di mulut kita, menghasilkan akibat internal (internal consequences) dalam hidup kita, sebelum akhirnya keluar
dari diri kita dan merambat ke area-area hidup kita, termasuk kepada orang
lain.
Dijelaskan, total
jumlah kata-kata dalam Bahasa Inggris ada 750.000. Dari jumlah tersebut, kata
yang kita pakai sebagai kebiasaan kita: 500-2.000 kata. (Yes, semua kita
kata-katanya dan bahasa-bahasanya seputar itu-itu saja, sampai kita belajar
bahasa yang baru) Dilanjutkan oleh Roger’s Thesaurus, ada 3.000 kata yang mengekspresikan
emosi yang berbeda-beda. Dari jumlah tersebut, ada 1.051 kata untuk
mengekspresikan perasaan positif dan 2.286 untuk mengekspresikan perasaan
negatif. Bayangkan dampaknya dalam hidup kita!
Mazmur 39:2 berkata:
“…Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak
menahan mulutku dengan kekang…”
Amsal 21:23, “Siapa
memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.”
- Dari kata negatif: KAPASITAS HATI KITA JADI SEMPIT.
Kalau kapasitas hati
sempit, Anda jadi orang yang sukar. Sukar bergaul, sukar berada dalam hubungan
yang sehat, tidak percaya, sukar belajar, sukar berhasil, sukar melayani, dsb.
Efesus 4:29, Paulus mengingatkan: “…pakailah perkataan yang baik untuk
membangun…”
- Dari kata negatif: VISI KITA JADI SEMPIT.
Ketika orang lain
tanpa sengaja merendahkan kita, menekan kita sampai visi misi kita tentang
keluarga, pekerjaan, pelayanan, komsel mengecil karena kata-kata negatif.
Apa yang harus Anda
lakukan?
Tinggalkan kata-kata
negatif di belakang Anda dan terus maju dalam perjalanan hidup Anda!
- Dari kata negatif: PERSPECTIVE KITA JADI SEMPIT.
Menjaga perspective Anda tentang keluarga,
pekerjaan, pelayanan, gereja, Tuhan dan komsel! Adalah salah satu senjata untuk
tetap kuat dalam perjalanan hidup ini!
Konklusi: Mau memelihara hidup Anda dari kesukaran?
Do yourself a favor
(tolonglah diri Anda): Jagalah diri kita dari kata-kata negatif. God wants you to have a good life. Mulai
membangun kebiasaan yang baik, ganti kata-kata negatif dengan kata-kata
positif.
No comments:
Post a Comment