2 Raja Raja 5:1-14:
‘Cerita yang membawa Perubahan’.
Cerita tentang seorang Gadis / pelayan kepada Nyonyanya: tentang seorang Nabi (Elisa) yang bisa menyembuhkan (Naaman).
Memberitahukan kepada kita: Miliki KEBERANIAN untuk mulai bersaksi,
maka Tuhan yang akan memberi kita KUASA,
sehingga akan ada banyak PERUBAHAN HIDUP
yang terjadi! Sudahkah kita bersaksi kepada mereka yang
membutuhkan Juruselamat?? Kabar Baik
itu terlalu indah kalau hanya disimpan untuk diri sendiri, amin.
Respon 1
Amsal 10:3a.
TUHAN tidak membiarkan orang benar
menderita kelaparan! Yuuk jadi orang benar (hatinya cocok dengan hati-NYA). Dijamin
hidupnya dipelihara TUHAN! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
2 Raja2 5:1-14 menceritakan tentang pelayan yang berani
memberi saran pada tuannya (Naaman) yang sedang sakit untuk menemui Nabi Elisa untuk
disembuhkan. Dari kisah ini bisa diliat bahwa untuk membawa kabar baik itu
tidak harus orang hebat (hanya Seorang pelayan), punya kesaksian hidup (pelayan
ini dengan yakin menyarankan brarti dia sudah pernah mengalami sesuatu), tidak
ragu dan tidak takut salah (pelayan ini tidak peduli apa yang akan terjadi
setelah tuannya bertemu Nabi Elisa). Untuk menjadi saksi Tuhan kita semua bisa
melakukannya, tidak harus menunggu kita jadi orang hebat, jadi orang pintar,
jadi orang yang dipandang orang, yang penting adalah kita
punya pengalaman berjalan bersama dengan
Tuhan dan mengalami kebaikan Tuhan. Bukankah setiap saat setiap waktu kita
mengalami kebaikan Tuhan? Jadi itu sudah cukup untuk kita bisa menjadi saksi
Tuhan supaya orang lain bisa mengenal Tuhan dan memperoleh keselamatan.
Semangaaaatt..!!!!
Respon 3
Syalom. “Ketika aku
berpikir: Kakiku goyang, maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku. Apabila
bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.
(Mazmur 94:18-19). Selamat beraktivitas kiranya Tuhan selalu memberkati ibu Siu
dan Keluarga.
Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu, 21 Mei 2014. “Tapi aku sekali-kali
tidak mau bermegah, SELAIN DALAM SALIB Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku & aku bagi
dunia.” [Gal 6:14-18] Salib kita Esensi hidup Kekristenan. Memang karena Salib kita
bisa menikmati kemerdekaan, berkat, semua yang terbaik yang Tuhan janjikan, tapi
'bukan DAMPAK dari karya Salib' itu yang menjadi pusat segala sesuatu dalam
hidup. Bahkan hal-hal lahiriah yang berwarna rohani sekalipun tidak menjadi
Lebih Penting dr SaLib itu sendiri. “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak
ada artinya, tetapi menjadi CIPTAAN BARU, itulah yang ada artinya.” (ay. 15)
Kita yang menyebut diri sebagai umat tebusan, yang mengakui karya Salib, seharusnya
Salib menjadi: Pusat hidup, cara hidup, dasar segala pikiran & perilaku. Inilah
makna hidup dalam Kristus yang sebenarnya, Salib, bukan dampaknya. ‘Dan semua orang,
yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya Damai
Sejahtera & Rahmat atas mereka.... sebagai milik Allah’ [Gal 6:16]
Hati-hati, jangan sampai makna hidup kekristenan bergeser dari Pusatnya: mengejar untuk
hidup, menikmati Dampak (berkat & kemerdekaan/kebebasan) lebih dari hidup oleh
Salib itu sendiri, hidup berpusatkan pada Dampak lebih dari hidup dengan cara
hidup Salib, hanya ingat untuk mengejar berkat tapi lupa harus hidup salibkan
daging, fokus meninkmati kemerdekaan karena kasih karunia tapi lupa untuk Grow /
bertumbuh oleh didikan, terobsesi untuk memiliki semua karunia & kuasa sebagai
Dampak dari karya Salib Kristus tapi lupa untuk jadi teladan. Hidup oleh Salib
(pikul Salib, salibkan daging) jauh lebih penting daripada hidup menikmati
Dampak dari karya Salib. Selamat pagi. God bless you.
No comments:
Post a Comment