Wednesday, 21 May 2014

21 Mei 2014


2 Raja Raja 5:1-14: ‘Cerita yang membawa Perubahan’. Cerita tentang seorang Gadis / pelayan kepada Nyonyanya: tentang seorang Nabi (Elisa) yang bisa menyembuhkan (Naaman). Memberitahukan kepada kita: Miliki KEBERANIAN untuk mulai bersaksi, maka Tuhan yang akan memberi kita KUASA, sehingga akan ada banyak PERUBAHAN HIDUP yang terjadi! Sudahkah kita bersaksi kepada mereka yang membutuhkan Juruselamat?? Kabar Baik itu terlalu indah kalau hanya disimpan untuk diri sendiri, amin.

Respon 1
Amsal   10:3a.   TUHAN   tidak   membiarkan orang benar menderita kelaparan! Yuuk jadi orang benar (hatinya cocok dengan hati-NYA). Dijamin hidupnya dipelihara TUHAN! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
2 Raja2 5:1-14 menceritakan tentang pelayan yang berani memberi saran pada tuannya (Naaman) yang sedang sakit untuk menemui Nabi Elisa untuk disembuhkan. Dari kisah ini bisa diliat bahwa untuk membawa kabar baik itu tidak harus orang hebat (hanya Seorang pelayan), punya kesaksian hidup (pelayan ini dengan yakin menyarankan brarti dia sudah pernah mengalami sesuatu), tidak ragu dan tidak takut salah (pelayan ini tidak peduli apa yang akan terjadi setelah tuannya bertemu Nabi Elisa). Untuk menjadi saksi Tuhan kita semua bisa melakukannya, tidak harus menunggu kita jadi orang hebat, jadi orang pintar, jadi orang yang dipandang orang, yang penting  adalah  kita  punya  pengalaman berjalan bersama dengan Tuhan dan mengalami kebaikan Tuhan. Bukankah setiap saat setiap waktu kita mengalami kebaikan Tuhan? Jadi itu sudah cukup untuk kita bisa menjadi saksi Tuhan supaya orang lain bisa mengenal Tuhan dan memperoleh keselamatan. Semangaaaatt..!!!!

Respon 3
Syalom. “Ketika aku berpikir: Kakiku goyang, maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku. Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku. (Mazmur 94:18-19). Selamat beraktivitas kiranya Tuhan selalu memberkati ibu Siu dan Keluarga.

Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu, 21 Mei 2014. “Tapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, SELAIN DALAM SALIB Tuhan kita Yesus Kristus, sebab  olehnya  dunia  telah disalibkan bagiku & aku bagi dunia.” [Gal 6:14-18] Salib kita Esensi hidup Kekristenan. Memang karena Salib kita bisa menikmati kemerdekaan, berkat, semua yang terbaik yang Tuhan janjikan, tapi 'bukan DAMPAK dari karya Salib' itu yang menjadi pusat segala sesuatu dalam hidup. Bahkan hal-hal lahiriah yang berwarna rohani sekalipun tidak menjadi Lebih Penting dr SaLib itu sendiri. “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi CIPTAAN BARU, itulah yang ada artinya.” (ay. 15) Kita yang menyebut diri sebagai umat tebusan, yang mengakui karya Salib, seharusnya Salib menjadi: Pusat hidup, cara hidup, dasar segala pikiran & perilaku. Inilah makna hidup dalam Kristus yang sebenarnya, Salib, bukan dampaknya. ‘Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya Damai Sejahtera & Rahmat atas mereka.... sebagai milik Allah’ [Gal 6:16] Hati-hati, jangan sampai makna hidup kekristenan bergeser dari Pusatnya: mengejar untuk hidup, menikmati Dampak (berkat & kemerdekaan/kebebasan) lebih dari hidup oleh Salib itu sendiri, hidup berpusatkan pada Dampak lebih dari hidup dengan cara hidup Salib, hanya ingat untuk mengejar berkat tapi lupa harus hidup salibkan daging, fokus meninkmati kemerdekaan karena kasih karunia tapi lupa untuk Grow / bertumbuh oleh didikan, terobsesi untuk memiliki semua karunia & kuasa sebagai Dampak dari karya Salib Kristus tapi lupa untuk jadi teladan. Hidup oleh Salib (pikul Salib, salibkan daging) jauh lebih penting daripada hidup menikmati Dampak dari karya Salib. Selamat pagi. God bless you.

No comments:

Post a Comment