Kisah Para Rasul
9:36, “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita -- dalam bahasa
Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”
Allah Rindu kita berbuat baik / menaruh belas kasihan. “Mujur orang yang
menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya
dengan sewajarnya.” (Mazmur 112:5) kepada orang orang yang membutuhkan, karena
hati-Nya pun menaruh belas kasihan kepada kita, Amin! Kebaikan adalah wujud nyata
dari iman kita, sudahkah kita berbuat baik hari ini?
Respon 1
Kisah Para Rasul
9:36-40, bercerita tentang seorang perempuan bernama Dorkas / Tabita. Seorang
businesswoman yang sangat murah hati. Dia mau menolong banyak orang. Sehingga
ketika dia meninggal banyak orang yang kehilangan dan sedih. Dari firman ini
kita diingatkan. Apa yang sudah kita lakukan selama kita hidup. Apakah hidup
kita berdampak pada lingkungan kita? Apakah yang akan mereka nilai ketika kita
dipanggil Tuhan? Cerita hidup kita ini bisa dilihat orang disekeliling kita dan
bisa membuat orang-orang itu ingin menjadi seperti kita. Jadi buatlah cerita yang
menggambarkan Kristus dalam hidup kita supaya banyak orang yang ingin mengenal
Kristus melalui cerita hidup kita. Satu tindakan lebih berpengaruh daripada
1000 kata-kata. Happy Friday.
Respon 2
Tetapi tanpa iman
tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada
Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada
orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibrani 11:6). Iman kita percaya bahwa
Allah itu ada sekalipun kita tidak merasakannya.
Respon 3
PATUNG TELANJANG. Bacaan: 1 Korintus 12:12-31. Nats: supaya
jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang
berbeda itu saling memperhatikan. (1 Korintus 12:25). Ketika akan berkhotbah,
pendeta memajang patung perempuan telanjang. Jemaat berbisik-bisik. Beberapa
wajah menunjukkan sikap protes. Pendeta itu bertanya, “Bagaimana penampilan
patung ini?” Beberapa jemaat menjawab: tidak sopan, terlalu vulgar, tidak
menarik, mengerikan, dll. “Kalau
menurut Anda itu tidak baik, lakukanlah sesuatu untuk memperbaikinya. Bangkit
dan tinggalkan tempat duduk Anda!” tantangnya. Ternyata, di samping patung itu,
pendeta telah menyiapkan perlengkapan untuk mendandaninya. Seorang jemaat maju
dan mengenakan baju. Yang lain memasangkan wig. Yang lain lagi memakaikan ikat
pinggang, mengoleskan gincu, dan memberi bedak. “Sekarang, bagaimana?” tanya
pendeta. Hampir semua jemaat menjawab, patung itu jadi lebih menarik. “Seperti
itulah gereja kita!” kata pendeta. “Jika Anda hanya mengkritik kekurangannya,
tidak akan terjadi apa-apa. Anda bahkan hanya memperburuk situasi. Yang
diperlukan adalah bangkit dan meninggalkan tempat duduk Anda. Lakukan sesuatu.
Jika semua jemaat berbuat seperti itu, gereja kita akan menjadi indah.” Paulus
menegur jemaat Korintus yang terancam bahaya perpecahan karena
masing-masing anggota mementingkan
diri sendiri dan menyombongkan karunia mereka. Paulus menegaskan bahwa Gereja adalah
Tubuh Kristus, yang terdiri dari banyak anggota. Masing-masing anggota harus
saling memperhatikan, demi kesejahteraan bersama, untuk kemuliaan Tuhan.
Bagaimana Anda berperan dalam membangun gereja Tuhan? Jika anda melihat kekueangan
dalam Gereja, orang lain, suami, istri, anak, dll bisa jadi anda dipanggil
untuk memperbaikinya.
No comments:
Post a Comment