Pernahkah
Anda berpikir tentang kelemahan-kelemahan yang Anda miliki dan hal tersebut
membuat Anda sedih dan tawar hati? Atau ketika kita melakukan kesalahan secara
tidak sengaja sehingga hal itu membuat kita melihat kondisi yang ada bukan dari
kacamata Tuhan tapi dengan pengertian sendiri?
Mungkin
pikiran atau pengetahuan kekristenan kita tahu bahwa di dalam firman Tuhan ada
banyak pahlawan-pahlawan Tuhan yang hadir dari seseorang yang bukan siapa-siapa
bahkan sangat penuh dengan kekurangan. Sebut saja Daud, Yeremia, Simon Petrus,
Rut, dsb. Namun di dalam hati kita yang paling dalam, kita tidak benar-benar
yakin bahwa Ia sanggup merubah kita seperti Ia mengubah orang-orang pilihanNya
dulu.
Tapi
hari ini biarlah setiap kita diubahkan paradigmanya oleh kuat kuasa Roh Kudus,
yaitu bagaimana kita melihat setiap kele-mahan, kegagalan, dan kekurangan kita!
Saya sangat terberkati dengan firman Tuhan yang dibagikan Tanggal 11 Mei 2014,
pada waktu itu Pastor kita mengatakan, “Kelemahan-kelemahan anda /
ketidaksempurnaan anda, bukan cerita sampah. Tetapi kelemahan-kelemahan anda
berharga di hadapan Tuhan, dan Tuhan bisa pakai untuk kemuliaan-Nya!” Kita mungkin malu dengan kelemahan atau
ketidaksempurnaan kita, tapi Tuhan tidak. Ia memandangnya berharga dan
dijadikan alatNya. Ayo, setiap kita belajar untuk andalkan Tuhan selalu, “Sesungguhnya,
tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak
kurang tajam untuk mendengar.” (Yesaya 59:1) Dia bukanlah Allah yang jauh dan
tidak dapat ditemui, Ia adalah Bapa yang hangat
dan peduli dengan setiap detail kehidupan kita, “bahkan rambut kepalamupun terhitung
semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak
burung pipit.” (Lukas 12:7)
Bila di antara kita masih ada yang berkecil
hati, inilah jawab Tuhan bagi kita: “‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab
justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka
aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Kor
12:9)
Jangan
pernah menyerah, tetaplah selalu berharap padaNya. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment