Wednesday, 28 May 2014

28 Mei 2014



Bahan Renungan 28 Mei 2014: Yohanes 4:1-30. BERSAKSI sebagai Gaya Hidup. Air hidup itu adalah Yesus Kristus sendiri, bagi kita yang menerima-Nya akan mendapat hidup yang kekal, bahkan dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya    akan    mengalir   aliran-aliran   air hidup.” (Yohanes 7:38). Biarlah sebagai orang percaya kita mau membawa kabar tentang Yesus Sang AIR HIDUP itu bagi dunia yang haus & memberitakan kabar baik itu akan menjadi gaya hidup kita sehingga orang lain rindu menerima air hidup itu, Amin!


Respon 1
Renungan Pagi. Rabu, 28 Mei 2014. Bahan: Ezra 7-9. Nats: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku (Mazmur 23:4). SUNGAI DI GURUN. Bacaan: Kejadian 43:1-14. Barangkali banyak orang kristiani sudah mengetahui kisah di balik penulisan lagu It Is Well with My Soul (Nyamanlah Jiwaku). Lagu itu menggambar-kan iman yang luar biasa dari sang penulis, Horatio G.Spafford. Ia bangkit untuk menuliskan  lagu ini di tengah rasa duka yang mendalam, yakni saat ia harus kehilangan empat anaknya yang tenggelam di Samudra Atlantik. Ya, di tengah permasalahannya yang besar Spafford tetap dapat melihat penyertaan Tuhan di dalam hidupnya, sehingga berulang kali ia mengatakan, “Nyamanlah jiwaku, nyamanlah jiwaku.” Yakub adalah sosok yang mengalami banyak rasa duka di masa tuanya. Setelah anak kesayangannya, Yusuf, dikabarkan mati, kini ia harus bersiap-siap kehilangan anak bungsunya, Benyamin. Ia tahu hal itu sangat sulit bagi dirinya, bahkan ia pun menyebut apa yang dialaminya sebagai malapetaka (Ayat 6). Di tengah segala rasa duka yang berat di hatinya, Yakub masih mengingat dan tetap berharap bahwa Allah yang Mahakuasa tetap menyertai dirinya dan juga anak-anaknya (Ayat 14). Di tengah susah dan beratnya hidup ini, kita perlu tetap belajar menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Kemahakuasaan-Nya akan tetap   menyertai   anak-anak-Nya.  Inilah  hal yang harus selalu kita ingat dan syukuri. Memang kita sering “tidak melihat” tangan Tuhan beserta kita, tetapi bukan berarti Tuhan tidak beserta kita. Barangkali Tuhan mem-biarkan kita hanya melihat padang gurun yang gersang, tetapi sesungguhnya Dia telah menyiapkan sungai di depan kita. Di tengah kesuliatan apa pun ingatlah akan penertaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 2
Syalom. Amin. “dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” (Efesus 1:17). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas kiranya Tuhan selalu memberkati.

Respon 3
MOTHER. Tidak dapat disangkal, pengaruh terbesar dalam dunia bukanlah para presiden,

tetapi para ibu. Kata William Ross Wallace, “The hand that rocks the crkitae is the hand that rules the world” (tangan yang menggoyang-goyangkan buaian kita tangan yang mengatur/memerintah dunia.” Berikut ini para tokoh dunia dan ibu mereka: MARTIN LUTHER KING JR'S MOM - A OF VALUE. Perjuangan Martin Luther King Jr melawan rasisme di Amerika dimulai saat ia kecil, ketika ibunya berkata, “Selalu ingat bahwa kamu sama baiknya dengan orang lain.” PABLO PICASSO'S MOM - A MOM OF EXCELLENCE. “Ibuku berkata padaku, “Kalau kamu jadi tentara, kamu akan menjadi seorang jenderal. Kalau kamu menjadi biarawan, kamu akan menjadi Paus.” Tetapi saya menjadi pelukis, dan saya menjadi Picasso.” ABRAHAM LINCOLN'S MOM - A PRAYING MOM. “Saya ingat doa-doa ibu saya, dan hal itu selalu mengikuti saya. Doa-doa itu menempel pada saya seumur hidup saya. Seseorang yang memiliki ibu yang cinta Tuhan, tidak miskin.” (No man is poor who has a Godly mother). WILMA RUDOLF'S MOM - A MOM OF FAITH. Wilma Rudolf memenangi tiga medali emas pada Olimpiade 1960, dan disebut sebagai perempuan tercepat di dunia. Wilma Rudolf sebenarnya mengenakan penopang besi di kakinya hingga ia berusia sembilan tahun. Ia berkata, “Para dokter berkata bahwa saya tidak akan bisa berjalan lagi. Ibu saya berkata saya bisa. Saya percaya perkataan Ibu saya. Seorang ibu memegang tangan anaknya untuk sementara, tetapi memegang hati mereka selamanya. (Unknown)


Respon 4
Apakah engkau mau hidupmu berhasil dan beruntung? Merenungkan Firman siang dan malam adalah kuncinya. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau   bertindak   hati-hati   sesuai   dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yosua 1:8).


Respon 5
Amin. Terima kasih Tante selalu setia membagikan renungan-renungan yang sangat bermanfaat & berdampak positif.

No comments:

Post a Comment