Kejadian 39:2, “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam
pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.” Ayat 13-17, “Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam
tangannya dan telah lari ke luar, dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya
kepada mereka: “Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat
mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku
berteriak-teriak dengan suara keras. Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak
sekeras-kerasnya, ditinggalkannya-lah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”
Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang. Perkataan
itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: “Hamba
orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.”
Dan Ibrani 11:22, “Karena iman maka Yusuf
menjelang matinya memberitakan tentang
keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan
tentang tulang-belulangnya.”
Ketika kita mengalami penderitaan atau keragu-raguan mulai mengancam iman kita,
apakah yang menjadi kekuatan bagi kita? Iman kita mungkin lemah tetapi jika
iman disandarkan pada janji Allah & penyertaan-Nya yang sempurna itu, maka
Dia akan menjaga kita tetap aman, Amin!
Respon 1
Selasa, 6 Mei 2014. Bacaan: Ibrani 10:1-18. Setahun: 2
Raja-Raja:14-15. Nats: Tetapi justru dengan kurban-kurban itu setiap tahun
orang diperingatkan akan adanya dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan
atau darah kambing jantan menghapuskan dosa. (Ibrani 10:3-4) MEKANIK
KEBINGUNGAN. Kare-na motor saya mogok, saya membawanya ke bengkel. Setelah
mekanik memeriksanya, ia menjelaskan masalahnya, lalu mulai memper-baikinya. Namun, setelah
lebih dari satu jam, ia terlihat
kebingungan. Kembali ia menje-laskan kerusakan motor dan sistem kerjanya. “Apakah
Abang bisa memperbaikinya?” tanya saya tegas. Ia pun mengaku tidak sanggup
mengerjakannya, masalah itu harus ditangani orang yang lebih ahli. Artinya,
saya perlu ke bengkel lain. Umat Allah dalam Perjanjian Lama (PL) diperintahkan
untuk melakukan beragam pengurbanan untuk penghapusan dosa. Tanpa pencurahan
darah tidak ada pengampunan (Ibrani 9:22). Selain kurban harian, seorang imam
besar juga melakukan persembahan untuk segenap umat Allah setiap tahun. Dalam
terang Perjanjian Baru, kita diberi tahu bahwa sebenarnya semua itu hanyalah
bayangan. Wujud aslinya adalah pengurbanan Tuhan Yesus di kayu salib, satu kali
untuk selamanya. Kurban-kurban dalam PL tidak dapat menghapuskan dosa, namun
berfungsi sebagai pengingat bahwa dosa-dosa mereka harus dibereskan oleh Tuhan.
Semua ajaran di dunia berusaha
menuntun manusia menjadi baik agar
dapat mencapai surga dengan usaha sendiri. Mereka sadar adanya dosa yang harus
diatasi, dan-seperti mekanik tadi, mereka terus-menerus berupaya memper-baikinya,
namun tidak sanggup. Allah tahu, kita memang tidak sanggup membebaskan diri
dari dosa. Karena itulah Dia mengambil rupa kita dalam Kristus, menjadi kurban
yang sejati, dan menyucikan kita dari semua dosa. -- Hembang Tambun. Allah
adalah mekanik terbaik untuk mengatasi masalah manusia karena dialah yang
menciptakan kita.
Respon 2
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan
jangan geselamatar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berja-lan
menyertai engkau; Ia tidak akan membiar-kan engkau dan tidak akan meninggalkan
engkau.” (Ulangan 31:6). Tidak salah jika kamu merasa takut, namun akan salah
jika membiarkan rasa takut itu menjadi kata akhir dalam hidupmu. Ingat!
Ada Tuhan yang berjalan menyertaimu.
No comments:
Post a Comment