Friday, 16 May 2014

16 Mei 2014


Matius 9:10, “Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid- murid-Nya.” Saat dosa dan kegagalan memutuskan hubungan kita dengan Allah & membuat kita berhenti melayani-Nya maka pengakuan dosa menjadi jalan keluar untuk kembali. 1Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Melalui pengakuan dosa Ia akan menyucikan kita & menerima pemulihan-Nya yang indah, yang terhebat dari segalanya, Amin.

Respon 1
Saat emosi sedang tinggi, biasanya akal tidak mau berpikir dengan sehat, mulut ingin mengucapkan hal-hal pedas, tangan ingin memberikan pelajaran pada orang yang telah membuat emosi. Akibatnya, seringkali kita merasakan dampak negatif saat emosi itu dibuang dengan seenaknya. Jika saat ini pemerintah DKI Jakarta khususnya menggalakkan program “Buanglah sampah pada tempatnya”, kita pun harus membuang sampah rohani kita ke tempat yang benar. Akar pahit, kekecewaan, amarah, dendam, iri hati, dan perasaan buruk lainnya itu harus dibuang. Jika tidak akan menjadi kotoran di dalam hati kita dan menumpuk sampai akhirnya tak dapat ditampung lagi. Saat emosi negatif itu datang, cobalah tips yang diberikan Yakobus ini. Lambatlah dalam hal berkata-kata apalagi marah. Tapi dengarkan dulu orang lain. Dengarkan dulu perkataannya dan apa yang dia mau. Mengapa kesalahpahaman bisa terjadi sehingga ada perselisihan tsb. Perbanyaklah mendengar dan redakan hati yang panas dengan fokus kepada Tuhan. Hal itu tidak datang dengan sendirinya, tapi harus kita   pelajari.  Semakin  banyak  kita  belajar, semakin cepat kita mampu membuang emosi pada tempat yang tepat, dengan cara yang tepat, dan pada maksud yang tepat pula. Good morning. Have a nica day God bless you.


Respon 2
Syalom. Amin. Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.” (Mazmur 31:24). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati Ibu dan keluarga.

Respon 3
“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12) Kita  tidak  perlu  berjalan  dalam  kegelapan, karena ada Yesus.



No comments:

Post a Comment