Yohanes 1:42, “Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang
dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas
(artinya: Petrus).”” Apakah cerita kehidupan masa lalu kita adalah kehidupan
yang tidak sempurna seperti Kefas / Petrus? Ingat kah momen pertama kali kita
berjumpa secara pribadi dengan Yesus, saat hidup kita berbalik dari cara hidup yang lama? Kepada hidup
yang diubahkan. Bimbing kami ya Tuhan untuk terus mau diubahkan serupa dengan
Engkau, Amin!
Respon 1
Di dalam kasih tidak
ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan
mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1
Yohanes 4:18) Yesus berkata supaya kita tinggal daam kasih-Nya.
Respon 2
Praise God. “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar
adalah murid-Ku.” (Yohanes 8:31). Tetap dalam firman. Tetap, bertahan dari awal
sampai akhir. Tetap, tidak berpindah tempat. Tetap, tidak berubah. Tetap,
terus-menerus. Inilah yang Tuhan inginkan: Tetap di dalam firman-Nya, artinya
kita mendasarkan hidup kita pada firman Tuhan, dengan cara Alkitab
harus menjadi
standar yang berkuasa
dalam hidup kita, Alkitab harus menjadi kompas yang kita andalkan untuk
menunjukkan arah, menjadi nasihat yang kita dengarkan untuk membuat keputusan,
menjadi patokan yang kita gunakan untuk mengevaluasi segalanya. Alkitab harus
selalu menjadi firman yang pertama, terakhir & satu-satunya dalam hidup kita.
Banyak kesulitan yang kita hadapi terjadi karena kita mendasarkan pilihan kita pada
kuasa yang tidak dapat diandalkan: Budaya = Semua orang melakukannya. Tradisi =
Kami selalu melakukannya. Alasan = Sepertinya masuk akal. Emosi = Aku yakin ini
sudah benar. Satu-satunya yang kita butuhkan adalah sebuah standar sempurna yang
tidak akan pernah membawa kita ke arah yang salah. Cuma firman Tuhan yang bisa
memenuhinya: “Semua Firman Allah adalah murni.” (Amsal 30:5a). Layak untuk
sama-sama kita renungkan. Siapa / apa yang menjadi otoritas tertinggi dalam
hidup kita selama ini? Perubahan
apa yang akan terjadi dalam hidup kita, jika kita menempatkan firman Tuhan sebagai
pertimbangan utama dalam mengambil setiap keputusan? Seperti-nya kita harus
buat keputusan paling penting hari ini firmna Tuhan harus menjadi otoritas tertinggi
dalam kehidupan kita. “Tapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan
selamat.” (Matius 24:13). Selamat pagi.
Jesus bless you all.
Respon 3
Renungan hari ini
tentang Petrus yang suka marah, tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, dan
suka kekerasan. Tapi ketika dia bertobat, Tuhan memakai kehidupannya luar
biasa. 3000 ribu orang dibaptis setelah dengar khotbahnya. Jadi penulis kitab 1
dan 2 Petrus di alkitab. Luar biasa! (Matius 26:69-75 & Yohanes 1:42). Dari
sini kita bisa melihat bahwa bagaimanapun kita, apapun masalalu kita. Tuhan
tetap bisa memakai kita untuk pekerjaan yang
hebat untuk memulia-kan nama-Nya, asal kita mau bertobat dan menjadi orang yang
melekat pada Tuhan. Dia bisa memakai kita menjadi rekan kerja-Nya dalam
menyelamatkan dunia.
No comments:
Post a Comment