Friday, 9 May 2014

9 Mei 2014


Yohanes 1:42, “Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”” Apakah cerita kehidupan masa lalu kita adalah kehidupan yang tidak sempurna seperti Kefas / Petrus? Ingat kah momen pertama kali kita berjumpa secara pribadi dengan Yesus, saat  hidup kita berbalik dari cara hidup yang lama? Kepada hidup yang diubahkan. Bimbing kami ya Tuhan untuk terus mau diubahkan serupa dengan Engkau, Amin!


Respon 1
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yohanes 4:18) Yesus berkata supaya kita tinggal daam kasih-Nya.

Respon 2
Praise God. “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” (Yohanes 8:31). Tetap dalam firman. Tetap, bertahan dari awal sampai akhir. Tetap, tidak berpindah tempat. Tetap, tidak berubah. Tetap, terus-menerus. Inilah yang Tuhan inginkan: Tetap di dalam firman-Nya, artinya kita mendasarkan hidup kita pada firman Tuhan,  dengan  cara  Alkitab  harus  menjadi

standar yang berkuasa dalam hidup kita, Alkitab harus menjadi kompas yang kita andalkan untuk menunjukkan arah, menjadi nasihat yang kita dengarkan untuk membuat keputusan, menjadi patokan yang kita gunakan untuk mengevaluasi segalanya. Alkitab harus selalu menjadi firman yang pertama, terakhir & satu-satunya dalam hidup kita. Banyak kesulitan yang kita hadapi terjadi karena kita mendasarkan pilihan kita pada kuasa yang tidak dapat diandalkan: Budaya = Semua orang melakukannya. Tradisi = Kami selalu melakukannya. Alasan = Sepertinya masuk akal. Emosi = Aku yakin ini sudah benar. Satu-satunya yang kita butuhkan adalah sebuah standar sempurna yang tidak akan pernah membawa kita ke arah yang salah. Cuma firman Tuhan yang bisa memenuhinya: “Semua Firman Allah adalah murni.” (Amsal 30:5a). Layak untuk sama-sama kita renungkan. Siapa / apa yang menjadi otoritas tertinggi dalam hidup kita selama ini? Perubahan apa yang akan terjadi dalam hidup kita, jika kita menempatkan firman Tuhan sebagai pertimbangan utama dalam mengambil setiap keputusan? Seperti-nya kita harus buat keputusan paling penting hari ini firmna Tuhan harus menjadi otoritas tertinggi dalam kehidupan kita. “Tapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”  (Matius 24:13). Selamat pagi. Jesus bless you all.

Respon 3
Renungan hari ini tentang Petrus yang suka marah, tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, dan suka kekerasan. Tapi ketika dia bertobat, Tuhan memakai kehidupannya luar biasa. 3000 ribu orang dibaptis setelah dengar khotbahnya. Jadi penulis kitab 1 dan 2 Petrus di alkitab. Luar biasa! (Matius 26:69-75 & Yohanes 1:42). Dari sini kita bisa melihat bahwa bagaimanapun kita, apapun masalalu kita. Tuhan tetap bisa memakai kita untuk pekerjaan yang hebat untuk memulia-kan nama-Nya, asal kita mau bertobat dan menjadi orang yang melekat pada Tuhan. Dia bisa memakai kita menjadi rekan kerja-Nya dalam menyelamatkan dunia.

No comments:

Post a Comment