Ester 2:17, “Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari
pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari
pada semua anak dara lain, sehing-ga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke
atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.” Kalau Ester
bisa dipercaya & diberi kedudukan menjadi Ratu bukan kare-na kehebatannya,
tapi Tuhan-lah yang meng-gerakkan baginda / orang-orang yang dipilihNya! Adakah kita
hari-hari ini masih tetap mempercayai kuasa-Nya yang luar biasa itu? Tetap percayai
Dia, tetap berharap akan mukjizat-Nya, Amin!
Respon 1
“Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat
baik (apa yang harus dilakukan = apa yang benar), tetapi ia tidak melakukannya,
ia berdosa.” (Yakobus 4:17). Nah berarti cukup mudah bagi kita untuk
mengidentifikasi dosa. Dosa adalah hal-hal yang kita tahu seharusnya kita
lakukan (yang benar), tapi tidak kita lakukan. Banyak hal yang benar (banyak
tahu tentang prinsip injil / nilai-nilai firma Tuhan) tapi apakah kita
melakukannya? Kecenderu-ngan untuk memuaskan keinginan daging lebih dominan
& lebih menguasai diri & hidup kita. Kita lebih memikirkan tentang
kehidupan secara jasmaniah dengan segala keinginan-keinginannya. Mengapa
demikian?Paulus menyebutnya, karena dosa sepertinya lebih menguasai diri kita. Sehingga kita lebih cenderung berpikir untuk kepuasan jasmani & keinginan-keinginan daging sehingga untuk melakukan hal yang baik seringkali terhambat & menjadi sulit untuk melakukannya. Oleh karena kita lebih cenderung memikirkan & melakukan hal yang jahat maka, keinginan untuk berbuat apa yang baik menjadi terha-lang. Tidak terkecuali orang yang menyebut dirinya sebagai orang percaya & pengikut Kristus. Kita lebih memilih apa yang ditawar-kan & diinginkan oleh kedagingan kita dari-pada mau hidup dalam kehendak & keinginan Tuhan. Ciri-ciri kekeristenan kita sering men-jadi pudar sebab kita lebih memilih memuas-kan keinginan daging. Selalu berpikir & ber-orientasi pada hal jasmaniah sehingga peruba-han karakter & cara hidup begitu lambat terja-di. Rasanya perlu sama-sama kita renungkan lebih serius lagi beberapa hal ini, setiap hari. Lebih banyak waktu kita gunakan untuk me-mikirkan & menuruti keinginan daging atau prinsip-prinsip Injil? Dosa-dosa apa yang harus kita hentikan & buang hari ini? Perubahan apa saja yang harus kita lakukan dalam cara berpikir & cara hidup kita agar dapat menjalankan perlombaan hidup kita dengan baik & berakhir layak dihadapan-Nya? Perenungan terhadap kebenaran firman Tuhan menghasilkan konsep Ilahi melahirkan karakter, perilaku & cara hidup Ilahi. Inilah yang membawa kita untuk mengakhiri per-lombaan dengan kemenangan kekal. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
Tuhan Yesus adalah Juruselamat kita. Dia mampu
menggerakkan hati orang-orang. Seringkali kita sebagai orang kristen sering
melupakan kemampuan Tuhan yang sanggup mengatur dan menggerakkan hati orang. Mengapa?
Karena kita sudah dibutakan dengan hal duniawi yang sanggup mem-berikan jawaban dan hasil yang super instan seperti dukun, suhu,
pesugihan dll. Janganlah sekali-kali meremehkan kemampuan Tuhan karena Dia yang
menguasai segala sesuatunya. Tidak ada yang tersembunyi dari pantauan-Nya. Dia
sanggup menggerakkan hati seseorang dan mengubah hati seseorang untuk
memberikan bantuan kepada kita sesuai kehendak-Nya. Sama seperti contoh cerita
seorang pemuda yang baru lulus dan tidak punya pengalaman kerja dan akhirnya ia
memperoleh jabatan dan gaji yang tinggi, dalam dunia pekerjaan hal ini aneh,
kok bisa? Tapi satu hal yang harus kita ketahui semuanya ini karena campur
tangan Tuhan dalam keberhasilan ini bukan karena kebaikan bosnya yang
memberikan pekerjaan, sama seperti kisah Ester dimana Tuhan menggerak-kan hati
Raja Ahasyweros untuk memilih Ester menjadi ratu dan mengasihinya. Kesaksian:
saya berterima kasih dan mengucap syukur kepada Tuhan dan saya mau mengingat kembali kebaikan yang telah Tuhan lakukan dalam
hidupku. Ini merupakan 1/8 kisah dari kehidupan saya yang berhubungan dengan
renungan pada hari ini yang berbicara Tuhan sanggup menggerakkan hati seseorang:
tahun 1999 saya lulus SMU dan ingin sekali melanjuntukan ke jenjang Universitas
tapi akhirnya saya harus melupakan mimpi saya untuk masuk ke universitas karena
kehidupan ekonomi keluarga saya sangat kekurangan,sangat miskin, mau beli makan
saja sudah susah. Akhir cerita ternyata Tuhan menggerakkan hati seseorang untuk
membiayai uang pembangunan Rp.500 ribu yang pada saat itu keluarga saya tidak
bisa membayarnya dan tanpa saya sadari ada seseorang dari AOC yang membantu
saya memberikan uang sejumlah itu dan sejujurnya saya tidak pernah meminta kepada
orang itu dan juga kepada Tuhan sama sekali. (taken from buku Makmur edisi
kesaksian).
No comments:
Post a Comment