Thursday, 22 May 2014

22 Mei 2014


1 Kor 15:58, “Karena itu, saudara- saudara-ku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab  kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Allah tidak menghendaki kita untuk merasa puas karena banyaknya pelayanan yang kita lakukan bagiNya/karena besarnya jumlah orang yang ambil bagian dalam pelayanan itu. Allah menghendaki kita melakukan pelayanan kita karena kita menyadari Panggilan Pelayanan tersebut (Gal 1:15-16, Efesus 3:7) bahkan dengan tekun bagi KemuliaanNya. Setiap orang yang melakukan pekerjaan Allah, Ia dipandang mulia olehNya. Untuk itu komitmen dalam Pelayanan (Kolose 1:29) & mengetahui tujuan pelayanan sangat penting (Filipi 1:21-22). Amin!


Respon 1
SAAT TEDUH. Kamis, 22 Mei 2014. “Sekarang jiwa-Ku terharu & apakah yang akan Kukatakan Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang  ke  dalam  saat  ini.” (Yohanes 12:27). 


Betapa kehendak Bapa menjadi yang utama dalam hidup Yesus, yang benar-benar manusia, sekalipun sesungguhnya Ia memiliki kesempatan & fasilitas untuk tidak melakukannya. Sekalipun hati-Nya sangat kacau dalam menghadapinya. “Sekarang jiwa-Ku terharu...” – “Now My soul is Troubled...” Ada pergumulan hebat dalam jiwa-Nya. Dia tetap berkeputusan untuk melakukan apa yang dikehendaki Bapa-Nya, berapapun harganya & Ia tahu persis seharga darah & nyawa-Nya. “Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.” Lalu semua murid itu meninggalkan Dia & mela-rikan diri (Matius 26:56). Pergumulan hebat dalam jiwa-Nya, kesempatan untuk membuat pilihan,  fasilitas untuk mendapat perlakuan khusus yang dimiliki-Nya, bahkan sekalipun Ia harus ditinggalkan oleh orang-orang  yang dikasihi-Nya, yang seolah dekat / murid-Nya, yang seharusnya kepada mereka Yesus dapat berharap  untuk  tetap  teguh  mengikuti-Nya, tidak dapat mengalahkan kehendak Bapa-Nya. Kehendak Bapa adalah keputusan-Nya!  Dalam pergumulan berbentuk apapun. Mela-kukan apa yang benar, mengerjakan kehendak Allah, mengorbankan segalanya bagi orang lain, tapi disalah-mengerti? Yesus juga me-ngalaminya. Tetaplah kerjakan kebenaran fir-man Tuhan, hidupi kehendak-Nya. Allah ingin kita memiliki prioritas & gairah yang sama dengan yang dimiliki Yesus! Melepas-kan agenda pribadi untuk mengerjakan agenda Tuhan dalam diri & hidup kita, berapapun harganya, apapun resikonya. Dalam pergu-mulan, kita belum sampai harus mencucurkan darah, hanya menyerahkan hak kebebasan kita untuk tidak hidup semau kita, menundukkan ego dengan rela. “Roh Kudus mampukan saya hidup seperti Yesus hidup, sebab untuk itulah saya dipanggil, hidup sebagai anak Bapa, hidup secara Ilahi, sasaran pada yang bernilai kekal, mengerjakan kehendak Bapa.” Amin. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. (Yohanes 16:33) Tuhan Yesus tidak berkata bahwa kita tidak menderita penganiayaan, tetapi Yesus berkata bahwa ada damai sejahtera dan Yesus telah mengalahkan dunia. Kuatkan hatimu!

Respon 3
1Korintus 15:58, Karena itu, saudara- saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. Dalam melayani pekerjaan Tuhan seringkali banyak hambatan yang membuat kita hilang semangat, karena kesulitan menghadapi orang, karena kesulitan dana, karena tidak dihargai dan masih banyak kendala lain yang melemahkan semangat kita dalam melayani. Firman Tuhan pagi ini mengatakan berdirilah teguh, jangan goyah dan tetaplah giat walau apapun rintangannya karena jerih payah kita tidak akan sia-sia. Tuhan memperhitungkan semuanya. Untuk tetap bisa berdiri kokoh, tetap teguh dan giat, kita harus punya komitmen dan tujuan di setiap pelayanan kita. Kita harus komitmen pada Tuhan bahwa apapun yang terjadi aku akan tetap semangat bagi Tuhan karena kita punya tujuan untuk mempermuliakan nama Tuhan. Tetap semangat.

Respon 4
Yesaya 41:13, Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata:  “Janganlah takut, Akulah yang menolongmu!” Yesus sumber pertolonganku. Yes, ok pasti! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang.

No comments:

Post a Comment