1 Kor 15:58, “Karena itu, saudara- saudara-ku yang
kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan
Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak
sia-sia.” Allah tidak
menghendaki kita untuk merasa puas karena banyaknya pelayanan yang kita lakukan
bagiNya/karena besarnya jumlah orang yang ambil bagian dalam pelayanan itu. Allah
menghendaki kita melakukan pelayanan kita karena kita menyadari Panggilan Pelayanan
tersebut (Gal 1:15-16, Efesus 3:7) bahkan dengan tekun bagi KemuliaanNya.
Setiap orang yang melakukan pekerjaan Allah, Ia dipandang mulia olehNya. Untuk
itu komitmen
dalam Pelayanan (Kolose 1:29) & mengetahui tujuan pelayanan sangat
penting (Filipi 1:21-22). Amin!
Respon 1
SAAT TEDUH. Kamis,
22 Mei 2014. “Sekarang jiwa-Ku terharu & apakah yang akan Kukatakan Bapa,
selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam
saat ini.” (Yohanes 12:27).
Betapa kehendak Bapa
menjadi yang utama dalam hidup Yesus, yang benar-benar manusia, sekalipun
sesungguhnya Ia memiliki kesempatan & fasilitas untuk tidak melakukannya. Sekalipun
hati-Nya sangat kacau dalam menghadapinya. “Sekarang jiwa-Ku terharu...” – “Now
My soul is Troubled...” Ada pergumulan hebat dalam jiwa-Nya. Dia tetap berkeputusan
untuk melakukan apa yang dikehendaki Bapa-Nya, berapapun harganya & Ia tahu
persis seharga darah & nyawa-Nya. “Akan tetapi semua ini terjadi supaya
genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.” Lalu semua murid itu meninggalkan
Dia & mela-rikan diri (Matius 26:56). Pergumulan hebat dalam jiwa-Nya, kesempatan
untuk membuat pilihan, fasilitas untuk
mendapat perlakuan khusus yang dimiliki-Nya, bahkan sekalipun Ia harus
ditinggalkan oleh orang-orang yang
dikasihi-Nya, yang seolah dekat / murid-Nya, yang seharusnya kepada mereka
Yesus dapat berharap untuk tetap teguh mengikuti-Nya, tidak dapat mengalahkan
kehendak Bapa-Nya. Kehendak Bapa adalah keputusan-Nya! Dalam pergumulan berbentuk apapun. Mela-kukan
apa yang benar, mengerjakan kehendak Allah, mengorbankan segalanya bagi orang
lain, tapi disalah-mengerti? Yesus juga me-ngalaminya. Tetaplah kerjakan kebenaran
fir-man Tuhan, hidupi kehendak-Nya. Allah ingin kita memiliki prioritas & gairah
yang sama dengan yang dimiliki Yesus! Melepas-kan agenda pribadi untuk
mengerjakan agenda Tuhan dalam diri & hidup kita, berapapun harganya,
apapun resikonya. Dalam pergu-mulan, kita belum sampai harus mencucurkan darah,
hanya menyerahkan hak kebebasan kita untuk tidak hidup semau kita, menundukkan
ego dengan rela. “Roh Kudus mampukan saya hidup seperti Yesus hidup, sebab
untuk itulah saya dipanggil, hidup sebagai anak Bapa, hidup secara Ilahi, sasaran
pada yang bernilai kekal, mengerjakan kehendak Bapa.” Amin. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati.
Respon 2
Semuanya itu
Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia
kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan
dunia. (Yohanes 16:33) Tuhan Yesus tidak berkata bahwa kita tidak menderita
penganiayaan, tetapi Yesus berkata bahwa ada damai sejahtera dan Yesus telah
mengalahkan dunia. Kuatkan hatimu!
Respon 3
1Korintus 15:58,
Karena itu, saudara- saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah,
dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam
persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. Dalam melayani pekerjaan
Tuhan seringkali banyak hambatan yang membuat kita hilang semangat, karena
kesulitan menghadapi orang, karena kesulitan dana, karena tidak dihargai dan
masih banyak kendala lain yang
melemahkan semangat kita dalam melayani. Firman Tuhan pagi ini mengatakan
berdirilah teguh, jangan goyah dan tetaplah giat walau apapun rintangannya karena
jerih payah kita tidak akan sia-sia. Tuhan memperhitungkan semuanya. Untuk
tetap bisa berdiri kokoh, tetap teguh dan giat, kita harus punya komitmen dan
tujuan di setiap pelayanan kita. Kita harus komitmen pada Tuhan bahwa apapun yang
terjadi aku akan tetap semangat bagi Tuhan karena kita punya tujuan untuk
mempermuliakan nama Tuhan. Tetap semangat.
Respon 4
Yesaya 41:13, Aku
ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata: “Janganlah takut, Akulah yang menolongmu!”
Yesus sumber pertolonganku. Yes, ok pasti! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang.
No comments:
Post a Comment