Yohanes 3:27, “Yohanes menjawab, “Manusia tidak dapat
mempunyai apa-apa kalau tidak diberikan Allah kepadanya.” Ayat 28, “Kalian sendiri sudah mendengar saya
berkata, ‘Saya bukan Raja Penyelamat. Saya diutus mendahului Dia.’” Kita
perlu punya keberanian & keyakinan teguh dalam usaha membagikan kasih
Kristus & pengharapan yang kita miliki. Kristus yang bangkit adalah pusat kesaksian
kita, Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Senin,
19 Mei 2014. Praise God. Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab
kepada-Mulah ia percaya.” (Yesaya 26:3). Sudah tak heran,
di masa sulit banyak orang menyerah pada tekanan hidup. Melakukan tindakan bodoh (mencelakai diri / mencelakai orang lain). Kita lihat kasus-kasus kejahatan & teroris yang terjadi belakangan ini. Pilihan keliru Daud patut dijadikan pelajaran serius! Bahwa menyerah pada tekanan, membuat integritas cacat. Tapi Daud berpikir dalam hatinya: “Bagimnpun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin; maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari aku lagi di seluruh daerah Israel & aku akan terluput dari tangannya” (1Samuel 27:1) Daud lebih takut / khawatir pada ancaman Saul (yang labil & sakit) daripada mempercayakan penuh pada Tuhan yang terbukti berkali-kali meluputkan Daud. Akibatnya ia melakukan kesalahan fatal: (Ayat 2-12) Berlindung pada musuh (Filistin); Melakukan tindakan tidak manusiawi tanpa restu Tuhan; Berdusta untuk menutupi strategi kejinya. Apakah kita me-nyerah pada tekanan sikon, sehingga berdosa kepada Tuhan & manusia. Atau tetap berserah & mempercayakan diri kepada Tuhan yang terbukti setia, sanggup menolong & meluput-kan kita? “Terima kasih buat kesetiaan & kesanggupan-Mu yang tak terbatas, ya Tuhan. Teguhkan kami meyakininya. Arahkan fokus kami pada rancangan kebaikan-Mu yang melampaui sikon & tekanan apapun.” Kita dipanggil bukan untuk menyerah pada keadaan tapi berserah kepada Tuhan. Selamat pagi. Jesus bless you.
di masa sulit banyak orang menyerah pada tekanan hidup. Melakukan tindakan bodoh (mencelakai diri / mencelakai orang lain). Kita lihat kasus-kasus kejahatan & teroris yang terjadi belakangan ini. Pilihan keliru Daud patut dijadikan pelajaran serius! Bahwa menyerah pada tekanan, membuat integritas cacat. Tapi Daud berpikir dalam hatinya: “Bagimnpun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin; maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari aku lagi di seluruh daerah Israel & aku akan terluput dari tangannya” (1Samuel 27:1) Daud lebih takut / khawatir pada ancaman Saul (yang labil & sakit) daripada mempercayakan penuh pada Tuhan yang terbukti berkali-kali meluputkan Daud. Akibatnya ia melakukan kesalahan fatal: (Ayat 2-12) Berlindung pada musuh (Filistin); Melakukan tindakan tidak manusiawi tanpa restu Tuhan; Berdusta untuk menutupi strategi kejinya. Apakah kita me-nyerah pada tekanan sikon, sehingga berdosa kepada Tuhan & manusia. Atau tetap berserah & mempercayakan diri kepada Tuhan yang terbukti setia, sanggup menolong & meluput-kan kita? “Terima kasih buat kesetiaan & kesanggupan-Mu yang tak terbatas, ya Tuhan. Teguhkan kami meyakininya. Arahkan fokus kami pada rancangan kebaikan-Mu yang melampaui sikon & tekanan apapun.” Kita dipanggil bukan untuk menyerah pada keadaan tapi berserah kepada Tuhan. Selamat pagi. Jesus bless you.
Respon 2
Ayub 5:9, Tuhan
melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan tak
terduga, serta keajaiban-keajaiban
yang tak terbilang banyaknya! Wow Wow Yesusku dahsyat. Kitapun dibuat-Nya dahsyat.
Alami kedahsyatan-Nya sekarang juga! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang.
Respon 3
Siapa mengejar
kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. (Amsal
21:21). Sumber kebenaran dan kasih hanya Yesus. Kejar Yesus dan jangan salah
kejar yang lain maka yang kita inginkan dan butuhkan akan mengikuti.
Respon 4
Syalom. Mazmur 5:4 ,TUHAN,
pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur
persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu. Selamat berkarya, Tuhan kiranya
selalu memberkati Ibu dan keluarga.
No comments:
Post a Comment