Akhir-akhir ini saya banyak belajar
mengenai ke-aku-an. Sungguh bukan hal yang mudah ketika musuh yang kita hadapi
adalah diri sendiri, keegoan manusia – keinginan untuk membuktikan diri.
Tetapi
ego manusia bukanlah sikap hati yang menyenangkan hati Tuhan. Tuhan suka dengan
orang-orang yang rendah hati, kebalikan dari sifat dasar manusia yang
egosentris. Contoh terbaik dari Alkitab adalah Tuhan Yesus sendiri “yang
walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai
milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosong-kan diri-Nya sendiri,
dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” (Efesus
2:6-7)
Seorang yang rendah hati memiliki sikap hati yang
melayani dan mau dibentuk. Tuhan Yesus memberikan banyak teladan
selama Ia turun ke bumi untuk menggenapi rencana Allah. Tuhan Yesus membasuh
kaki murid-murid-Nya, Ia taat sampai mati di kayu salib, bahkan ketika Ia
tergantung di kayu salib, Ia masih mendoakan orang-orang yang berlaku jahat
terhadap-Nya! Bila kita memakai kekuatan kita sendiri, memakai kapasitas kasih
seorang manusia, maka kita tidak dapat melakukannya. Mintalah kepada Allah
supaya kita diberi kekuatan dan diberi hati yang baru yang penuh dengan kasih
Bapa, maka Ia akan memberikan kepada mereka yang meminta. “Karena setiap orang
yang meminta, meneri-ma dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap
orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” (Lukas 11:10)
Tetap
semangat dan tetap berkarya di dalam kuat kuasa Roh Kudus! Tuhan Yesus
memberkati J.
Siu Siang
No comments:
Post a Comment