Roma 16:3-5, “Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila,
teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya
untuk hidupku... Salam juga kepada jemaat di rumah mereka.” Apakah kita
sudah memiliki hati seperti Akwila & Priskila? Pengusaha / profesional yang
juga melayani jiwa-jiwa? Bahkan mendukung pelayanan Rasul Paulus secara
financial? Mari miliki hati dan semangat seperti Akwila & Priskila yang
peduli akan keselamatan jiwa-jiwa, bahkan mendukung Pekerjaan Tuhan dalam hal financial.
Amin!
Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu,
25 Mei 2014. Praise God. “Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari
kebenaran” (Roma 6:20,
16-20).
Arti sederhananya waktu
kita hamba dosa, kita 'tidak bisa/tidak mampu melakukan'. Kebenaran jangankan yang
benar, berbuat yang baik saja tidak mampu, seperti yang Rasul Paulus ungkapkan
“Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu: di dalam 'aku sebagai manusia', tidak
ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tapi bukan hal
berbuat apa yang baik” (Roma 7:18). Tapi Puji Tuhan “Akan tetapi Allah
menunjukkan kasih-Nya kepada kita, karena Kristus telah mati untuk kita, ketika
kita masih berdosa” (Roma 5:8). Mati untuk orang baik saja, orang masih mikir, tapi
Yesus justru mati bagi kita, hamba dosa. (Roma 6:16). “Supaya hidupmu sebagai orang-orang
yang telah dipanggil Berpadanan dengan panggilan itu.” (Efesus 4:1b). Supaya
cara hidup kita sebagai orang-orang yang telah dipanggil / meresponi karya penebusan
Kristus, cocok dengan panggilan itu, yaitu menjadi murid Kristus, hidup seperti
Kristus hidup. “Sebab itu kukatakan &
kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan:
Jangan hidup lagi sama supaya orang-orang yang tidak mengenal Allah de-ngan
pikirannya yang sia-sia” (Efesus 4:17). Cara Hidup yang diubahkan dimulai dari
perubahan cara berpikir. Pikiran yang berisi hal-hal yang sia-sia / yang tidak
bernilai kekal adalah penghalang terbesar untuk kita hidup benar, sesuai kebenaran
firman Tuhan. Sebab apa yang kita pikirkan membangun standar & nilai hidup dalam
kita, yang menghasilkan perkataan & perilaku kita. Pertanyaan pentingnya
sejauh mana prinsip firman Tuhan sudah menggantikan pola pikir kita? Sebab hanya
sejauh itu pula kita akan alami perubahan cara hidup, hidup sesuai kebenaran firman
Tuhan. Selamat pagi. Have a joyfull
weekend. Jesus bless you all.
Respon 2
Minggu, 25 Mei 2014.
Bacaan: Lukas 22:24-30. Setahun: 2
Tawarikh 14-17. Nats: Tetapi kamu tidaklah
demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang
paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. (Lukas 22:26). BUNG KARNO MINTA MAAF.
Ini kisah Maulwi Saelan, salah satu mantan ajudan Bung Karno (BK). Suatu hari
ia berbantah- bantahan dengan BK. “Kalau marah, mata Bung Karno merah. Ia
langsung masuk kamar,” katanya. Tak lama kemudian BK keluar kamar dan memanggil
Maulwi. “Komm je hier maar (Kemarilah kamu),” kata BK. “Mampus, saya pasti
dipecat,” pikir Maulwi. Apa yang terjadi? “Kamu benar, maafkan saya,” kata BK
meminta maaf pada Maulwi. Mengakui kesalahan dan meminta maaf bukanlah perkara
yang mudah untuk dilakukan, terlebih jika yang bersalah itu seorang pemimpin.
Seperti para murid Yesus, kebanyakan kita mengaitkan kepemimpinan dengan
kedudukan terhormat, kekuasaan besar, dan kekebalan terhadap kesalahan. “Peraturan
pertama: Bos tidak pernah salah.
Peraturan kedua: Jika bos salah, lihat peraturan pertama,” kata sebuah candaan.
Yesus menjungkirbalikkan panda-ngan itu. Dia menakar kebesaran seorang pemimpin
menurut kerendahan hati dan kesediaannya untuk melayani. Orang yang rendah hati
tidak akan bersikap membenarkan diri. Ia menyadari dirinya masih manusia yang
mungkin saja khilaf. Ia akan menjalankan tanggung jawab kepemimpinannya dengan
mengandalkan bimbingan Tuhan dan tidak menutup diri terhadap masukan dan
koreksi dari sesama. Kesediaan untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan,
dengan demikian, menandakan kebesaran hati si pemimpin. Dalam taraf tertentu,
kepada kita masing-masing dipercayakan kepemimpinan. Apakah kita rendah hati
dan mau melayani? -- Arie Saptaji. Jiwa yang kerdil melemparkan kesalahan pada
orang lain, jiwa yang besar mengakui kesalahan dan meminta maaf.
-
No comments:
Post a Comment