Mazmur 139:7, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke
mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?” Dan Ayat 8, “Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.” Manusia tidak bisa lari dari hadirat Tuhan, setiap
kita yang sudah di-panggil untuk suatu tugas mulia, Dia juga yang akan
memberikan kuasa-Nya untuk me-nyelesaikan, untuk itu jangan lari dari pang-gilan-Nya,
jadilah pengikut yang setia, Amin.
Respon 1
Jawab Yesus
kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa
minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk
selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata
air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sam-pai kepada hidup yang
kekal.” (Yohanes 4:13-14). Hanya Yesus yang sanggup memuaskan kehidupan kita.
Tinggallah dalam kasih-Nya.
Respon 2
Saat Teduh. Kamis, 8 Mei 2014. Prasie God. “Tapi hari Tuhan akan
tiba seperti pencuri.
Pada hari itu langit
akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat & unsu-unsur dunia akan hangus
dalam nyala api, bumi & segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap” (2 Petrus
3:10-15). Mengapa Tuhan selalu mengingatkan kita untuk hidup benar, lakukan perintah-Nya,
cara hidup & karakter berubah, hidup kudus, tidak terikat dengan segala
keduniawian, pikul salib. tidak mencintai dunia & isinya? Sebab semuanya
akan berakhir, tidak ada yang kekal. Sejak saya menjadi murid sekolah minggu, berita
kedatangan Tuhan Yesus diberitakan sudah dekat, apalagi sekarang, di usia saya yang
hanya beberapa tahun lagi mencapai 50 tahun, kedatangan-Nya sudah sangat dekat,
tidak lama lagi, waktu berjalan makin cepat. Kehancuran & akhir segala sesuatu
makin dekat. Tuhan tidak mau kita mengejar & terikat kepada segala hal yang
tidak kekal tapi mengejar & mengikatkankan diri kepada segala hal yang
bernilai kekal. Tidak
hanya heboh meramalkan & panik ketakutan tentang kedatangan-Nya
tapi harusnya heboh mempersiapkan diri & hidup benar. “Jadi, jika segala
sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci & salehnya kamu harus
hidup. Tapi sesuai dengan janji-Nya, kita me-nantikan langit & bumi yang
baru, di mana terdapat kebenaran (hanya orang-orang yang hidup sesuai kebenaran
yang akan ada disana). Sebab itu sambil menantikan semua-nya ini, kamu harus
berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat & tak bernoda di-hadapan-Nya, dalam
perdamaian dengan Dia (Ayat 11-14). Jika kita merasa sekalipun hidup dalam dosa
tapi seolah baik-baik saja, berarti kita lengah & meremehkan kesem-patan yang
Tuhan beri. “Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk
beroleh selamat.” (sebelum semuanya terlam-bat) (Ayat 15). Jadi apa yang terpenting
pada akhirnya? Hanya kesucian & kesalehan kare-na hidup dalam kebenaran injil. Sepertinya kita memang perlu mendefinisikan
ulang tentang makna keberhasilan hidup. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
Yeremia 32:27,
Sesungguhnya, Akulah Tuhan, Allah segala makhluk, adakah sesuatu apapun yang
mustahil untukKu? Wow Yesus luar biasa. Pasti bisa. Pasti Mungkin. Yes. Ok.
Pasti! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang
No comments:
Post a Comment