Thursday, 8 May 2014

8 Mei 2014



Mazmur 139:7, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?” Dan Ayat 8, “Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh  tempat  tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.” Manusia tidak bisa lari dari hadirat Tuhan, setiap kita yang sudah di-panggil untuk suatu tugas mulia, Dia juga yang akan memberikan kuasa-Nya untuk me-nyelesaikan, untuk itu jangan lari dari pang-gilan-Nya, jadilah pengikut yang setia, Amin.


Respon 1
Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sam-pai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:13-14). Hanya Yesus yang sanggup memuaskan kehidupan kita. Tinggallah dalam kasih-Nya.

Respon 2
Saat Teduh. Kamis, 8 Mei 2014. Prasie God. “Tapi  hari  Tuhan  akan  tiba seperti pencuri.
Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat & unsu-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, bumi & segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap” (2 Petrus 3:10-15). Mengapa Tuhan selalu mengingatkan kita untuk hidup benar, lakukan perintah-Nya, cara hidup & karakter berubah, hidup kudus, tidak terikat dengan segala keduniawian, pikul salib. tidak mencintai dunia & isinya? Sebab semuanya akan berakhir, tidak ada yang kekal. Sejak saya menjadi murid sekolah minggu, berita kedatangan Tuhan Yesus diberitakan sudah dekat, apalagi sekarang, di usia saya yang hanya beberapa tahun lagi mencapai 50 tahun, kedatangan-Nya sudah sangat dekat, tidak lama lagi, waktu berjalan makin cepat. Kehancuran & akhir segala sesuatu makin dekat. Tuhan tidak mau kita mengejar & terikat kepada segala hal yang tidak kekal tapi mengejar & mengikatkankan diri kepada segala  hal  yang  bernilai  kekal.  Tidak hanya  heboh meramalkan & panik ketakutan tentang kedatangan-Nya tapi harusnya heboh mempersiapkan diri & hidup benar. “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci & salehnya kamu harus hidup. Tapi sesuai dengan janji-Nya, kita me-nantikan langit & bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran (hanya orang-orang yang hidup sesuai kebenaran yang akan ada disana). Sebab itu sambil menantikan semua-nya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat & tak bernoda di-hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia (Ayat 11-14). Jika kita merasa sekalipun hidup dalam dosa tapi seolah baik-baik saja, berarti kita lengah & meremehkan kesem-patan yang Tuhan beri. “Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat.” (sebelum semuanya terlam-bat) (Ayat 15). Jadi apa yang terpenting pada akhirnya? Hanya kesucian & kesalehan kare-na  hidup  dalam  kebenaran  injil.  Sepertinya kita memang perlu mendefinisikan ulang tentang makna keberhasilan hidup. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 3
Yeremia 32:27, Sesungguhnya, Akulah Tuhan, Allah segala makhluk, adakah sesuatu apapun yang mustahil untukKu? Wow Yesus luar biasa. Pasti bisa. Pasti Mungkin. Yes. Ok. Pasti! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang

No comments:

Post a Comment