Kisah Para Rasul 4:36, “Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh
rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.” Ayat
37, “Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu
dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.” Sudahkah kita berkomitmen didalam memberikan persembahan kita yang terbaik
kepada Tuhan (melalui Gereja lokal kita masing-masing)? Baik persembahan
perpu-luhan maupun persembahan kasih / iman dll? Percayalah persembahan kita
akan digantikan dengan berkat-Nya berlipat ganda. Amin!
Respon 1
1Samuel 17:37, Daud:
Tuhan yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan beruang, Dia juga akan melepaskan
aku dari tangan orang Filistin itu! Yesus sumber kemenangan-ku! Samuel Sianto (SS)
- YESTOYA Malang.
Respon 2
Kisah Para Rasul
4:36, Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul- rasul disebut Barnabas,
artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. Ayat 37, Ia menjual ladang, miliknya, lalu
membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Firman Tuhan
ini mengajarkan pada kita, orang kalau sudah jatuh cinta sama Tuhan dia akan berani
melakukan apapun untuk yang dicintainya. Dia pasti mempersembahkan yang
terbaik. Tapi Firman ini juga mengajari kita bahwa kita memberi dengan apa yang
kita miliki, jadi bukan memaksakan diri, Tuhan ingin kita memberi dengan hati yang
ikhlas dan penuh sukacita bukan ingin membebani hidup kita. Jadi berilah kepada
Tuhan dengan apa yang kita punya jangan memaksakan diri, kalau tidak punya tapi
ingin memberi buat Tuhan ya pinjam dulu nanti kan pasti Tuhan yang memberkati untuk
mengembalikan. Itu rasanya bukan yang Tuhan mau. Tuhan lebih berkenan menerima
sedikit disertai dengan sukacita daripada banyak tapi membebani kita. Dan
terlebih lagi Tuhan lebih berkenan pada penyerahan diri kita secara total untuk
bisa dipakai sebagai alat-Nya. Semoga kita bisa mengerti yang
jadi maksud Tuhan dalam hal memberi. Selamat malam minggu.
No comments:
Post a Comment