Mazmur 77:12, “Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan
TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.”
Ketika kita mengingat perbuatan / kebaikan-kebaikan Tuhan, kebesaran kasih-Nya,
anugerah-Nya, dalam hidup kita, rasanya tidak cukup kata-kata kita untuk
menuturkan semua kebaikan-Nya yang begitu luar biasa. Biarlah pengalaman baik
bersama Tuhan senantiasa mengingatkan kita untuk bersyukur, amin.
Respon 1
Mazmur 77:1-21,
bercerita tentang Daud yang lagi dalam pergumulan. Kalau dia merenung-kan masalahnya
dia akan makin lemah lesu semangatnya (ayat 4). Tapi Daud mengambil langkah yang
tepat untuk dapat bersemangat kembali. Dia berkata: aku hendak mengingat
perbuatan-perbuatan Tuhan, ya aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu
dari jaman purbakala (ayat
12). Ini adalah salah satu tips yang manjur dalam membangkitkan se-mangat dalam
diri kita ketika kita menghadapi masalah. Kalau dulu Tuhan menolong kita, pasti
sekarang juga kita ditolong. Karena kemapuan Tuhan dan kuasa Tuhan tidak berubah
dulu, sekarang dan selama-lamanya. Dengan mengingat semua kebaikan Tuhan yang
pernah kita alami itu akan membuat kita dikuatkan dan semangat kita di bangun.
Hitung berkatmu satu-satu hitung semua janganlah lupa, bilang semua satu
persatu maka kau akan lihat besar Tuhanmu. Itu lagu lama (agak lupa liriknya tapi
intinya ya seperti itu) yang mengajar kita untuk selalu ingat kebaikan Tuhan
dan itu membuat kita selalu punya pengharapan di dalam Tuhan.
Respon 2
SAAT TEDUH. Kamis, 1 Mei 2014. Praise God. “Karena itu
kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus. Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus
ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang
di bumi. Sebab, kamu telah mati & hidupmu tersembunyi bersama dengan
Kristus di dalam Allah.” (Kolose 1:1-3, 4-10). Kita diingatkan kembali oleh firman Tuhan melalui 3 ayat yang cukup membuat kita
ter-tantang untuk memberi bukti dari pengakuan kita. “Kalau memang benar kamu
mengakui bahwa kamu dibangkitkan bersama Kristus, harusnya terjadi perubahan
fokus & cara berpikir. Tidak lg mencari mengutamakan & berpikir tentang
segala hal yang duniawi tapi perkara Ilahi. Sebab kamu yang lama telah mati
& kamu yang baru hidup bagi Allah sesuai patrun pribadi. Karakter Kristus
(ayat 4) “....kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya & telah
mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaha-rui untuk memperoleh pengetahuan
yang benar menurut gambar khaliknya” (Ayat 9-10). Tidak cukup sekedar
pengakuan, tapi pelu bukti. Tidak cukup
berpikir positif, tapi berpikir benar. Tidak cukup hanya sekedar berubah, tapi untuk
berubah sudah ada patrunnya yaitu; Pribadi - Karakter Kristus. Sebab, perubahan
fokus & cara berpikir akan melahirkan tindakan / perbuatan. Apa yang kita
pikirkan, itulah yang mendasari tindakan / perbuatan. Tanpa kemauan keras &
niat berjuang untuk berpikir benar tidak mungkin dapat berbuat benar. Karena firman
Tuhan mengingatkan kita. Matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi.
(Ayat 5 & 9). Memang, dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu
hidup di dalamnya (Ayat 7). Tetapi sekarang buanglah semuanya itu (Ayat 8).
Kunci: pikir & praktek firman! Pandang setiap keterbatasan & ketidaknyama-nan
sebagai kesempatan untuk praktek firman Tuhan. Lihat persoalan & pergumulan
sebagai latihan soal untuk menyelesaikannya sesuai konsep firman Tuhan. Sikapi
& responi segala hal dalam hidup kita dengan nilai-prinsip firman Tuhan. Seolah
rugi, tapi tidak akan dirugikan! Amin! Selamat pagi. JBU all.
No comments:
Post a Comment