1 Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah
setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan
kita dari segala kejahatan.” Saat kita berseru & memohon pengampunan
atas dosa-dosa kita maka Ia akan bertindak, Ia tetap peduli, seburuk apapun
kesalahan kita, anugerah & kasih setia-Nya tetap berlaku bagi kita, amin!
Respon 1
Yeremia 17:7-8;
Keberuntungan pasti milik orang yang mengandalkan Yesus, sekalipun saat ini
mungkin belum terjadi, tetap percaya! Mujizat pasti terjadi! Samuel Sianto (SS)
- YESTOYA Malang.
Respon 2
1 Yohanes 1:9, Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia
adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa
kita dan menyucikan kita dari
segala kejahatan. Apapun dosa yang pernah kita lakukan. Tuhan mau mengampuni.
Simson yang dosanya gak bisa dihitung, bahkan dia pernah meninggalkan imannya
gara-gara seorang perempuan, tapi ketika dia mau bertobat dan berbalik kembali
pada Tuhan, Tuhan tetap mau memakai Dia untuk kemuliaan nama-Nya (Hakim-Hakim
16). Kita pastinya bukan orang yang tidak pernah berbuat dosa, sampai sekarang
pun kita masih terus berbuat dosa. Kadang malah kita tidak sadar kalau itu berdosa
karena sudah kebiasaan. Jangan takut untuk datang dan minta ampun sama Tuhan.
Karena Dia akan selalu mau mengampuni kita. Kadang kita sering ngomong gini “enak
dong, abis bohong diampuni, abis selingkuh diampuni, abis liat film porno
diampuni, abis memfitnah orang diampuni, ya berbuat dosa aja ah. Kan pasti
diampuni.” Itu kalau kita tidak mengasihi Tuhan kita bisa ngomong seperti itu. Tapi kalau kita mengasihi
Tuhan. Kita akan berhati-hati
dalam bertindak karena dosa kita itu menyakiti hati Tuhan. Orang yang me-ngasihi
selalu ingin melakukan yang terbaik untuk yang dikasihinya. Tuhan mau selalu
mengampuni tapi hargailah pengampunan-Nya dengan berusaha hidup sesuai perintah-Nya.
Happy Monday. God bless you
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 5 Mei 2014. Praise God. “Aku,
manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut (dosa) ini? Syukur
kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah tapi dengan tubuh lahiriahku
aku melayani hukum dosa” (Roma 7:24-25). Tak banyak yang menyadari bahwa
masing-masing kita sedang berada dalam peperangan yang tak terlihat, berperang
sejak lahir sampai berpulang. Peperangan Rohani. Firman Tuhan mengingatkan bahwa
kita me-miliki 3 musuh abadi yang siap menghancurkan hidup kita &
segala sesuatu yang Tuhan gunakan sebagai perpanjangan tangan-Nya: 1. Dunia:
nilai-nilai yang berkuasa di sekitar kita. 2. Daging: sifat dasar kita. 3.
Iblis: si jahat yang membunuh, mencuri & menghan-curkan. “Karena perjuangan
kita bukanlah melawan darah & daging, tapi melawan pemerintah-pemerintah,
penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh
jahat di udara.” (Efesus 6:12). Kemenangan atas peperangan yang sedang kita
hadapi tidak datang melalui kekuatan senjata lahiriah. Kita adalah orang
Kristen, tapi itu tidak cukup untuk meme-nangkan pertempuran ini. Yang terutama
& paling penting adalah Yesus harus menjadi Tuhan (berotoritas atas kita, yang
berarti kita menundukkan diri sepenuhnya kepada-Nya) dalam hidup kita. Memenangkan
pertempuran kita bukanlah dengan seminar, buku-buku, atau konferensi motivasi
diri, jg bukan dengan psikolog/terapi. Jawabannya
cuma 1 yaitu, Yesus Tuhan. Jadikan
Dia sebagai pemimpin kita. Yesus, Tuhanlah pribadi yang akan membebaskan kita. Inilah
saatnya untuk mele-takkan tanda atas hidup kita: “Under New Management” layak untuk
direnungkan. Apa yang membuat hidup terasa berat? Peperangan terberat adalah
mengalahkan diri sendiri. Se-ringkali dengan cepat kita berusaha melaku-kan
terapi untuk memperbaiki masalah, na-mun ragu-ragu untuk berserah kepada Yesus.
Buktinya, kita banyak mencari cara untuk solusi masalah tapi lambat untuk praktek
firman Tuhan. Banyak orang percaya Yesus. Tapi untuk menang melawan dunia,
daging & Iblis, Yesus harus lebih dari sekedar pribadi yang kita percaya. Yesus
harus menjadi Tuhan yang memerintah atas diri & hidup kita. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment