LEGO
Kata Pengantar
Jangan berkecil hati bila seakan-akan Tuhan membawa
kita menjauh dari mimpi kita. Kisah Yusuf yang terkenal, seorang anak kaya yang
menjadi budak dan diangkat Tuhan menjadi orang nomor dua di Mesir
mengajarkannya. Yusuf mendapat mimpi besar, keluarganya akan sujud menyembah
kepadanya. Ia masih muda dan tidak mengerti betul arti mimpi tersebut, tapi ia
percaya Tuhan akan menggenapinya.
Bila kita mencoba memposisikan diri kita di posisi
Yusuf ketika mendapat mimpi tersebut, mungkin kita akan berandai-andai
bagaimana caranya supaya mimpi kita tercapai. Mungkin kita sekolah di tempat
terbaik, bekerja di tempat yang terbaik dan dapat koneksi, bermacam-macam angan
terbayang di benak kita. Namun, Allah punya rencana lain.
Allah membawa Yusuf berjalan seakan-akan “menjauhi”
mimpinya. Saudara-saudaranya membencinya, ia dijual dan menjadi budak di negeri
asing, jauh dari keluarga dan dianggap sudah mati. Saat nasib baik mulai
memihak kepadanya, ia bekerja pada Potifar, tak lama ia difitnah dan masuk
penjara. Entah apa yang dipikirkan oleh Yusuf, tapi saya yakin ia justru semakin
erat mendekat kepada Allah Israel dan berharap padaNya. Hingga genap waktunya dan
firman Tuhan membenarkannya, ia diangkat begitu tinggi bahkan memberkati
keluarganya pada akhirnya.
Hendaklah kita tidak cepat-cepat menilai keadaan kita,
karena kita di bumi dan Tuhan di sorga. Apa yang kita lihat terbatas, namun
Allah melihat hingga kesudahannya. Mari kita menaruh setiap potongan-potongan
kehidupan kita di hadapanNya dan biarlah Ia yang merangkainya menjadi LEGO yang
utuh dan indah. Tuhan memberkati.
--Kwee Siu Siang
No comments:
Post a Comment