Wednesday, 1 November 2017

Kata Pengantar

LEGO






Kata Pengantar


Jangan berkecil hati bila seakan-akan Tuhan membawa kita menjauh dari mimpi kita. Kisah Yusuf yang terkenal, seorang anak kaya yang menjadi budak dan diangkat Tuhan menjadi orang nomor dua di Mesir mengajarkannya. Yusuf mendapat mimpi besar, keluarganya akan sujud menyembah kepadanya. Ia masih muda dan tidak mengerti betul arti mimpi tersebut, tapi ia percaya Tuhan akan menggenapinya.

Bila kita mencoba memposisikan diri kita di posisi Yusuf ketika mendapat mimpi tersebut, mungkin kita akan berandai-andai bagaimana caranya supaya mimpi kita tercapai. Mungkin kita sekolah di tempat terbaik, bekerja di tempat yang terbaik dan dapat koneksi, bermacam-macam angan terbayang di benak kita. Namun, Allah punya rencana lain.

Allah membawa Yusuf berjalan seakan-akan “menjauhi” mimpinya. Saudara-saudaranya membencinya, ia dijual dan menjadi budak di negeri asing, jauh dari keluarga dan dianggap sudah mati. Saat nasib baik mulai memihak kepadanya, ia bekerja pada Potifar, tak lama ia difitnah dan masuk penjara. Entah apa yang dipikirkan oleh Yusuf, tapi saya yakin ia justru semakin erat mendekat kepada Allah Israel dan berharap padaNya. Hingga genap waktunya dan firman Tuhan membenarkannya, ia diangkat begitu tinggi bahkan memberkati keluarganya pada akhirnya.

Hendaklah kita tidak cepat-cepat menilai keadaan kita, karena kita di bumi dan Tuhan di sorga. Apa yang kita lihat terbatas, namun Allah melihat hingga kesudahannya. Mari kita menaruh setiap potongan-potongan kehidupan kita di hadapanNya dan biarlah Ia yang merangkainya menjadi LEGO yang utuh dan indah. Tuhan memberkati.


--Kwee Siu Siang

No comments:

Post a Comment