Monday, 6 November 2017

6 November 2017

LEGO






Billionaire
Masih berlanjut dengan seri kita bulan lalu ya, ternyata belum selesai.
2 Timotius 1:7 (TB), “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”

Apakah hari hari ini bisnis/usaha kita sedang sepi? Apa yang harus kita lakukan? Jangan takut punyailah keberanian untuk mencoba sesuatu melakukan terobosan di luar kebiasaan yang pernah kita lakukan. Keberanian yang disertai dengan pimpinan Tuhan dan melibatkan Tuhan sepenuhnya dalam setiap usaha kita karena Tuhan tidak memberikan roh ketakutan tetapi roh yang membangkitkan kekuatan. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 37-39
PB: Yohanes 6:25-40

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBible
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 6 November 2017. DALAM KAWALAN ALLAH. Bacaan: Keluaran 13:17-22. Tuhan berjalan di depan mereka.... (Keluaran 13:21). Seorang pemuda keluar dari ruang isolasi sebuah rumah sakit, lalu berjalan mencari udara. Langkahnya pelan-pelan, tetapi penuh kepastian. Ibunya menunggu di depannya, mengamati dan mengawasinya kalau-kalau ia membutuhkan bantuan. Sungguh mengharukan. Bangsa Israel mendapatkan pengawalan saat keluar dari perbudakan di Mesir dan berjalan ke tanah perjanjian. Walaupun terasa berat karena dituntun melalui jalan lain (ay. 17), Allah membawa mereka berjalan jauh bukanlah untuk meninggalkan mereka, tetapi agar menyadarkan mereka akan penyertaan-Nya. Pada siang hari Dia menudungi mereka dengan tiang awan dan pada malam hari Dia menaungi mereka dengan tiang api. Nyatalah, perjalanan Musa dan bangsa Israel berada di bawah bimbingan ilahi. Walaupun terkenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk, Allah tidak melepaskan pandangan-Nya sedikit pun dari bangsa Israel. Kemuliaan-Nya menyinari mereka, firman-Nya memandu perjalanan mereka, Roh-Nya mengasihi mereka, dan pemeliharaan-Nya menghidupkan mereka. Walaupun tak dapat melihat Allah yang kudus, mereka dapat merasakan bahwa Dia berjalan di depan untuk memastikan jalan yang akan mereka lewati itu aman. Pada masa kini, Allah masih mengawal perjalanan Anda dan saya. Sebelum berjalan, kiranya kita merasakan kekuatan perlindungan dan kawalan-Nya lewat tuntunan firman-Nya. Izinkan Dia berbicara dan, seperti bangsa Israel, kiranya kita mengizinkan Allah berjalan lebih dulu di depan kita. Karena Dia yang Mahakudus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh. 14:6). IZINKAN ALLAH BERJALAN DI DEPAN KITA, AGAR PERJALANAN KITA AMAN SENTOSA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 37-39 dan Yohanes 6:25-40.

Ibu Evie Materdai
Bunda Teresa di Neraka. Penulis Denny Siregar Diterbitkan Senin, September 05, 2016.
TAGS
#ARTIHIDUP
#BERBAKTI
#BUNDATERESA
#DENNYSIREGAR
#KEHIDUPAN
#KEMANUSIAAN
#MAKNAHIDUP
#TOKOHAGAMA
EDITORIAL
Bunda Teresa
Iseng dengar ceramah radio, ada pertanyaan tentang bunda Teresa. “Apakah bunda Teresa masuk surga?” Dan dijawablah oleh si penceramah bahwa bunda Teresa tidak mungkin masuk surga dikarenakan ia kafir. Saya jadi teringat sekian tahun lalu, ketika awal-awal dalam pencarian agama. Saya mengikuti pengajian yang -maaf- sangat membosankan. Berasa berat mata ini mendengar ceramah tingkat dewa, maksudnya yang bicara itu seorang dewa karena ia selalu membahas surga dan neraka. Sampai ada satu pertanyaan dari seorang jamaah, “Apakah bunda Teresa masuk surga atau neraka?” Ah, pertanyaan yang menarik yang membuat mata saya melek sebelah. Dan jawaban yang diberikan membuat mata saya terbuka dua-duanya. Bunda Teresa dihakimi masuk neraka karena seberapa besarpun amal perbuatannya, ia tetap kafir sehingga tidak layak masuk surga. Sontak saya mengemasi barang-barang dan berdiri, yang membuat semua yang hadir disana langsung melihat ke arah saya. Si ustad lalu bertanya, “apa yang membuatmu buru-buru pulang?” Dan entah keberanian darimana saya menjawab dengan ringkas. “Selama ini setahu saya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Karena Ia Maha, maka tidak ada manusia yang sanggup mendekati kasih dan sayang-Nya, bahkan mendefinisi-kan bentuknya. Saya selama ini selalu salah mengira bahwa Tuhan tidak sayang kepada saya karena banyak peristiwa buruk yang menimpa saya. Hingga akhirnya saya sadar bahwa semua itu sebenarnya cara Tuhan melindungi saya dari keburukan yang lebih besar. Itulah bentuk kasih dan sayang Tuhan, yang baru saya mengerti di akhir dan saya salah pahami di awal, karena saya manusia yang picik...” Sambil membereskan baju yang terlipat karena kelamaan duduk, saya melanjutkan, ”Setahu saya lagi, selain Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Tuhan itu Maha adil. Karena ke-Maha-anNya, maka tidak ada manusia yang mampu menangkap detail keadilan Tuhan yang sangat presisi. Semua akibat berasal dari sebuah sebab. Tidak ada akibat yang tidak dihukumi, semua ada hukumnya, baik itu hukum baik atau hukum buruk…” Saya menuju pintu dan sambil memegang daunnya saya masih menyisipkan beberapa kata lagi. “Selagi kita duduk disini, bercerita tentang surga dan neraka, Bunda Teresa sudah banyak membantu orang disana dengan harta dan jiwanya. Dan kita disini semua masuk surga, sedangkan bunda Teresa masuk neraka. Bagaimana Tuhan bisa begitu tidak adil? Sedangkan saya belajar agama untuk mencari keadilan dan keadilan hanya bisa saya dapat dari Sang Maha Adil. Jadi saya minta maaf, saya harus pergi mencari Tuhan yang adil. Disini Tuhannya tidak adil... Bagaimana saya bisa meminta keadilan kepada Tuhan yang tidak adil?”. Saya pun pergi dan tidak pernah kembali kesana. Mungkin saya pun dihakimi kafir oleh mereka. Saya lebih baik duduk dan melihat keadilan Tuhan dalam peristiwa-peristiwa sekitar melalui secangkir kopi. Secangkir kopi yang tidak pernah bicara surga dan neraka, ia hanya berbicara tentang kenikmatan dan fungsinya kepadanya manusia. SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA. Google Facebook Twitter.

Mulyono Sutaman
RENUNGAN PAGI. Kalau ingin memelihara kupu-kupu, jangan tangkap kupu-kupunya, pasti akan capek. Tetapi tanam saja bunga?? Maka kupu-kupu akan datang sendiri dan membentangkan sayap-sayapnya yang dijamin indah, bukan hanya kupu-kupu yang datang, tetapi dengan teman-temannya, si lebah, capung dan lainnya, juga akan datang menambah warna warni keindahan. Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini... Ketika kita ingin kebahagiaan dan keberuntungan yang natural, hakiki, dan abadi. Tanam saja kebaikan demi kebaikan, kebajikan demi kebajikan. Pasti kebahagiaan dan keberuntungan akan dilimpahkan oleh Allah, bukan hanya satu. Tetapi, BANYAK KEBAIKAN & KEBERUNTUNGAN. Oleh karena itu, selagi kita masih diberi hidup dan kehidupan, mari kita membangun taman-taman bunga kita. TANAMLAH KEBAIKAN... MAKA PADA SAATNYA... KITA AKAN MENUAI KEBAIKAN (sopo sing nandur bakal ngunduh) “ngunduh wohing pakerti”. “Karena apa yang ditabur orang itu, itu juga yang akan dituainya” Galatia 6:7b. Selamat pagi...

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Senin. Pembacaan Alkitab: Mat 3:13. Doa baca: Mat 3:13 - Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.

Dua kata penting dalam Matius 3:13 ialah Galilea dan Yordan. Ayat ini tidak mengatakan bahwa Yesus datang dari Betlehem ke Yerusalem untuk dikuduskan, melainkan Ia datang dari Galilea ke Yordan untuk dibaptis. Dalam Perjanjian Baru, Galilea adalah daerah yang dipandang rendah, menunjukkan penolakan. Yesus datang dari tempat yang demikian dihina dan ditolak. Tempat ini bukan ditolak oleh Allah, melainkan ditolak oleh agama dan kebudayaan. Jalan hidup gereja hari ini bukan dari Betlehem ke Yerusalem, melainkan dari Galilea ke Yordan.
Sungai Yordan adalah tempat penguburan dan kebangkitan. Jadi, Sungai Yordan menunjukkan pengakhiran dan permulaan hayat baru. Umat Israel menempuh perjalanan melalui padang gurun kurang lebih empat puluh tahun lamanya dan akhirnya mereka semua dikubur di Sungai Yordan. Jadi, Sungai Yordan mengakhiri mereka, mengakhiri sejarah dalam pengembaraan mereka di padang gurun, dan mengakhiri zaman pengembaraan itu. Namun, Sungai Yordan juga memberi mereka suatu awal baru, karena Sungai Yordan memberi permulaan hayat baru kepada mereka dan mengantar mereka memasuki zaman baru. Sungai Yordan membawa umat Israel keluar dari padang gurun untuk memasuki tanah permai, yakni Kristus. Inilah makna Sungai Yordan.
Dalam hidup gereja hari ini, jalan kita adalah jalan dari Galilea ke Sungai Yordan, jalan dari penolakan ke pengakhiran dan kebangkitan. Dalam hidup gereja tidak ada kehormatan, melainkan pengakhiran. Dari hari ke hari kita diakhiri. Dalam gereja kita mengalami saling mengakhiri. Setiap hari bahkan setiap jam kita mengakhiri satu dengan yang lain. Tetapi diakhiri itu merupakan suatu hal yang indah. Pengakhiran bukan penghabisan, melainkan permulaan, sebab pengakhiran selalu menuju ke permulaan baru dalam hayat. Karena itu, kita dapat bersaksi bahwa setiap pengakhiran selalu menjadi suatu permulaan baru dalam hayat.
Hidup gereja memang menakjubkan, tetapi tidak menakjubkan menurut konsepsi kita. Hidup gereja yang menakjubkan itu cepat atau lambat akan mengakhiri kita semua. Hidup gereja akan menamatkan Anda sekaligus membangkitkan Anda. Saya yakin bahwa apa adanya Anda, apa yang Anda miliki, dan apa yang dapat Anda lakukan akan ditamatkan semua. Boleh jadi untuk menggenapkan hal ini memerlukan sejarah sepuluh tahun dalam gereja. Mereka yang telah sepuluh tahun berada dalam gereja dapat bersaksi bahwa setiap bagian mereka telah diakhiri. Makin lama berada dalam gereja makin banyak pula pengakhiran yang kita terima. Mula-mula, pengalaman pengakhiran itu pahit. Tetapi kemudian menjadi manis. Bagi saya hari ini diakhiri itu manis. Setelah bertahun-tahun diakhiri dalam hidup gereja, Anda akan senang diakhiri. Mula-mula ketika Anda diakhiri dalam hidup gereja, Anda merasa malu. Namun lambat laun menjadi pengalaman yang manis bagi Anda. Kita sedang dalam perjalanan dari Galilea ke Sungai Yordan, dari tempat penolakan ke tempat pengakhiran.
Di tempat pengakhiran inilah kita berjumpa dengan Raja. Di sini, dalam hidup gereja, kita menjumpai Dia. Sejak saya memasuki hidup gereja, saya telah berkali-kali dibawa kepada Tuhan. Sehari demi sehari hidup gereja membawa saya kepada Kristus, dan membawa Kristus Sang Raja kepada saya. Akhirnya, kerajaan ada di sini. Jadi, hidup gereja adalah kerajaan.

Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 10.

No comments:

Post a Comment