LEGO
LEGO
3) Sesuai HARAPAN atau tidak? Ingatlah
Tuhan sebagai BAPA Yang sangat MENYAYANGI kita. Andalkan DIA sebagai penuntun
dalam setiap langkah hidup kita
Yang paling tahu fungsi dari sebuah handphone tentu adalah
penciptanya. Demikian juga dengan hidup kita yang paling tahu kehidupan kita
adalah PENCIPTA kita. Walau seringkali kita tidak mengerti jalan-jalanNya,
tidak paham akan semua rencanaNya, DIA TETAP TUHAN yang BAIK bagi setiap kita yang
mengasihiNya. Dan Tuhan tetap melakukan HAL-HAL HEBAT melalui potongan-potongan
kecil Lego/Puzzle dari setiap hidup kita. Jadi kita bisa dengan YAKIN dan
PERCAYA melangkah ke HARI DEPAN kita karena kita TAHU SIAPA yang MEMEGANG
KENDALI dalam hidup kita. Yeremia 29:11-13 (TB), “Sebab Aku ini mengetahui
rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman
TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk
memberikan kepadamu HARI DEPAN yang PENUH HARAPAN. Dan apabila kamu berseru dan
datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu
mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan
segenap hati.” Amin
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 1-2
PB: Yohanes 10:22-42
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Sumber: Warta Komsel 12 Nov 2017 Gereja Lokal AOC
WM Stars
BERTAHAN. Mazmur 119:71 – Bahwa aku tertindas itu baik
bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
Hidup sesulit apapun, jangan hilang kepercayaan diri, karena
esok hari akan lebih indah. Bila kita bisa mengucap syukur dalam keadaan sulit
dan tertindas, pasti ada kekuatan baru yang didapat sehingga kita bisa lebih kuat
dalam menjalani hidup ini. Ketika kita mau belajar untuk menerapkan ketetapan
Tuhan maka kita dimampukan untuk menatap hidup ini dalam kondisi apapun, bahkan
kita percaya besok pasti lebih indah dari hari ini.
Terima kasih Tuhan! Dalam kondisi yang begitu sulit, ENGKAU
masih menuntun, memberi kekuatan, bahkan menghibur kita semua sehingga hidup
terasa lebih mudah dari dugaan kita.
2 Korintus 4:17 – Sebab penderitaan ringan yang sekarang
ini, akan menghasilkan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya,
jauh lebih besar daripada penderitaan kami.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 15 November 2017. JUJUR TIDAK AJUR.
Bacaan: Amsal 12:21-28. Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan
mengakibatkan kerja paksa (Amsal 12:24). Asisten rumah tangga, yang pernah
membantu kami sepuluh tahun yang lalu, sekarang sudah menjadi karyawan tetap di
sebuah rumah sakit yang cukup besar sebagai asisten perawat. Kami kagum atas
keberhasilannya beralih profesi. Ia mengatakan bahwa rahasia keberhasilan adalah
bekerja dengan jujur dan rajin. Kitab Amsal banyak berbicara mengenai orang
jujur dan orang rajin. Dengan orang jujur Ia bergaul erat (Ams. 3:32), doa
orang jujur dikenan-Nya (Ams. 15:8). Tangan yang lamban membuat miskin.
Sebaliknya, tangan orang rajin menjadikan kaya (Ams. 10:4), memegang kekuasaan
(ay. 24), memperoleh harta yang berharga (ay. 27), dan berkelimpahan (Ams.
13:4). Tidak mudah menjadi orang jujur dan rajin sekarang ini. Tidak sedikit
orang yang memilih hidup dan bekerja dalam ketidakjujuran dan kemalasan. Mereka
berprinsip, “Jujur malah ajur” (bahasa Jawa), artinya jika kita jujur kita
pasti akan hancur. Mereka bekerja sekadar untuk mendapatkan haknya setiap bulan
tanpa mau bekerja keras. Sebagai orang percaya, hendaknya kita hidup dan bekerja
dengan jujur dan rajin. Orang rajin tidak akan menunda-nunda pekerjaan, tidak
menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang ada. Jangan minder dan putus asa bila
orang tidak memperhitungkan profesi kita saat ini. Selama kita bekerja dengan
jujur dan rajin, dengan penyertaan dan perkenan Tuhan, Tuhan sanggup menjadikan
kita berhasil dan memberikan promosi ke jabatan yang lebih baik. HIDUP DALAM
KEJUJURAN DAN KERAJINAN MENANDAKAN BAHWA KITA MENGANDALKAN PENYERTAAN TUHAN.
Selamat pagi. Kasih KaruniaNYA melimpah bagi kita. #LoveTheBible – Bacaan:
Yehezkiel 1-2 dan Yohanes 10:22-42.
Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Pembacaan Alkitab: Mat. 4:17-23
Doa baca: Mat. 4:23
Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam
rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan
orang-orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan mereka.
Ketika Petrus dan Andreas dipanggil oleh Tuhan, mereka
sedang menebarkan jala ke laut. Tuhan memanggil mereka untuk mengikuti-Nya dan
berjanji akan menjadikan mereka penjala manusia. Mereka meninggalkan jala
mereka, dan mengikuti Raja Kerajaan Surga untuk menjadi penjala manusia.
Akhirnya, Petrus menjadi penjala besar pertama untuk mendirikan Kerajaan Surga
pada hari Pentakosta (Kis. 2:37-42; 4:4).Hal yang sama juga terjadi pada
Yakobus dan Yohanes (Mat. 4:21-22). Ketika mereka dipanggil oleh Tuhan, mereka
sedang menambal jala mereka di dalam perahu. Begitu Tuhan memanggil mereka,
mereka meninggalkan perahu dan ayah mereka serta mengikuti Dia. Yohanes dan
saudaranya, sebagaimana Petrus dan Andreas, tertarik oleh Tuhan dan mengikuti
Dia. Akhirnya, Yohanes menjadi penambal yang sejati, menambal lubang dalam
gereja dengan ministri hayatnya.
Panggilan kepada keempat murid itu merupakan permulaan dari
ministri kerajaan Raja baru yang telah diurapi. Ini merupakan dasar bagi
berdirinya Kerajaan Surga. Keempat murid ini menjadi empat orang yang utama
dari kedua belas rasul. Petrus dan Andreas adalah pasangan yang pertama,
Yakobus dan Yohanes adalah pasangan yang kedua. Jadi, keempat murid pertama
yang ditangkap oleh Tuhan Yesus menjadi keempat batu fondasi utama Kerajaan
Allah, yaitu empat dari dua belas fondasi Yerusalem Baru (Why. 21:14).
Dari permulaan ministri-Nya, Raja Surgawi memberitakan Injil
Kerajaan Allah. Injil dalam kitab ini disebut “Injil Kerajaan”. Ini tidak hanya
mencakup pengampunan dosa (Luk. 24:47) dan penyaluran hayat (Yoh. 20:31),
tetapi juga mencakup Kerajaan Surga (Mat. 24:14) dengan kuasa zaman yang akan
datang (Ibr. 6:5), kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit (Yes.
35:5-6; Mat. 10:1). Pengampunan dosa dan penyaluran hayat adalah untuk
kerajaan.
Sewaktu Tuhan berkeliling di seluruh Galilea, Ia
menyembuhkan berbagai penyakit di antara banyak orang. Tuhan Yesus memperluas
ministri-Nya dengan melakukan keempat perkara ini: berkeliling, mengajar,
memberitakan, dan menyembuhkan. Dalam pekerjaan Injil hari ini kita juga harus
berkeliling, mengajar, memberitakan, dan menyembuhkan. Kita memerlukan keempat
perkara ini; kita tidak boleh mengabaikan maupun memandang rendah penyembuhan.
Kita tidak boleh mengikuti pelaksanaan kekristenan fundamental yang hanya
memiliki sedikit sekali penyembuhan, ataupun kekristenan Pentakosta yang
terlalu banyak menekankan hal ini, bahkan memiliki penyembuhan yang keliru,
yang hanya berupa pertunjukan. Kita harus berjalan pada langkah Tuhan Yesus
yang berkeliling, mengajar, memberitakan, dan menyembuhkan. Janganlah
beranggapan bahwa kita tidak mempercayai mukjizat. Kita percaya sepenuhnya pada
mukjizat. Kita mengikuti pimpinan Tuhan untuk berkeliling, memberitakan, dan
menyembuhkan.
Dengan bercahaya sebagai terang yang besar, Tuhan menawan
keempat nelayan muda itu untuk menjadi murid-murid-Nya. Keempat murid ini
berkeliling bersama Raja ke seluruh Galilea sebagaimana Ia mengajar,
memberitakan, dan menyembuhkan. Hasilnya ialah banyak orang yang mengikuti-Nya
(ayat 25) bagi Kerajaan Surga. Inilah permulaan berdirinya Kerajaan Surga.
Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 12

No comments:
Post a Comment