LEGO
LEGO
Kisah 27:1-44
Dalam hidup ini kita semua pasti punya harapan impian dan
rencana.tapi yang terjadi ada banyak potongan-potongan yang tidak sesuai
harapan. Apa yang kita lakukan waktu potongan-potongan kecil tidak terlihat
seperti gambar contohnya/gambaran besarnya? Dalam Kisah Para Rasul 27, Rasul
Paulus dan 276 orang itu sampai dengan selamat dengan pecahan-pecahan
kapal/potongan potongan kayu. TUHAN melakukan hal-hal hebat melalui
potongan-potongan kecil. Apa yang harus kita lakukan?
1) Pegang kebenaran yang sesungguhnya
Dalam setiap package Lego, kita diberi manual/guidance
yang akan membantu kita untuk menyelesaikan lego tersebut seperti gambaran
besarnya. Dan kita semua saat ini punya Manual Book/Guidance yaitu
Alkitab yang akan menuntun kita sampai kepada tujuan kita. HIdup kita tidak
ditentukan oleh apa yang kita lihat tetapi hidup kita ditentukan oleh apa yang
Tuhan Yesus katakan yaitu firman-Nya yang hidup dan berkuasa. Amin.
2) Proses......adalah.......
Ikuti pembahasan selanjutannya besok Selasa, 14 Nov...
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Ratapan 1-2
PB: Yohanes 9:24-41
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Sumber: Warta Komsel 12 Nov 2017 Gereja Lokal AOC
WM Stars
KETAATAN. 2 Raja-raja 5:12, “Bukankah Abana dan Parpar,
sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku
dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi
dengan panas hati.”
Ketika kita mengalami sakit, kita melakukan pemeriksaan dan
berobat ke dokter agar tubuh kita pulih dan sehat seperti sediakala.Pada saat
bisnis kita merosot, kita berharap kelak bisnis itu pulih dan lancar seperti
semula; kita juga berharap seseorang pulih menjadi orang yang baik seperti
sediakala. Demikianlah kita memandang arti pemulihan.
Tidak demikian cara Tuhan memulihkan umat-Nya. Jika Tuhan
memulihkan sesuatu, Dia tidak hanya mengembalikannya seperti sediakala, namun
malah lebih baik dari keadaan semula atau sempurna!Demikianlah Tuhan memulihkan
Naaman dari kustanya. Penyakitnya bukan saja disembuhkan, namun kulitnya pun
dipulihkan seperti kulit seorang bayi, sempurna.
Pemulihan ini terjadi ketika Naaman bersedia merendahkan
dirinya dan tunduk kepada firmanTuhan. Apa yang terjadi jika waktu itu Naaman
tetap pada pendiriannya, memegang erat-erat harga dirinya, dan tidak mau tunduk
dan melakukan firman Tuhan? Jelas pemulihan itu tidak akan terjadi.
Ketaatan untuk melakukan firman Tuhan adalah harga untuk
mengalami pemulihan dari Tuhan.Cara Tuhan bekerja memulihkan kita adalah dengan
menghancurkan kesombongan dan harga diri kita sampai kita belajar
sungguh-sungguh mengandalkan kekuatan Tuhan.
Sebab itu, mari uji hati kita, jika Tuhan memberi kita
perintah yang bertolak belakang dengan keinginan hati kita, apakah kita
bersedia tunduk dan melakukannya dengan taat ?
“KETAATAN MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN ADALAH HARGA UNTUK KITA
MENGALAMI PEMULIHAN-NYA.”
Tuhan Yesus memberkati.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 13 November 2017. PERNIKAHAN YANG INDAH.
Bacaan: Efesus 5:22-33. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku:
Kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati
suaminya (Efesus 5:33). Akhir-akhir ini begitu banyak kasus perceraian terjadi.
Lebih parahnya, perceraian tersebut dilatarbelakangi karena kasus Kekerasan
Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suami kepada istrinya. Sang suami
memukuli istrinya. Sang istri sakit hati dan menggugat cerai suaminya.
Sepertinya mereka sudah lupa janji suci yang pernah mereka ikrarkan saat mereka
menikah. Paulus mengingatkan kepada jemaat Efesus perihal hubungan suami istri.
Untuk menciptakan sebuah pernikahan yang indah, pertama, seorang istri harus
tunduk kepada suaminya (ay. 22). Jelas, seorang istri harus tunduk kepada suami
dengan rasa hormat terhadap suaminya (ay. 33). Kedua, seorang suami harus
mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi jemaat (ay. 25). Kasih yang harus
dimiliki oleh seorang suami adalah kasih yang mau berkurban untuk istrinya.
Kasih yang tidak egois. Ketiga, menerapkan prinsip satu daging (ay. 31). Suami
dan istri bukan lagi dua melainkan satu. Jika istri menderita, suami ikut
merasakan penderitaan istri, dan sebaliknya. Jika dalam pernikahan, suami-istri
menerapkan prinsip ini, suami tidak mungkin menyakiti istrinya (ay. 28), dan
sebaliknya. Ada sebuah ungkapan: “Beautiful wedding is easy, but beautiful
marriage is different things.” Membuat acara pernikahan menjadi indah adalah
hal yang mudah, tetapi membuat perjalanan pernikahan menjadi indah bukanlah hal
yang mudah. Sebuah pernikahan tidak dinilai dari megahnya acara pernikahan,
tetapi dari bagaimana perjalanan pernikahan itu sendiri. BEAUTIFUL WEDDING IS
EASY, BUT BEAUTIFUL MARRIAGE IS DIFFERENT THINGS. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Ratapan 1-2 dan Yohanes 9:24-41.
Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Pembacaan Alkitab: Mat. 4:12
Doa baca: Mat. 4:12
Tetapi waktu Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap,
menyingkirlah Ia ke Galilea.
Menurut konsepsi manusia, Yesus seharusnya memulai
ministri-Nya dari Bait Suci di kota suci, yaitu Yerusalem. Tetapi datanglah
berita yang mengatakan bahwa pendahulu-Nya, yaitu Yohanes Pembaptis, telah
dipenjarakan. Ini merupakan tanda bagi Raja baru bahwa Yerusalem telah menjadi
tempat penolakan. Karena itu, Ia tidak seharusnya memulai ministri kerajaan-Nya
di sana.
Atas ekonomi-Nya, Allah menghendaki suatu perubahan yang
mutlak, yakni perubahan dari ekonomi yang lama ke ekonomi yang baru. Ekonomi
yang lama telah menghasilkan agama luaran, Bait Suci luaran, kota luaran, dan
sistem penyembahan luaran. Segala sesuatu dalam ekonomi yang lama disusun
secara luaran. Dalam ekonomi-Nya yang baru Allah membuang semuanya itu dan
memulai suatu permulaan yang baru. Situasi di bawah kedaulatan Allah sesuai
dengan perubahan dalam ekonomi Allah ini. Karena Yerusalem telah menolak
pengenal Raja baru itu, maka Tuhan Yesus sadar bahwa Ia tidak seharusnya
memulai ministri-Nya di sana. Di Yerusalem tidak ada sambutan bagi-Nya.
Dalam bergerak bersama-sama dengan Tuhan, kita harus
menghindari dua macam ekstrem. Ekstrem pertama ialah ekstrem adikodrati.
Beberapa orang mengatakan bahwa mereka tidak perlu memperhatikan keadaan
sekitar mereka, karena mereka memiliki Roh. Sedangkan ekstrem lainnya terlalu
banyak memperhatikan sejarah dan kecenderungan alamiah. Namun dalam Matius 4,
Raja baru tidak semata-mata bergerak sesuai dengan apa yang disebut pimpinan
rohani, juga tidak menurut sejarah atau kecenderungan alamiah. Sebaliknya, Ia
bergerak bersama-sama dengan ekonomi Allah sesuai dengan petunjuk-petunjuk
dalam suasana sekitar-Nya. Ia pergi ke Galilea, ke tanah Zebulon dan tanah
Naftali untuk bersinar sebagai Terang yang besar bagi bangsa yang diam dalam
kegelapan dan negeri yang dinaungi maut (4:15-16).
Raja baru ini memulai ministri-Nya bukan di kota kudus
ataupun Bait Suci, melainkan di Galilea, bahkan di Laut (LAI: Danau) Galilea.
Pendahulu-Nya melayani di tepi sungai, di padang gurun, tetapi Ia memulai
ministri-Nya di dekat Laut Galilea. Galilea adalah tempat dengan penduduk
campuran, orang Yahudi dan orang bukan Yahudi. Karena itu, tempat ini disebut
“Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain”, dan diremehkan oleh orang-orang Yahudi
ortodoks (Yoh. 7:41, 52). Raja baru yang diangkat memulai ministri rajani-Nya
untuk Kerajaan Surga di tempat yang diremehkan seperti itu, jauh dari ibukota
negara, Yerusalem yang terhormat dengan Bait Suci, pusat agama ortodoks. Ini
menyiratkan bahwa ministri Raja yang baru diurapi adalah untuk Kerajaan Surgawi
yang berbeda dengan kerajaan Daud yang bumiah (Kerajaan Mesias). Yohanes
Pembaptis melayani di tepi sungai, karena ia dipersiapkan untuk menguburkan
setiap orang yang datang kepadanya untuk bertobat. Raja baru melayani di
sekitar Laut Galilea. Dalam Alkitab, Sungai Yordan melambangkan penguburan dan
kebangkitan, yaitu pengakhiran dan pertumbuhan. Tetapi Laut Galilea
melambangkan dunia yang telah dirusak oleh Iblis. Jadi, Yordan adalah tempat
penguburan, sedangkan Laut Galilea adalah dunia yang telah rusak.
Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 12
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
SUARA TUHAN.
1 Tawarikh 17:1, “Setelah Daud menetap di rumahnya,
berkatalah ia kepada nabi Natan: 'Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu
aras, padahal tabut perjanjian TUHAN itu ada di bawah tenda-tenda.'”
1 Tawarikh 17:4, “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud:
Beginilah firman TUHAN: Bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah bagi-Ku
untuk didiami.”
1 Tawarikh 17:11, “Apabila umurmu sudah genap untuk pergi
mengikuti nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang
kemudian, salah seorang anakmu sendiri, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.”
1 Tawarikh 17:12, “Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku
dan Aku akan mengokohkan takhtanya untuk selama-lamanya.”
Orang percaya, yang begitu mencintai TUHAN nya itulah Daud.
Raja yang dipilih, dikaruniakan begitu besar bakat dan kemampuan sehingga mampu
menjadi raja bagi bangsa Israel. Selama hidupnya selalu patuh dan berserah
kepada TUHAN, bahkan saat dia memiliki kekuasaan yang sangat besar dan hidup
didalam kerajaannya yang begitu megah, diapun ingat dan ingin mendirikan
rumah-Nya, suatu pembelajaran yang begitu baik dari Daud. Akan tetapi TUHAN,
tidak mengijinkannya melakukan itu, Dia tidak berkenan, Dia sudah menentukan siapa
yang kelak melakukannya. Sikap, rencana dan perbuatan baik manusia, belum tentu
TUHAN merestuinya. Apa sikap kita yang sebaiknya?
Suara TUHAN, itulah yang perlu kita dengar-dapatkan agar
setiap perbuatan dan bahkan kebaikan yang kita lakukan berkenan dihadapan-Nya.
TUHAN sudah memiliki rencana, Dia juga yang mengatur apa kebaikan yang perlu
kita lakukan, siapa yang melakukannya. Terus berpikiran baik, terus menumbuhkan
niat baik, akan tetapi serahkan semuanya kepada-Nya, karena hanya Dialah yang
berhak menetapkan, itulah rahasia kehidupan yang patut kita sadari dan cermati,
bahwa Dialah pemilik dan penentu hidup, dan kita pelaku setiap rencana-Nya.
Dengarkan suara TUHAN, jalankan amanat-Nya dan hidup berkelimpahan ada didepan
kita. Puji TUHAN.
Bapa, terima kasih Engkau mengingatkan bahwa bukan kami
penentu hidup, akan tetapi Engkaulah yang menetapkannya. Berfirmanlah Tuhan,
kami siap menjalankannya. Amin.
Jesus Loves you. Bacaan Alkitab Setahun: Kisah Rasul 5-8
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #imandanpercaya
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman

No comments:
Post a Comment