Saturday, 11 November 2017

11 November 2017

LEGO






Billionaire
Mazmur 5:3 (TB), “TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.”

Apa sebenarnya kunci sukses, kunci keberuntungan seseorang menjadi berhasil bahkan berjaya dalam setiap aspek kehidupannya? Ini yang dapat saya bagikan pagi hari ini, salah satunya adalah: sudahkah kita memprioritaskan untuk bertemu/”Sarapan Pagi” bersama dengan Bapa kita? Sang Pemilik berkat/Pemilik segala sesuatunya dalam “hidup” kita? Tidak saja kita bisa ngobrol/kita bisa berseru (berdoa) tetapi kita juga bisa meminta nasihatNya (membaca FirmanNya), serta bersyukur / mengatur persembahan kita / memuji / mengundang hadiratNya untuk bekerja disepanjang hari itu agar apa yang kita lakukan dibuatNya berhasil/berjaya. Sudahkah kita “Sarapan Pagi”/Breakfast with Jesus setiap hari? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 50
PB: Yohanes 8:30-59

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#MLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

WM Stars
Hikmah Pagi. BELAJAR MENERIMA APA ADANYA. Ketika GELAP baru tersadarkan apa arti dari TERANG. Ketika KEKERINGAN baru tersadarkan betapa berartinya AIR. Ketika KEHILANGAN baru tersadarkan arti dari MEMILIKI. KETIKA BERTENGKAR baru tersadarkan arti dari PERSAHABATAN. Ketika BERPISAH baru tersadarkan arti dari KEBERSAMAAN. Ketika sakit baru tersadarkan arti dari indahnya KESEHATAN. Sungguh disayangkan KESADARAN itu selalu datang Terlambat. Bukan kejadian yang membuat kita SEDIH atau BAHAGIA tetapi saat harus MEMILIH diantara keduanya. Kemarin sudah TIADA, esok belumlah TIBA kita hanya punya 1 hari, yaitu HARI ini maka jangan lewatkan hari ini tanpa berbuat baik kepada sesama. Jangan sesali yang telah berlalu, itu perbuatan sia-sia. Tidak mungkin akan timbul Kebahagiaan diatas penderitaan orang lain. Syukuri apa yang telah dimiliki,agar kebahagiaan selalu berada disisi kita. Jangan cari kesempurnaan,tetapi sempurnakanlah yang telah ada. Dalam kehidupan NYATA kadang kita suka mempermasalahkan hal yang KECIL,yang tidak PENTING sehingga akhirnya merusak NILAI yang BESAR. Persahabatan yang INDAH selama puluhan tahun BERUBAH menjadi permusuhan yang HEBAT, karena SEPATAH kata PEDAS yang tidak DISENGAJA. Keluarga yang RUKUN dan HARMONIS pun bisa HANCUR hanya karena perdebatan KECIL yang tidak PENTING. Yang REMEH kerap dipermasalahkan, tetapi yang lebih PENTING dan berharga LUPA dan TERABAIKAN. Seribu KEBAIKAN sering tidak BERARTI, TAPI SETITIK kekurangan DIINGAT seumur hidup. Mari belajar MENERIMA kekurangan apapun yang ada dalam kehidupan kita. Bukankah tak ada yang SEMPURNA didunia in...? SEHATI bukan karena MEMBERI, tetapi sehati karena saling MEMAHAMI. BETAH bukan karena MEWAH tetapi betah karena saling MENGALAH. BERSAMA bukan karena HARTA DUNIA,tetapi bersama karena SALING MENGISI. INDAH bukan karena selalu MUDAH,tetapi INDAH karena dihadapi bersama disetiap KESUSAHAN. Selamat pagi semua saudaraku.

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Pembacaan Alkitab: Mat 4:8-11.
Doa baca: Mat 4:10
Lalu berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Karena pertama kali Tuhan Yesus telah mengalahkannya dengan jalan mengutip Alkitab, si pencoba meniru cara-Nya dan dalam pencobaannya yang kedua, ia mencobai Dia juga dengan mengutip Alkitab, namun secara licik. Mengutip ayat Alkitab mengenai satu aspek dari suatu hal menuntut kita memperhitungkan aspek lainnya juga, untuk diselamatkan dari tipuan si pencoba. Inilah yang dilakukan Raja baru di sini untuk menghadapi pencobaan kedua dari si pencoba. Sering kali kita perlu memberi tahu si pencoba, “Ada pula tertulis.”
Setelah kalah dalam pencobaannya mengenai agama, Iblis mengajukan pencobaannya yang ketiga kepada Raja baru, kali ini mengenai kemuliaan dunia ini. Iblis telah memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dan kemegahannya. Urutan pencobaan si licik selalu datang secara demikian: pertama, berhubungan dengan penghidupan manusia; kedua, berhubungan dengan agama; dan ketiga, berhubungan dengan kemegahan duniawi. Dalam banyak pencobaan, ketiga perkara ini pasti ada. Pencobaan ketiga adalah masalah kemegahan dunia, promosi, ambisi kedudukan, dan cita-cita hari depan. Semuanya ini adalah kemegahan dunia.
Lukas 4:6 mengatakan bahwa kerajaan dunia beserta kemegahannya telah diserahkan kepada Iblis; karena itu, Iblis dapat memberikannya kepada siapa saja yang dikehendakinya. Sebelum kejatuhannya, Iblis adalah penghulu malaikat yang ditunjuk oleh Allah sebagai penguasa dunia (Yeh. 28:13-14). Karena itu, dia disebut “penguasa dunia ini” (Yoh. 12:31), yang menguasai semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya. Karena ingin disembah, dia memamerkan semua ini untuk mencobai Raja yang baru diurapi. Raja yang Surgawi mengalahkan pencobaan ini, tetapi antikristus yang akan datang tidak demikian (Why. 13:2, 4).
Raja baru menghardik Iblis atas apa yang dipamerkannya dan mengalahkan dia dengan berdiri pada kedudukan manusia untuk menyembah dan melayani Allah semata. Menyembah atau melayani apa pun selain Allah untuk mendapatkan keuntungan merupakan pencobaan dari Iblis, agar dia bisa mendapatkan penyembahan. Tuhan seolah-olah berkata kepada Iblis, “Iblis, sebagai seorang manusia, Aku, Yesus, menyembah Allah dan hanya berbakti kepada-Nya saja. Kau adalah musuh Allah, dan Aku tidak pernah menyembahmu. Aku tidak mengharapkan kemegahan dunia ataupun kerajaan dunia. Iblis, enyahlah dari hadapan-Ku!”
Betapa perlunya kita mengatasi ketiga macam pencobaan ini: pencobaan penghidupan, pencobaan kekuatan agama, dan pencobaan kemuliaan yang sia-sia. Jika kita mengalahkan hal-hal ini, kita benar-benar adalah umat kerajaan yang mengikuti Raja Surgawi kita. Jika kita membunuh ketiga pencobaan ini dengan berkata, “Aku tidak peduli penghidupanku, kekuatan agama, ataupun kedudukan duniawi”, maka setan tidak dapat berbuat sesuatu terhadap kita. Haleluya, Raja Surgawi kita telah mengalahkan si pencoba, mengalahkannya dalam ketiga pencobaan ini!

Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 11

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 11 November 2017. DUTA TERANG. Bacaan: Matius 5:13-16. “...supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Matius 5:16). Saya dan beberapa teman sedang menunggu hujan reda di pelataran sebuah sekolah, saat pintu terdengar dibuka dan kami dianjurkan masuk oleh seorang guru ke dalam kelas untuk duduk dan menunggu. Selain ruangan yang memang lebih hangat ketimbang dinginnya udara di luar, kebaikan dari guru tersebut menjalar, menghangatkan dan menyalakan setitik terang di dalam hati kami yang menerimanya. Yesus berkata: “Kamu adalah terang dunia.” Hal ini berarti bahwa terang yang berada di dalam diri anda dan saya sesungguhnya memiliki kekuatan besar untuk menyinari sisi gelap dunia yang semakin gelap ini. Karena terang itu bersumber dari Allah, maka kemampuannya untuk menyinari tak terbatas. Hanya saja, ketimbang bersinar, banyak orang memilih larut dalam gelap, ikut menikmati kegelapan dan melupakan bahwa mereka bertugas untuk menjadi duta terang. Agar diterima oleh dunia, mereka menyembunyikan terangnya karena takut jika terang yang mereka bawa akan membuat banyak orang terganggu dan menjauh. Kita diutus ke dalam dunia dengan berbagai tujuan. Namun hari ini kita mengingat kembali bahwa salah satu diantaranya adalah untuk menjadi duta terang, menyalakan dan memperkenalkan kasih Allah melalui kasih kita kepada sesama. Menyebarkan dan menceritakan tentang terang yang sesungguhnya kepada sebanyak mungkin orang, terutama mereka yang masih bergelut dan hidup dalam kegelapan. ANAK TERANG ADALAH SEBUTAN, MENYEBARKAN TERANG ADALAH KEHARUSAN. Selamat pagi. Happy Weekend. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 50 dan Yohanes 8:30-59.

WM Stars
Tuhan itu penyayang dan penuh kasih (Yakobus 5:11). Jadilah penurut-penurut Allah seperti anak-anak yang dikasihi Tuhan. Kasih itu tidak pernah berkesudahan nubuat akan berakhir. Tetapi Tuhan yang akan menentukan langkah-langkah kita (Amsal 16:9). Hiduplah dalam kasih Allah sebagaimana Kristus mengasihi dan menyerahkan diriNya untuk kita sebagai sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah (Efesus 5: 1-2).Orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Aliran kuasaNya menyegarkan kita (Yesaya 40:31).

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Jumat, 10 November 2017. Didikan dan Hajaran. “Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia mencambuk orang yang diakui-Nya sebagai anak” (Ibr 12:6). Allah tidak mempunyai begitu banyak waktu senggang untuk menanggulangi orang-orang di dunia ini. Tetapi hanya orang yang dikasihi-Nyalah yang dididik dan dihajar-Nya. Dia mendidik dan menghajar kita karena kita dikasihi-Nya. Dia akan menggarap kita sedemikian rupa sehingga kita dapat menjadi satu bejana; itulah sebabnya Dia melakukan didikan dan hajaran-Nya. Allah tidak ada waktu untuk mendidik dan menghajar setiap orang di dunia, tetapi karena Ia mengasihi anak-anak-Nya sendiri, maka Dia sudi menghabiskan waktu untuk mendidik dan menghajar anak-anak-Nya. Jadi, didikan dan hajaran adalah pengaturan kasih. Kasihlah yang mengatur peristiwa-peristiwa itu bagi kita. Kasihlah yang menakarkan bagi kita apa yang harus kita hadapi, dan kasihlah yang menyediakan bagi kita peristiwa sehari-hari dalam lingkungan kita. Itulah yang disebut “didikan dan hajaran” yang Allah siapkan demi mendatangkan kebaikan terbesar bagi mereka yang diakui-Nya sebagai anak. Semua orang yang telah mengalami didikan dan hajaran mempunyai jaminan bahwa dirinya diakui Allah sebagai anak. Dicambuk tidak berarti ditolak, melainkan suatu bukti diakui atau diperkenan oleh Allah. Allah hanya membuang waktu untuk menanggulangi anak-anak yang dikasihi dan diakui-Nya. Puji Tuhan, Allah sangat mengasihi kita karena kita adalah anak-anak-Nya. Allah kita memposisikan diri-Nya sebagai ayah bagi kita. Dia mau mendidik dan menghajar kita sebagai bukti bahwa Dia mengasihi dan mengakui kita. (Didikan dan Hajaran Allah, W. Nee)

No comments:

Post a Comment