LEGO
Billionaire
Mazmur 5:3 (TB), “TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar
seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku
menunggu-nunggu.”
Apa sebenarnya kunci sukses, kunci keberuntungan seseorang
menjadi berhasil bahkan berjaya dalam setiap aspek kehidupannya? Ini yang dapat
saya bagikan pagi hari ini, salah satunya adalah: sudahkah kita memprioritaskan
untuk bertemu/”Sarapan Pagi” bersama dengan Bapa kita? Sang Pemilik
berkat/Pemilik segala sesuatunya dalam “hidup” kita? Tidak saja kita bisa
ngobrol/kita bisa berseru (berdoa) tetapi kita juga bisa meminta nasihatNya
(membaca FirmanNya), serta bersyukur / mengatur persembahan kita / memuji /
mengundang hadiratNya untuk bekerja disepanjang hari itu agar apa yang kita
lakukan dibuatNya berhasil/berjaya. Sudahkah kita “Sarapan Pagi”/Breakfast
with Jesus setiap hari? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 50
PB: Yohanes 8:30-59
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#MLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
WM Stars
Hikmah Pagi. BELAJAR MENERIMA APA ADANYA. Ketika GELAP baru
tersadarkan apa arti dari TERANG. Ketika KEKERINGAN baru tersadarkan betapa
berartinya AIR. Ketika KEHILANGAN baru tersadarkan arti dari MEMILIKI. KETIKA
BERTENGKAR baru tersadarkan arti dari PERSAHABATAN. Ketika BERPISAH baru
tersadarkan arti dari KEBERSAMAAN. Ketika sakit baru tersadarkan arti dari
indahnya KESEHATAN. Sungguh disayangkan KESADARAN itu selalu datang Terlambat.
Bukan kejadian yang membuat kita SEDIH atau BAHAGIA tetapi saat harus MEMILIH
diantara keduanya. Kemarin sudah TIADA, esok belumlah TIBA kita hanya punya 1
hari, yaitu HARI ini maka jangan lewatkan hari ini tanpa berbuat baik kepada
sesama. Jangan sesali yang telah berlalu, itu perbuatan sia-sia. Tidak mungkin
akan timbul Kebahagiaan diatas penderitaan orang lain. Syukuri apa yang telah dimiliki,agar
kebahagiaan selalu berada disisi kita. Jangan cari kesempurnaan,tetapi
sempurnakanlah yang telah ada. Dalam kehidupan NYATA kadang kita suka
mempermasalahkan hal yang KECIL,yang tidak PENTING sehingga akhirnya merusak
NILAI yang BESAR. Persahabatan yang INDAH selama puluhan tahun BERUBAH menjadi
permusuhan yang HEBAT, karena SEPATAH kata PEDAS yang tidak DISENGAJA. Keluarga
yang RUKUN dan HARMONIS pun bisa HANCUR hanya karena perdebatan KECIL yang
tidak PENTING. Yang REMEH kerap dipermasalahkan, tetapi yang lebih PENTING dan
berharga LUPA dan TERABAIKAN. Seribu KEBAIKAN sering tidak BERARTI, TAPI
SETITIK kekurangan DIINGAT seumur hidup. Mari belajar MENERIMA kekurangan
apapun yang ada dalam kehidupan kita. Bukankah tak ada yang SEMPURNA didunia
in...? SEHATI bukan karena MEMBERI, tetapi sehati karena saling MEMAHAMI. BETAH
bukan karena MEWAH tetapi betah karena saling MENGALAH. BERSAMA bukan karena
HARTA DUNIA,tetapi bersama karena SALING MENGISI. INDAH bukan karena selalu
MUDAH,tetapi INDAH karena dihadapi bersama disetiap KESUSAHAN. Selamat pagi
semua saudaraku.
Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Pembacaan Alkitab: Mat 4:8-11.
Doa baca: Mat 4:10
Lalu berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada
tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah
engkau berbakti!”
Karena pertama kali Tuhan Yesus telah mengalahkannya dengan
jalan mengutip Alkitab, si pencoba meniru cara-Nya dan dalam pencobaannya yang
kedua, ia mencobai Dia juga dengan mengutip Alkitab, namun secara licik.
Mengutip ayat Alkitab mengenai satu aspek dari suatu hal menuntut kita
memperhitungkan aspek lainnya juga, untuk diselamatkan dari tipuan si pencoba.
Inilah yang dilakukan Raja baru di sini untuk menghadapi pencobaan kedua dari si
pencoba. Sering kali kita perlu memberi tahu si pencoba, “Ada pula tertulis.”
Setelah kalah dalam pencobaannya mengenai agama, Iblis
mengajukan pencobaannya yang ketiga kepada Raja baru, kali ini mengenai
kemuliaan dunia ini. Iblis telah memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia
dan kemegahannya. Urutan pencobaan si licik selalu datang secara demikian:
pertama, berhubungan dengan penghidupan manusia; kedua, berhubungan dengan
agama; dan ketiga, berhubungan dengan kemegahan duniawi. Dalam banyak pencobaan,
ketiga perkara ini pasti ada. Pencobaan ketiga adalah masalah kemegahan dunia,
promosi, ambisi kedudukan, dan cita-cita hari depan. Semuanya ini adalah
kemegahan dunia.
Lukas 4:6 mengatakan bahwa kerajaan dunia beserta
kemegahannya telah diserahkan kepada Iblis; karena itu, Iblis dapat
memberikannya kepada siapa saja yang dikehendakinya. Sebelum kejatuhannya,
Iblis adalah penghulu malaikat yang ditunjuk oleh Allah sebagai penguasa dunia
(Yeh. 28:13-14). Karena itu, dia disebut “penguasa dunia ini” (Yoh. 12:31),
yang menguasai semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya. Karena ingin
disembah, dia memamerkan semua ini untuk mencobai Raja yang baru diurapi. Raja
yang Surgawi mengalahkan pencobaan ini, tetapi antikristus yang akan datang
tidak demikian (Why. 13:2, 4).
Raja baru menghardik Iblis atas apa yang dipamerkannya dan
mengalahkan dia dengan berdiri pada kedudukan manusia untuk menyembah dan
melayani Allah semata. Menyembah atau melayani apa pun selain Allah untuk
mendapatkan keuntungan merupakan pencobaan dari Iblis, agar dia bisa
mendapatkan penyembahan. Tuhan seolah-olah berkata kepada Iblis, “Iblis,
sebagai seorang manusia, Aku, Yesus, menyembah Allah dan hanya berbakti
kepada-Nya saja. Kau adalah musuh Allah, dan Aku tidak pernah menyembahmu. Aku tidak
mengharapkan kemegahan dunia ataupun kerajaan dunia. Iblis, enyahlah dari
hadapan-Ku!”
Betapa perlunya kita mengatasi ketiga macam pencobaan ini:
pencobaan penghidupan, pencobaan kekuatan agama, dan pencobaan kemuliaan yang
sia-sia. Jika kita mengalahkan hal-hal ini, kita benar-benar adalah umat
kerajaan yang mengikuti Raja Surgawi kita. Jika kita membunuh ketiga pencobaan
ini dengan berkata, “Aku tidak peduli penghidupanku, kekuatan agama, ataupun
kedudukan duniawi”, maka setan tidak dapat berbuat sesuatu terhadap kita.
Haleluya, Raja Surgawi kita telah mengalahkan si pencoba, mengalahkannya dalam
ketiga pencobaan ini!
Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 11
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 11 November 2017. DUTA TERANG. Bacaan:
Matius 5:13-16. “...supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan
Bapamu yang di surga” (Matius 5:16). Saya dan beberapa teman sedang menunggu
hujan reda di pelataran sebuah sekolah, saat pintu terdengar dibuka dan kami
dianjurkan masuk oleh seorang guru ke dalam kelas untuk duduk dan menunggu.
Selain ruangan yang memang lebih hangat ketimbang dinginnya udara di luar,
kebaikan dari guru tersebut menjalar, menghangatkan dan menyalakan setitik
terang di dalam hati kami yang menerimanya. Yesus berkata: “Kamu adalah terang
dunia.” Hal ini berarti bahwa terang yang berada di dalam diri anda dan saya
sesungguhnya memiliki kekuatan besar untuk menyinari sisi gelap dunia yang
semakin gelap ini. Karena terang itu bersumber dari Allah, maka kemampuannya
untuk menyinari tak terbatas. Hanya saja, ketimbang bersinar, banyak orang
memilih larut dalam gelap, ikut menikmati kegelapan dan melupakan bahwa mereka
bertugas untuk menjadi duta terang. Agar diterima oleh dunia, mereka
menyembunyikan terangnya karena takut jika terang yang mereka bawa akan membuat
banyak orang terganggu dan menjauh. Kita diutus ke dalam dunia dengan berbagai
tujuan. Namun hari ini kita mengingat kembali bahwa salah satu diantaranya
adalah untuk menjadi duta terang, menyalakan dan memperkenalkan kasih Allah
melalui kasih kita kepada sesama. Menyebarkan dan menceritakan tentang terang
yang sesungguhnya kepada sebanyak mungkin orang, terutama mereka yang masih
bergelut dan hidup dalam kegelapan. ANAK TERANG ADALAH SEBUTAN, MENYEBARKAN
TERANG ADALAH KEHARUSAN. Selamat pagi. Happy Weekend. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 50 dan Yohanes 8:30-59.
WM Stars
Tuhan itu penyayang dan penuh kasih (Yakobus 5:11). Jadilah
penurut-penurut Allah seperti anak-anak yang dikasihi Tuhan. Kasih itu tidak
pernah berkesudahan nubuat akan berakhir. Tetapi Tuhan yang akan menentukan
langkah-langkah kita (Amsal 16:9). Hiduplah dalam kasih Allah sebagaimana
Kristus mengasihi dan menyerahkan diriNya untuk kita sebagai sebagai
persembahan dan korban yang harum bagi Allah (Efesus 5: 1-2).Orang yang
menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Aliran kuasaNya menyegarkan kita
(Yesaya 40:31).
Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Jumat, 10 November 2017. Didikan dan Hajaran. “Karena Tuhan
menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia mencambuk orang yang diakui-Nya
sebagai anak” (Ibr 12:6). Allah tidak mempunyai begitu banyak waktu senggang
untuk menanggulangi orang-orang di dunia ini. Tetapi hanya orang yang
dikasihi-Nyalah yang dididik dan dihajar-Nya. Dia mendidik dan menghajar kita
karena kita dikasihi-Nya. Dia akan menggarap kita sedemikian rupa sehingga kita
dapat menjadi satu bejana; itulah sebabnya Dia melakukan didikan dan
hajaran-Nya. Allah tidak ada waktu untuk mendidik dan menghajar setiap orang di
dunia, tetapi karena Ia mengasihi anak-anak-Nya sendiri, maka Dia sudi
menghabiskan waktu untuk mendidik dan menghajar anak-anak-Nya. Jadi, didikan
dan hajaran adalah pengaturan kasih. Kasihlah yang mengatur peristiwa-peristiwa
itu bagi kita. Kasihlah yang menakarkan bagi kita apa yang harus kita hadapi,
dan kasihlah yang menyediakan bagi kita peristiwa sehari-hari dalam lingkungan
kita. Itulah yang disebut “didikan dan hajaran” yang Allah siapkan demi
mendatangkan kebaikan terbesar bagi mereka yang diakui-Nya sebagai anak. Semua
orang yang telah mengalami didikan dan hajaran mempunyai jaminan bahwa dirinya
diakui Allah sebagai anak. Dicambuk tidak berarti ditolak, melainkan suatu
bukti diakui atau diperkenan oleh Allah. Allah hanya membuang waktu untuk
menanggulangi anak-anak yang dikasihi dan diakui-Nya. Puji Tuhan, Allah sangat
mengasihi kita karena kita adalah anak-anak-Nya. Allah kita memposisikan
diri-Nya sebagai ayah bagi kita. Dia mau mendidik dan menghajar kita sebagai
bukti bahwa Dia mengasihi dan mengakui kita. (Didikan dan Hajaran Allah, W.
Nee)

No comments:
Post a Comment