Thursday, 23 November 2017

23 November 2017

LEGO






LEGO
STEPS – Selangkah Lebih Dekat
Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri — Matius 14:23

Ketika hidup menjadi begitu sibuk dan membuat kita kewalahan...? Adakah kita menyediakan waktu kita untuk selangkah lebih dekat dengan DIA?? Tuhan Yesus mencari kesempatan agar bisa menghabiskan waktu bersama Bapa Surgawi-Nya di dalam doa. Ada yang berpendapat bahwa mungkin itulah cara-Nya mengatasi berbagai tuntutan yang telah menguras tenaga-Nya sebagai manusia. Menurut Injil Matius, Yesus sedang pergi ke suatu tempat terpencil ketika orang banyak mengikuti Dia. Melihat kebutuhan mereka, Yesus melakukan mukjizat dengan menyembuhkan mereka dan memberi mereka makan. Namun setelah itu Dia “naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri” (Mat. 14:23). Tuhan Yesus berulang-ulang menolong banyak orang, tetapi Dia tidak membiarkan diri-Nya menjadi kepayahan dan tergopoh-gopoh. Dia selalu memupuk hubungan-Nya dengan Allah melalui doa. Bagaimana dengan kita? Apakah kita akan menyediakan waktu pribadi bersama Tuhan disaat kita semakin sibuk/tuntutan yang begitu rupa? Apakah kita sudah duduk diam menunggu DIA berbicara untuk kita mendengar suaraNYA? Untuk selangkah lebih dekat denganNYA kita butuh untuk mengalami kekuatan dan kepuasan sejati. Dan itu semua hanya kita dapatkan kalau kita bisa duduk diam bersamaNYA. Amin. Dari mana kita menemukan kepuasan yang lebih besar—dari usaha kita memenuhi segala tuntutan hidup ini atau dari hubungan kamu dengan Sang Pencipta? Hanya ketika kita mendekat kepada Allah saja, pikiran kita disegarkan dan kekuatan kita diperbarui! Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 20-21
PB: Yohanes 15

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 23 November 2017. BUNGLON MASA KINI. Bacaan: Kisah Para Rasul 5:1-11. Tetapi Petrus berkata, “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?” (Kisah Para Rasul 5:3). Bunglon dikenal sebagai hewan dengan teknik penyamaran yang unik. Sewaktu berada di dekat dedaunan hijau, warna kulitnya berubah menjadi hijau. Ketika ia berada di atas batang pohon berwarna cokelat, warna kulitnya berubah menjadi cokelat. Rupanya teknik penyamaran tidak hanya dimiliki oleh bunglon, tetapi juga diadopsi oleh banyak orang, tidak terkecuali anak-anak Tuhan. Apabila bunglon melakukan penyamaran demi melindungi diri dari musuh, manusia melakukannya agar mendapat perkenanan dari sesamanya. Hal inilah yang dilakukan oleh Ananias dan Safira. Pasangan suami istri itu menjual sebidang tanah lalu bersepakat menahan sebagian hasil penjualannya sebelum diberikan kepada para rasul (ay. 1-2). Sebenarnya, tidak apa-apa memberikan sebagian saja hasil penjualan tanah itu untuk pekerjaan Tuhan. Masalahnya, di hadapan para rasul dan semua orang, Ananias dan Safira mengatakan bahwa mereka memberikan seluruh hasil penjualan tanah mereka (ay. 3-5, 8-10). Mereka membohongi jemaat dan rasul Tuhan untuk mengejar sanjungan dan kemuliaan diri sendiri yang merusak ketulusan jemaat mula-mula yang baru saja terbentuk. Manusia dengan teknik penyamaran tentu tidak asing bagi kita. Waspadalah agar diri kita tidak termasuk di dalamnya. Manusia mungkin dapat mengelabui sesamanya, tetapi mereka tidak dapat mendustai Allah, sebab tidak ada yang tersembunyi bagi Dia. Daripada melakukan teknik penyamaran lebih baik mengejar ketulusan. Bukankah itu yang menyenangkan hati Tuhan? MATA TUHAN MENJELAJAHI SEGALA SESUATU; BAHKAN SETIAP MAKSUD DAN KEHENDAK HATI TERBUKA DI HADAPAN-NYA. Selamat pagi. Berkat Tuhan menyertai. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 20-21 dan Yohanes 15.

No comments:

Post a Comment