LEGO
LEGO
STEPS – Selangkah Lebih Dekat
Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa
seorang diri — Matius 14:23
Ketika hidup menjadi begitu sibuk dan membuat kita
kewalahan...? Adakah kita menyediakan waktu kita untuk selangkah lebih dekat
dengan DIA?? Tuhan Yesus mencari kesempatan agar bisa menghabiskan waktu
bersama Bapa Surgawi-Nya di dalam doa. Ada yang berpendapat bahwa mungkin
itulah cara-Nya mengatasi berbagai tuntutan yang telah menguras tenaga-Nya
sebagai manusia. Menurut Injil Matius, Yesus sedang pergi ke suatu tempat
terpencil ketika orang banyak mengikuti Dia. Melihat kebutuhan mereka, Yesus
melakukan mukjizat dengan menyembuhkan mereka dan memberi mereka makan. Namun
setelah itu Dia “naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri” (Mat.
14:23). Tuhan Yesus berulang-ulang menolong banyak orang, tetapi Dia tidak
membiarkan diri-Nya menjadi kepayahan dan tergopoh-gopoh. Dia selalu memupuk
hubungan-Nya dengan Allah melalui doa. Bagaimana dengan kita? Apakah kita akan
menyediakan waktu pribadi bersama Tuhan disaat kita semakin sibuk/tuntutan yang
begitu rupa? Apakah kita sudah duduk diam menunggu DIA berbicara untuk
kita mendengar suaraNYA? Untuk selangkah lebih dekat denganNYA kita butuh untuk
mengalami kekuatan dan kepuasan sejati. Dan itu semua hanya kita dapatkan kalau
kita bisa duduk diam bersamaNYA. Amin. Dari mana kita menemukan kepuasan
yang lebih besar—dari usaha kita memenuhi segala tuntutan hidup ini atau dari
hubungan kamu dengan Sang Pencipta? Hanya ketika kita mendekat kepada Allah
saja, pikiran kita disegarkan dan kekuatan kita diperbarui! Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 20-21
PB: Yohanes 15
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 23 November 2017. BUNGLON MASA
KINI. Bacaan: Kisah Para Rasul 5:1-11. Tetapi Petrus berkata, “Ananias, mengapa
hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian
dari hasil penjualan tanah itu?” (Kisah Para Rasul 5:3). Bunglon dikenal
sebagai hewan dengan teknik penyamaran yang unik. Sewaktu berada di dekat
dedaunan hijau, warna kulitnya berubah menjadi hijau. Ketika ia berada di atas
batang pohon berwarna cokelat, warna kulitnya berubah menjadi cokelat. Rupanya
teknik penyamaran tidak hanya dimiliki oleh bunglon, tetapi juga diadopsi oleh
banyak orang, tidak terkecuali anak-anak Tuhan. Apabila bunglon melakukan
penyamaran demi melindungi diri dari musuh, manusia melakukannya agar mendapat
perkenanan dari sesamanya. Hal inilah yang dilakukan oleh Ananias dan Safira.
Pasangan suami istri itu menjual sebidang tanah lalu bersepakat menahan
sebagian hasil penjualannya sebelum diberikan kepada para rasul (ay. 1-2).
Sebenarnya, tidak apa-apa memberikan sebagian saja hasil penjualan tanah itu
untuk pekerjaan Tuhan. Masalahnya, di hadapan para rasul dan semua orang,
Ananias dan Safira mengatakan bahwa mereka memberikan seluruh hasil penjualan
tanah mereka (ay. 3-5, 8-10). Mereka membohongi jemaat dan rasul Tuhan untuk
mengejar sanjungan dan kemuliaan diri sendiri yang merusak ketulusan jemaat
mula-mula yang baru saja terbentuk. Manusia dengan teknik penyamaran tentu
tidak asing bagi kita. Waspadalah agar diri kita tidak termasuk di dalamnya.
Manusia mungkin dapat mengelabui sesamanya, tetapi mereka tidak dapat mendustai
Allah, sebab tidak ada yang tersembunyi bagi Dia. Daripada melakukan teknik
penyamaran lebih baik mengejar ketulusan. Bukankah itu yang menyenangkan hati
Tuhan? MATA TUHAN MENJELAJAHI SEGALA SESUATU; BAHKAN SETIAP MAKSUD DAN KEHENDAK
HATI TERBUKA DI HADAPAN-NYA. Selamat pagi. Berkat Tuhan menyertai.
#LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 20-21 dan Yohanes 15.

No comments:
Post a Comment