LEGO
Billionaire
Yesaya 40:31 (TB), “tetapi orang-orang yang
menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang
naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu,
mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Jangan lesu Jangan lelah sekalipun “pasar”/ekonomi saat ini
lesu, tetap berharap pada Tuhan. Bukan malah kita ikut arus dengan keadaan
seperti sekarang ini, tetapi nanti-nantikan Tuhan sehingga kita mendapat
kekuatan yang baru. Sebab keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN
(Yesaya 45:24a). Percayalah kekuatanNya melebihi ketakutan yang ada didalam
diri kita. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 43-44
PB: Yohanes 7:1-24
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 8 November 2017. PEMIMPIN YANG MELAYANI.
Bacaan: Kejadian 31:1-21. Juga kamu sendiri tahu, bahwa aku telah bekerja
sekuat-kuatku pada ayahmu. Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan
telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat
jahat kepadaku (Kejadian 31:6-7). Suatu ketika Kompas menurunkan artikel
berjudul Menjadi Pemimpin yang Melayani. Saya mengira itu artikel kerohanian,
tetapi ditempatkan di rubrik karier. Diungkapkan bahwa seorang atasan berhasil
menjadi pemimpin yang baik tatkala ia menempatkan dirinya sebagai pelayan bagi
sesamanya, menghargai, mampu menjadi pendengar dan komunikator yang baik. Ia
memperlakukan bawahan sebagai mitra kerja, bukan sebagai pesaing. Laban gagal
menjadi paman, mertua, dan mitra kerja Yakub. Kepemimpinannya gagal karena
menganggap Yakub telah mengambil hartanya (ay. 1). Padahal, harta Laban
bertambah banyak dan harta Yakub didapatkan dari bekerja padanya selama 14
tahun. Laban selalu berlaku curang dan menganggap Yakub sebagai saingan. Yakub
merasa tidak dihargai dan akhirnya memutuskan membawa istri dan anak-anaknya
pergi dari rumah Laban (ay. 17-21). Sebenarnya Yakub bisa diandalkan dalam
segala sesuatu, berintegritas, dan berkomitmen pada perjanjiannya dengan Laban
(Kej. 30:34). Laban tidak menyadari bahwa orang yang berpotensi seharusnya
didorong untuk terus maju sampai ia benar-benar menjadi orang yang sukses.
Apakah kita sudah menghargai hasil kerja rekan kita? Ataukah kita memandangnya
sebagai pesaing? Apakah yang dapat kita lakukan untuk memiliki relasi yang baik
dengan mereka? Kita perlu belajar bekerja sama secara sehat serta belajar dan
melengkapi satu sama lain. Itulah salah satu langkah untuk memuliakan Tuhan dan
melayani sesama di tempat kerja. KESEMPATAN UNTUK MENJADI REKAN KERJA YANG BAIK
ADALAH MELAYANI DENGAN SIKAP YANG BENAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 43-45 dan Yohanes 7:1-24.
Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Pembacaan Alkitab: Mat. 3:16-17
Doa baca: Mat. 3:17
Lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Inilah
Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Karena Tuhan Yesus dibaptis menggenapkan kebenaran Allah,
maka surga terbuka bagi-Nya, Roh Kudus turun ke atas-Nya dan Allah berfirman
tentang Dia. Pembaptisan-Nya untuk menggenapkan kebenaran Allah menggirangkan
Allah, sehingga baptisan-Nya membuka langit, membawa turun Roh Kudus, dan
membuka mulut Bapa. Jalan agar kita beroleh langit yang terbuka, Roh yang
turun, dan perkataan Bapa ialah diakhiri. Banyak di antara kita dapat bersaksi
bahwa ketika kita diakhiri, surga terbuka. Sebaliknya, ketika kita disambut dan
dihormati, surga tertutup. Ketika kita diakhiri dalam hidup gereja, surga
terbuka. Tidak hanya demikian, setiap pengakhiran membawa turun Roh Kudus dan
membuka mulut Bapa Surgawi kita. Pada saat itu Bapa akan berkata, “Yang
Kukasihi.” Dalam hidup gereja kita mempunyai banyak pengalaman seperti ini.
Dalam hidup gereja, ketika kita diakhiri, surga terbuka, Roh datang, dan Bapa
berfirman. Kita memiliki langit yang terbuka, Roh yang mengurapi, dan Bapa yang
berfirman.
Sebelum Roh Allah turun ke atas-Nya, Tuhan Yesus dilahirkan
dari Roh Kudus (Luk. 1:35). Ini membuktikan bahwa pada saat Dia dibaptis, Dia
sudah mempunyai Roh Allah dalam diri-Nya. Roh itu ada dalam diri-Nya untuk
kelahiran-Nya. Kini untuk ministri-Nya, Roh Allah turun ke atas-Nya. Hal ini
menggenapkan Yesaya 61:1; 42:1 dan Mazmur 45:7, dan dilaksanakan untuk
mengurapi Raja baru dan memperkenalkan-Nya kepada umat-Nya.
Burung merpati bersifat lembut, dan matanya hanya dapat
melihat satu benda pada satu saat. Karena itu, burung merpati melambangkan
kelembutan dan ketulusan dalam pandangan dan tujuan. Dengan turunnya Roh Allah
seperti burung merpati ke atas-Nya, Tuhan Yesus melayani dalam kelembutan dan
ketulusan, hanya tertuju pada kehendak Allah.
Jika Roh Kudus telah ada di dalam Yesus sebelum Ia dibaptis,
mengapa Roh Kudus masih perlu turun ke atas-Nya? Bukankah Roh Allah dalam
Yesus? Memang benar. Lalu mengapa Roh tetap turun ke atas-Nya? Apakah Roh di
dalam-Nya berbeda dengan Roh yang turun ke atas-Nya? Apakah Roh yang turun ke
atas-Nya adalah Roh tambahan pada Roh yang telah ada di dalam-Nya? Kalau Anda
mengatakan bahwa kedua Roh ini adalah satu Roh, saya akan bertanya bagaimana
kedua Roh ini dapat bersatu. Roh yang telah bersemayam dalam Tuhan Yesus sama
dengan Roh yang turun ke atas-Nya. Dengan demikian, apakah Yesus mempunyai Roh
atau tidak? Ya, Ia mempunyai Roh. Lalu mengapa Roh tetap turun ke atas-Nya?
Saya di sini bersama Anda. Jika saya di sini, bagaimana saya masih datang
kepada Anda? Walaupun tidak mungkin bagi saya untuk serentak berada di sini dan
masih datang, namun tidaklah mustahil bagi persona ilahi. Tuhan itu ajaib. Pada
saat yang bersamaan, ia bisa ada di sini sekaligus datang ke sini. Kristus
berada di dalam Anda atau di dalam surga? Ia di dalam kita juga di dalam surga.
Jadi, Tuhan ada di sini, juga sedang datang ke sini.
Turunnya Roh adalah pengurapan Kristus, sedangkan
berbicaranya Bapa adalah kesaksian bagi Dia sebagai Anak yang terkasih. Ini
adalah gambaran Trinitas ilahi: Anak bangkit keluar dari air, Roh turun ke atas
Anak, dan Bapa berbicara mengenai Anak. Ini membuktikan bahwa Bapa, Anak, dan
Roh ada secara bersamaan. Hal ini adalah untuk merampungkan ekonomi Allah.
Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 10

No comments:
Post a Comment