Saturday, 18 November 2017

18 November 2017

LEGO






LEGO
Masterpice-Nya Allah
Efesus 2:10 (TB), “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

“Kita adalah buatan Allah”, kita adalah hasil karya Allah yang terindah dan IA menciptakan kita sedemikian indah. Jadi kita adalah potongan-potongan kecil dari 1 lego yang bentuknya begitu indah/unggul/masterpiece-Nya Tuhan. Sebab ada TUJUAN yang ingin dicapai melalui kita yaitu untuk melakukan pekerjaan baik. Melakukan pekerjaan baik bukan pilihan melainkan KEBERADAAN orang percaya? Karena Allah-lah yang mengerjakan didalam kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya (Filipi 2:13). Pekerjaan baik yang seperti apa? Yaitu yang memuliakan Allah. Matius 5:16 (TB), “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Amin. YAKIN-kah kita bahwa kita adalah potongan-potongan kecil dari 1 LEGO: yang excellent/unggul/masterpiece-Nya Allah?? Yang keberadaannya melakukan pekerjaan baik?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 8-10
PB: Yohanes 12:1-19

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFAm

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 18 November 2017. HIDUP JUJUR. Bacaan: Yohanes 1:29-51. “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalam-Nya!” (Yohanes 1:47). Zaman Yunani Kuno ada seni peran yang dikenal dengan istilah hipokrit, dimana seorang aktor melakonkan lebih dari satu peran. Setiap melakonkan satu peran ia akan berlari dahulu ke belakang panggung untuk menggunakan topeng. Hipokrit sendiri berarti orang yang tidak sama dengan sosok yang ia tampilkan. Di zaman Kristus kata ini sering digunakan Kristus untuk mengecam ahli-ahli Taurat dan para Farisi, karena mereka menampilkan diri sebagai orang saleh tetapi berperilaku bejat dan memalukan. Sekarang, perilaku hipokrit dengan mudah ditemukan dalam masyarakat kita, tak terkecuali di kalangan orang percaya; ada yang berlagak baik padahal hatinya penuh dengan niat jahat, rajin ke gereja padahal hatinya penuh kebencian, kelihatan baik padahal suka memperalat, dan berbagai perilaku munafik yang lain. Dalam Kitab Septuaginta yaitu terjemahan tertua Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani kata hipokrit berarti “tak ber-Tuhan”. Agar tak terjebak sebagai hipokrit sebagaimana sering dilakonkan orang tak ber-Tuhan, mari kita berkata dan berperilaku sebagaimana adanya. Seperti sikap Yohanes kepada Yesus. Yohanes bisa memperalat Yesus untuk tujuan pribadinya tetapi ia tak melakukannya. Ia bisa memilih tak menceritakan tentang Yesus kepada murid-muridnya untuk melindungi mereka dari pengaruh-Nya. Kenyataannya ia justru melakukan sebaliknya dengan risiko ditinggalkan murid-muridnya. Dalam kesempatan lain ia berani menegur si pembuat kejahatan meski harus membayar dengan nyawanya. HIDUP JUJUR, MENGATAKAN YANG SEHARUSNYA WALAUPUN BERAT RISIKO YANG HARUS DIDERITANYA ADALAH CIRI ORANG-ORANG KUDUS SEPANJANG SEJARAH. Selamat pagi. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 8-10 dan Yohanes 12:1-19.

No comments:

Post a Comment