LEGO
LEGO
Masterpice-Nya Allah
Efesus 2:10 (TB), “Karena kita ini buatan Allah,
diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang
dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
“Kita adalah buatan Allah”, kita adalah hasil karya Allah yang
terindah dan IA menciptakan kita sedemikian indah. Jadi kita adalah
potongan-potongan kecil dari 1 lego yang bentuknya begitu indah/unggul/masterpiece-Nya
Tuhan. Sebab ada TUJUAN yang ingin dicapai melalui kita yaitu untuk melakukan
pekerjaan baik. Melakukan pekerjaan baik bukan pilihan melainkan KEBERADAAN
orang percaya? Karena Allah-lah yang mengerjakan didalam kita baik kemauan
maupun pekerjaan menurut kerelaanNya (Filipi 2:13). Pekerjaan baik yang seperti
apa? Yaitu yang memuliakan Allah. Matius 5:16 (TB), “Demikianlah hendaknya
terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Amin. YAKIN-kah kita bahwa kita
adalah potongan-potongan kecil dari 1 LEGO: yang excellent/unggul/masterpiece-Nya
Allah?? Yang keberadaannya melakukan pekerjaan baik?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 8-10
PB: Yohanes 12:1-19
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFAm
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 18 November 2017. HIDUP JUJUR. Bacaan:
Yohanes 1:29-51. “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di
dalam-Nya!” (Yohanes 1:47). Zaman Yunani Kuno ada seni peran yang dikenal
dengan istilah hipokrit, dimana seorang aktor melakonkan lebih dari satu peran.
Setiap melakonkan satu peran ia akan berlari dahulu ke belakang panggung untuk
menggunakan topeng. Hipokrit sendiri berarti orang yang tidak sama dengan sosok
yang ia tampilkan. Di zaman Kristus kata ini sering digunakan Kristus untuk
mengecam ahli-ahli Taurat dan para Farisi, karena mereka menampilkan diri
sebagai orang saleh tetapi berperilaku bejat dan memalukan. Sekarang, perilaku
hipokrit dengan mudah ditemukan dalam masyarakat kita, tak terkecuali di
kalangan orang percaya; ada yang berlagak baik padahal hatinya penuh dengan niat
jahat, rajin ke gereja padahal hatinya penuh kebencian, kelihatan baik padahal
suka memperalat, dan berbagai perilaku munafik yang lain. Dalam Kitab
Septuaginta yaitu terjemahan tertua Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani kata
hipokrit berarti “tak ber-Tuhan”. Agar tak terjebak sebagai hipokrit
sebagaimana sering dilakonkan orang tak ber-Tuhan, mari kita berkata dan
berperilaku sebagaimana adanya. Seperti sikap Yohanes kepada Yesus. Yohanes
bisa memperalat Yesus untuk tujuan pribadinya tetapi ia tak melakukannya. Ia
bisa memilih tak menceritakan tentang Yesus kepada murid-muridnya untuk
melindungi mereka dari pengaruh-Nya. Kenyataannya ia justru melakukan
sebaliknya dengan risiko ditinggalkan murid-muridnya. Dalam kesempatan lain ia
berani menegur si pembuat kejahatan meski harus membayar dengan nyawanya. HIDUP
JUJUR, MENGATAKAN YANG SEHARUSNYA WALAUPUN BERAT RISIKO YANG HARUS DIDERITANYA
ADALAH CIRI ORANG-ORANG KUDUS SEPANJANG SEJARAH. Selamat pagi. Happy weekend.
Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 8-10 dan Yohanes
12:1-19.

No comments:
Post a Comment