Sunday, 19 November 2017

19 November 2017

LEGO






LEGO
Kamu adalah Bagian Penting dari Seluruh Tubuh Kristus (1 Kor 12:12-17)
1 Korintus 12:12 (TB), “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.”

Kita adalah anak-anak Tuhan. Setiap dari kita pasti diberi karunia oleh Tuhan dan karunia yang Tuhan beri harus digunakan untuk memuliakan Tuhan. Dan ketika kita di dalam sebuah komunitas/komsel, kita harus menyadari kita adalah bagian dari tubuh kristus. panggilan untuk bersatu demi kerajaan dan pekerjaan Allah yang mulia. Sehingga kita seperti potongan-potongan puzzle/lego, kita dapat menjadi suatu gambar pancaran kasih Tuhan.
Kesatuan dalam sebuah komunitas merupakan hal yang Tuhan inginkan. Tentu, dalam sebuah komunitas tidak mudah untuk menciptakan sebuah kesatuan. kesatuan bisa terjadi kalau kita mau dan rela dibentuk / disatukan menjadi 1 buah puzzle/lego yang berbentuk menjadi 1 gambaran yang indah yaitu memancarkan kasihNya. SUDAHKAH KITA TERGABUNG DALAM SEBUAH KOMUNITAS sel?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 11-12
PB: Yohanes 12:20-50

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod

WM Stars
Renungan pagi: “SYUKURI SEMUA YANG ANDA MILIKI”. 
Ada seorang penebang kayu, setiap hari ke gunung mencari kayu bakar, hari demi hari berlalu, hidup dalam kesederhanaan. Pada suatu hari, ketika penebang kayu naik ke gunung seperti biasa, ia melihat seekor burung perak yang terluka. Sekujur badan burung perak dibaluti dengan bulu berwarna perak yang gemerlap, dengan gembira sang penebang kayu berkata:Wah! Seumur hidup belum pernah saya melihat burung yang begitu indah! Lalu, burung itu pun dibawa pulang olehnya, dan dengan telaten mengobati luka si burung perak. Selama proses penyembuhan, burung perak selalu berkicau setiap hari untuk penebang kayu, sang penebang pun hidup dalam sukacita setiap hari. Suatu hari, tetangga melihat burung perak penebang kayu, lalu memberitahu penebang kayu kalau ia pernah melihat burung emas. Burung emas jauh lebih indah ribuan kali daripada burung perak, selain itu juga kicauannya lebih merdu daripada burung perak. Mendengar itu, penebang kayu tampak merenung, ternyata ada burung emas, ya!? Sejak itu, pikiran penebang kayu hanya terpaku pada burung emas, tidak lagi mendengar kicauan burung perak yang jernih melengking, dan hari-hari yang dilewati pun semakin tidak bahagia. Suatu hari, si penebang kayu duduk di teras, memandangi mentari senja, sambil membayangkan seperti apakah indahnya burung emas itu? Saat itu, burung perak mulai sembuh dari lukanya, dan berencana hendak pergi. Burung perak terbang rendah menghampiri penebang kayu, lalu berkicau menyanyikan lagu terakhir untuk penebang kayu. Usai mendengar kicauan burung perak, penebang kayu berkata dengan nada kecewa:Meskipun suaramu bagus, tapi tidak bisa dibandingkan dengan burung emas.
Mekipun bulu kamu indah, tapi tak seindah burung emas. Seusai bernyanyi, burung perak pamit sambil berputar tiga lingkaran di sisi penebang kayu, terbang menuju ke arah mentari senja. Penebang kayu memandangi burung perak yang terbang menjauh, tiba-tiba ia melihat burung perak itu berubah menjadi burung emas yang indah di bawah temarat cahaya mentari senja! Ternyata burung emas yang dilihat tetangganya itu adalah burung perak di bawah pancaran sinar mentari senja! Burung emas yang diimpikannya itu ada di sana, tapi burung emas itu telah terbang jauh, jauh, semakin jauh, dan tidak akan pernah kembali lagi.
RENUNGAN :
Orang-orang dekat Anda yang selalu memberikan perhatian untuk Anda itu mungkin adalah isteri, suami, teman, bawahan Anda dan sebagainya. Mungkin karena sudah lama selalu bersama, Anda telah melupakan kehadirannya, bahkan sudah menjadi biasa, atau bahkan seperti sang penebang kayu, ingin mencari seekor burung emas yang lebih bagus daripada burung perak. Namun, ketika burung perak terbang menjauh, baru Anda sadari ternyata burung emas itu adalah burung perak yang setiap hari selalu berada di sisi Anda. Syukuri semua yang sudah Anda miliki, mudah-mudahan Anda tidak akan mengalami nasib seperti penebang kayu yang akhirnya menjadi penyesalan sepanjang hidupnya. Selamat pagi. Salam damai sejahtera.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 19 November 2017. TIDAK MENAJISKAN DIRI. Bacaan: Daniel 1:1-8. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya... (Daniel 1:8). Semasa kecil, teman-teman saya di kampung tidak suka dan risi bersentuhan dengan anjing. Kata mereka, anjing itu najis. Najis adalah keadaan kotor yang menjadi penyebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Tuhan. Itulah yang diyakini teman-teman saya, dan keyakinan itu memagari mereka untuk tidak menajiskan diri. Ketika Yerusalem diserbu Nebukadnezar, para pemuda terbaik yang pintar dan tidak bercela dibawa ke Babel. Anak-anak muda yang cakap itu dididik di dalam istana. Mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. Setiap hari diberi pelabur atau ransum dari santapan raja dan anggur yang diminum raja. Mereka dididik selama tiga tahun untuk kemudian bekerja melayani raja, termasuk Daniel. Namun Daniel tidak mau menyentuh santapan dan anggur yang diminum raja. Makanan dan minuman raja itu diyakininya najis, menghalanginya beribadah kepada Tuhan karena biasanya sudah dipersembahkan kepada dewa-dewi yang diyakini memberikan keberhasilan kepada raja. Daniel tahu cara memagari dirinya dari kenajisan, ia lebih memilih makan sayur dan minum air saja. Apa yang kita yakini menghalangi ibadah kita kepada Tuhan seharusnya memagari kita dari kenajisan. Keyakinan itu membuat kita tahu apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan. Jika kita tahu bahwa mencuri adalah dosa, keyakinan itu akan memagari kita untuk tidak mencuri, tidak menerima suap atau korupsi. Setiap orang percaya seharusnya tidak menajiskan diri dengan "memakan" milik orang lain, apa pun modusnya. APA YANG KITA YAKINI AKAN MENATA SIKAP DAN TINDAKAN KITA SEHARI-HARI. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Berkat Tuhan menyertai. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 11-13 dan Yohanes 12:20-50

Madam Ossy
LUAR BIASA, CHOW YUN FAT SUMBANGKAN 99% HARTANYA UNTUK KEBAIKAN. Tidak ada yang lebih bernilai daripada kebaikan. Demikian prinsip yang dianut Chow Yun-Fat. Bintang ‘Crouching Tiger, Hidden Dragon’ itu pun akan menghibahkan 99 persen kekayaannya untuk amal $HK 1 milyar (Rp 11.4 triliun). Hibah itu akan dilakukan setelah Chow meninggal. “Aku tidak ingin membawa apapun ketika mati,” kata Chow seperti dilansir Asiaone. Chow membuat keputusan tersebut setelah melakukan perjalanan fotografi ke Mongolia tahun lalu. Perjalanan itu sangat menginspirasi Chow. Aktor kelahiran Pulau Lamma, Hong Kong, 18 Mei 1955 itu menyadari segalanya dalam hidup ini tidak ada artinya kecuali kebaikan. “Dalam tiga hari saya meninggalkan istri untuk ikut perjalanan itu. Saya belajar keahlian dan ketrampilan fotografi. Itu sangat membuka mataku,” curhat pria yang diberi gelar sebagai ‘aktor yang paling mengagumkan di dunia’ oleh The Los Angeles Times itu. Menggeluti karier film selama 37 tahun telah membawa Chow ke puncak kesuksesan dan bergelimang kekayaan. Meski demikian, aktor berusia 62 tahun, itu dan istrinya tidak pernah punya keinginan untuk menikmati kekayaannya sendiri selamanya. Bagi Chow, kekayaan hanya titipan Tuhan. “Uang bukanlah milik saya sendiri. Itu hanya dititipkan Tuhan lewat honor yang saya terima. Saya tidak ingin memilikinya sendiri selamanya,” tegas Chow.

Kekayaan Yang Kasat Mata.
Banyak orang menyimpan keinginan menjadi kaya. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa sebenarnya dia adalah orang kaya. Terutama orang Kristen. Lho kok bisa ? Karena bagi kita orang yang sudah dimerdekakan Kristus, kekayaan bukan lagi berbicara tentang barang yang fana. Justru kekayaan utama kita adalah Kristus yang tinggal ditengah-tengah kita, maka kita memiliki semua yang Kristus miliki. SEMUANYA! Dengan kata lain, kita menjadi kaya di dalam Dia. Karena kita memiliki kuasa, hikmat, pengharapan, kemuliaan dan masih banyak lagi. Semua ini tentu tidak bisa diukur dengan nominal uang, bukan?
Kitab Wahyu katakan barangsiapa menang, ia akan duduk memerintah bersama dengan Kristus dalam kekekalan. Ini bukan janji kosong, tapi inilah tujuan akhir dari perjuangan kita di dunia ini; memerintah bersama Kristus di Surga nanti. Jadi, kehidupan KeKristenan sesungguhnya menyimpan jutaan kekayaan yang tidak bisa kita hitung dengan uang. Justru inilah kekayaan kita yang sesungguhnya. Meski tampaknya kasat mata, tapi bukan berarti kekayaan ini tidak nyata. Sudahkah kita menyadari berapa kayanya kita ketika tinggal dalam Kristus ? Kita tidak akan pernah berkekurangan, tak akan melarat dalam apa pun. Uang hanyalah sebagian kecil dari kekayaan yang sesungguhnya. Tapi kekayaan yang sesungguhnya adalah ketika Kristus tinggal di tengah-tengah kita. “Supaya hati mereka terhibur... sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus.” (Kol 1:2). GBU Bro n Sis n Family.

No comments:

Post a Comment