Wednesday, 22 November 2017

22 November 2017

LEGO





LEGO
Steps
JANGAN JEMU-JEMU BERBUAT BAIK
Galatia 6:9 (TB), “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
2 Tesalonika 3:13 (TB), “Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.”

Berbuat baik bukan hanya ujian karakter dan ketekunan kita tetapi berbuat baik itu adalah taburan untuk kebaikan diri kita sendiri. Seseorang pernah berkata, “Kebaikan yang kau lakukan hari ini akan dilupakan keesokan harinya. Namun, tetaplah berbuat baik.” Saya suka pernyataan tersebut karena ini menjadi suatu pengingat yang baik. Dalam kitab Kisah Para Rasul, Lukas menyimpulkan pelayanan Yesus selama hidup-Nya dengan menuliskan bahwa Dia “berjalan berkeliling sambil berbuat baik” (10:38). Apakah maksud Alkitab ketika meminta kita untuk “berbuat baik”? Yesus berbuat baik dengan cara mengajar, menyembuhkan, memberi makan, dan menghibur banyak orang. Dengan menjadikan Yesus sebagai teladan yang sempurna, para pengikut-Nya dipanggil untuk memenuhi kebutuhan sesamanya, termasuk kebutuhan orang-orang yang membenci mereka: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat. 5:44; Luk. 6:27-35). Mereka harus melayani musuh mereka tanpa pamrih. Selain itu, ketika kesempatan datang, para pengikut-Nya harus berbuat baik, terutama kepada sesama orang beriman (Gal. 6:10). Amin. Apakah “berbuat baik” sudah menjadi gaya hidup kita saat ini? Sekalipun kebaikan kita akan dilupakan? MASIHKAH Kita TETAP BERBUAT BAIK? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 18-19
PB: Yohanes 14

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

WM Stars
MEREDAKAN KEMARAHAN. Efesus 4:26, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”

Mungkin tidak banyak dari kita yang mengenal pasangan suami istri asal Amerika Serikat ini,tetapi jika kita mengetahui apa yang telah dilakukan dalam kehidupan mereka, pasti akan membuat mulut ternganga terbuka lebar.

Percy Arrowsmith dan Florence sempat masuk ke dalam buku rekor Guinness tahun 2005 sebagai suami istri tertua di dunia karena keduanya telah menikah selama 80 tahun. Saat sebuah media lokal menanyakan mengenai rahasia keawetan rumah tangganya, pasangan kakek nenek ini menjawab bahwa mereka tidak akan pernah tidur sebelum konflik antar keduanya selesai. Menurut mereka, membawa kemarahan di waktu tidur tidaklah mengenakkan. Mereka juga mengungkapkan, setiap bertengkar mereka selalu berusaha mengampuni sebelum larut malam agar hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan.

Kemarahan dapat datang tiba-tiba, ketika kita dilangkahi hak kita, dicurangi, dituduh bersalah, atau saat melihat ketidakadilan. Pemazmur mengetahui apa yang dialami oleh hampir setiap manusia di dunia ini sehingga ia menuliskan mengenai bagaimana cara meredakannya. Pemazmur memberikan nasihat agar bagi orang yang marah hendaklah memberhentikan amarahnya dan menyerahkan masalah yang ia sedang hadapi kepada Tuhan. Biarkanlah Tuhan yang bertindak dan memunculkan keadilan di saat kita alami ketidakadilan. Kemarahan tidak berguna jika disimpan, ia bagai sampah yang membusukkan hati. Apakah kita sering marah? Atau saat ini kita sedang marah karena merasa teman pelayanan atau kerja tidak menghargai, mangambil keputusan tanpa konfirmasi? Datangnya marah tak bisa dicegah, tetapi ia bisa diredakan, ceritakan kekesalan kita kepada Tuhan dan nantikan Dia bertindak, lalu padamkan amarah sebelum mentari terbenam.Jangan biarkan kemarahan mengotorkan hati, mematahkan semangat dan mengganggu waktu tidur kita. “KEMARAHAN ITU BAGAIKAN KANKER, HARUS SEGERA DIBABAT SEBELUM MERAMBAT.” Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” (Yohanes 9:1-2). Sakit adalah sesuatu hal yang paling tidak diinginkan oleh siapa pun, walaupun tidak ada seorang pun yang tidak pernah sakit. Dan seringkali kita menghubungkan antara penyakit dan dosa atau juga kutuk. Namun, firman Tuhan mengatakan bahwa tidak semua penyakit disebabkan oleh kutuk dan dosa. Ayub ketika menderita sakit yang parah juga dituduh oleh ketiga sahabatnya, mereka menganggap bahwa penderitaan Ayub terjadi karena konsekuensi dari dosa yang belum diakui Ayub, mereka mendorong Ayub untuk bertobat. Dan kita tahu bahwa tuduhan ketiga sahabat Ayub sangat tidak berdasar. Kita perlu menyadari bahwa seringkali penyakit diijinkan menghampiri kita sebagai suatu peringatan agar kita mengubah pola hidup untuk hidup sehat. Demikian juga rasa sakit harus kita pahami sebagai anugerah Allah, coba bayangkan apabila kita mendekat kepada api yang menyala lalu tidak ada rasa apa-apa, tanpa rasa sakit, maka tangan kita akan terbakar habis. Sakit seringkali merupakan peringatan untuk kita berpaling kepada Tuhan, sebab biasanya ketika hidup kita mapan, nyaman, aman, tidak sakit, maka kita biasanya melupakan Tuhan. Dan perlu kita ingat, jangan menghakimi orang lain dengan mudahnya dan mengatakan bahwa dia sakit karena dosa, Yesus sendiri dalam perikop di atas mengatakan, bukan dosa si orang buta maupun dosa orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 22 November 2017. KEMALANGAN ORANG BENAR. Bacaan: Mazmur 34:11-22. Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu (Mazmur 34:20). Seorang teman mengalami pergumulan menghadapi penyakit yang silih berganti dalam keluarganya. Sementara sang suami harus dioperasi di rumah sakit di luar kota, tersiar kabar dari rumah bahwa anak mereka juga harus dirawat di rumah sakit. Namun, pertolongan Tuhan begitu nyata dirasakan oleh keluarga ini. Melalui penjualan rumah, dana untuk operasi dan rawat inap sudah tersedia. Ada pula tetangga yang sigap menolong mengantarkan sang anak ke rumah sakit, sementara orangtuanya berada di luar kota. Kitab Mazmur berkata bahwa orang benar diizinkan oleh Tuhan untuk mengalami kemalangan, dalam jumlah yang banyak. Apakah ini berarti Tuhan tidak mengasihi umat-Nya, sehingga Dia membiarkan umat-Nya mengalami kemalangan yang bertubi-tubi? Tidak! Justru dengan kemalangan yang diizinkan terjadi, umat-Nya memiliki kesempatan untuk mengalami kuasa Tuhan secara nyata. Ada janji firman-Nya untuk kita yang diizinkan mengalami kemalangan, yakni bahwa Tuhan akan melepaskan kita dari semua kemalangan itu. Dilepaskan dari kemalangan berarti ada jaminan kekuatan, topangan tangan kasih-Nya, juga solusi dari setiap permasalahan yang kita alami, sehingga kita akan keluar sebagai pemenang. Bagi kita yang sedang meragukan kasih Tuhan karena berbagai kemalangan yang sedang kita alami, kiranya janji firman Tuhan memberi penghiburan dan penguatan bagi kita. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah menunda waktu untuk melepaskan kita dari kemalangan hidup. Ketika “waktu-Nya” tiba, kelepasan yang dari Tuhan akan kita alami. KEMALANGAN ADALAH SARANA UNTUK MEMBUAT KITA SEMAKIN KUAT DI DALAM TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 18-19 dan Yohanes 14.

No comments:

Post a Comment