LEGO
LEGO
Steps
JANGAN JEMU-JEMU BERBUAT BAIK
Galatia 6:9 (TB), “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik,
karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi
lemah.”
2 Tesalonika 3:13 (TB), “Dan kamu, saudara-saudara,
janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.”
Berbuat baik bukan hanya ujian karakter dan ketekunan kita
tetapi berbuat baik itu adalah taburan untuk kebaikan diri kita sendiri.
Seseorang pernah berkata, “Kebaikan yang kau lakukan hari ini akan dilupakan
keesokan harinya. Namun, tetaplah berbuat baik.” Saya suka pernyataan
tersebut karena ini menjadi suatu pengingat yang baik. Dalam kitab Kisah Para
Rasul, Lukas menyimpulkan pelayanan Yesus selama hidup-Nya dengan menuliskan
bahwa Dia “berjalan berkeliling sambil berbuat baik” (10:38). Apakah
maksud Alkitab ketika meminta kita untuk “berbuat baik”? Yesus berbuat baik
dengan cara mengajar, menyembuhkan, memberi makan, dan menghibur banyak orang.
Dengan menjadikan Yesus sebagai teladan yang sempurna, para pengikut-Nya
dipanggil untuk memenuhi kebutuhan sesamanya, termasuk kebutuhan orang-orang
yang membenci mereka: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang
menganiaya kamu” (Mat. 5:44; Luk. 6:27-35). Mereka harus melayani musuh
mereka tanpa pamrih. Selain itu, ketika kesempatan datang, para pengikut-Nya
harus berbuat baik, terutama kepada sesama orang beriman (Gal. 6:10). Amin.
Apakah “berbuat baik” sudah menjadi gaya hidup kita saat ini? Sekalipun
kebaikan kita akan dilupakan? MASIHKAH Kita TETAP BERBUAT BAIK? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 18-19
PB: Yohanes 14
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
WM Stars
MEREDAKAN KEMARAHAN. Efesus 4:26, “Apabila kamu menjadi
marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam
amarahmu.”
Mungkin tidak banyak dari kita yang mengenal pasangan suami
istri asal Amerika Serikat ini,tetapi jika kita mengetahui apa yang telah
dilakukan dalam kehidupan mereka, pasti akan membuat mulut ternganga terbuka
lebar.
Percy Arrowsmith dan Florence sempat masuk ke dalam buku
rekor Guinness tahun 2005 sebagai suami istri tertua di dunia karena keduanya
telah menikah selama 80 tahun. Saat sebuah media lokal menanyakan mengenai
rahasia keawetan rumah tangganya, pasangan kakek nenek ini menjawab bahwa
mereka tidak akan pernah tidur sebelum konflik antar keduanya selesai. Menurut
mereka, membawa kemarahan di waktu tidur tidaklah mengenakkan. Mereka juga mengungkapkan,
setiap bertengkar mereka selalu berusaha mengampuni sebelum larut malam agar
hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan.
Kemarahan dapat datang tiba-tiba, ketika kita dilangkahi hak
kita, dicurangi, dituduh bersalah, atau saat melihat ketidakadilan. Pemazmur
mengetahui apa yang dialami oleh hampir setiap manusia di dunia ini sehingga ia
menuliskan mengenai bagaimana cara meredakannya. Pemazmur memberikan nasihat
agar bagi orang yang marah hendaklah memberhentikan amarahnya dan menyerahkan
masalah yang ia sedang hadapi kepada Tuhan. Biarkanlah Tuhan yang bertindak dan
memunculkan keadilan di saat kita alami ketidakadilan. Kemarahan tidak berguna
jika disimpan, ia bagai sampah yang membusukkan hati. Apakah kita sering marah?
Atau saat ini kita sedang marah karena merasa teman pelayanan atau kerja tidak
menghargai, mangambil keputusan tanpa konfirmasi? Datangnya marah tak bisa
dicegah, tetapi ia bisa diredakan, ceritakan kekesalan kita kepada Tuhan dan
nantikan Dia bertindak, lalu padamkan amarah sebelum mentari terbenam.Jangan
biarkan kemarahan mengotorkan hati, mematahkan semangat dan mengganggu waktu
tidur kita. “KEMARAHAN ITU BAGAIKAN KANKER, HARUS SEGERA DIBABAT SEBELUM
MERAMBAT.” Tuhan Yesus memberkati.
Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang
yang buta sejak lahirnya, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah
yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan
buta?” (Yohanes 9:1-2). Sakit adalah sesuatu hal yang paling tidak diinginkan
oleh siapa pun, walaupun tidak ada seorang pun yang tidak pernah sakit. Dan
seringkali kita menghubungkan antara penyakit dan dosa atau juga kutuk. Namun,
firman Tuhan mengatakan bahwa tidak semua penyakit disebabkan oleh kutuk dan
dosa. Ayub ketika menderita sakit yang parah juga dituduh oleh ketiga
sahabatnya, mereka menganggap bahwa penderitaan Ayub terjadi karena konsekuensi
dari dosa yang belum diakui Ayub, mereka mendorong Ayub untuk bertobat. Dan
kita tahu bahwa tuduhan ketiga sahabat Ayub sangat tidak berdasar. Kita perlu
menyadari bahwa seringkali penyakit diijinkan menghampiri kita sebagai suatu
peringatan agar kita mengubah pola hidup untuk hidup sehat. Demikian juga rasa
sakit harus kita pahami sebagai anugerah Allah, coba bayangkan apabila kita
mendekat kepada api yang menyala lalu tidak ada rasa apa-apa, tanpa rasa sakit,
maka tangan kita akan terbakar habis. Sakit seringkali merupakan peringatan
untuk kita berpaling kepada Tuhan, sebab biasanya ketika hidup kita mapan,
nyaman, aman, tidak sakit, maka kita biasanya melupakan Tuhan. Dan perlu kita
ingat, jangan menghakimi orang lain dengan mudahnya dan mengatakan bahwa dia
sakit karena dosa, Yesus sendiri dalam perikop di atas mengatakan, bukan dosa
si orang buta maupun dosa orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah
harus dinyatakan di dalam dia. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 22 November 2017. KEMALANGAN ORANG
BENAR. Bacaan: Mazmur 34:11-22. Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN
melepaskan dia dari semuanya itu (Mazmur 34:20). Seorang teman mengalami
pergumulan menghadapi penyakit yang silih berganti dalam keluarganya. Sementara
sang suami harus dioperasi di rumah sakit di luar kota, tersiar kabar dari rumah
bahwa anak mereka juga harus dirawat di rumah sakit. Namun, pertolongan Tuhan
begitu nyata dirasakan oleh keluarga ini. Melalui penjualan rumah, dana untuk
operasi dan rawat inap sudah tersedia. Ada pula tetangga yang sigap menolong
mengantarkan sang anak ke rumah sakit, sementara orangtuanya berada di luar
kota. Kitab Mazmur berkata bahwa orang benar diizinkan oleh Tuhan untuk
mengalami kemalangan, dalam jumlah yang banyak. Apakah ini berarti Tuhan tidak
mengasihi umat-Nya, sehingga Dia membiarkan umat-Nya mengalami kemalangan yang
bertubi-tubi? Tidak! Justru dengan kemalangan yang diizinkan terjadi, umat-Nya
memiliki kesempatan untuk mengalami kuasa Tuhan secara nyata. Ada janji
firman-Nya untuk kita yang diizinkan mengalami kemalangan, yakni bahwa Tuhan akan
melepaskan kita dari semua kemalangan itu. Dilepaskan dari kemalangan berarti
ada jaminan kekuatan, topangan tangan kasih-Nya, juga solusi dari setiap
permasalahan yang kita alami, sehingga kita akan keluar sebagai pemenang. Bagi
kita yang sedang meragukan kasih Tuhan karena berbagai kemalangan yang sedang
kita alami, kiranya janji firman Tuhan memberi penghiburan dan penguatan bagi
kita. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah menunda waktu untuk melepaskan kita
dari kemalangan hidup. Ketika “waktu-Nya” tiba, kelepasan yang dari Tuhan akan
kita alami. KEMALANGAN ADALAH SARANA UNTUK MEMBUAT KITA SEMAKIN KUAT DI DALAM
TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel
18-19 dan Yohanes 14.

No comments:
Post a Comment