LEGO
LEGO
SELANGKAH LEBIH DEKAT – Awal yang baru
Ada di antara kita yang pernah mengambil jalan yang salah
dalam hidup ini. Akan tetapi perkataan dan tindakan kita di masa lalu tidak
sepatutnya membatasi masa depan kita di hadapan Allah. Awal yang baru selalu
tersedia bagi kita. Dengan memohon pengampunan-Nya, kita mengambil langkah
pertama untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama. “Jika kita
mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni
segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yoh. 1:9). Kasih
setia dan rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi (Rat. 3:23), sehingga kita dapat
menerima awal yang baru setiap harinya. Terima kasih untuk hari yang baru ini,
Tuhan. Tuntunlah langkah kami pada jalan kebenaran-Mu hari ini untuk kami
selangkah lebih dekat denganMu karena kami tahu ada hari yang baru/awal yang
baru kasih setiaMu dan rahmatMu selalu baru setiap pagi. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 24-26
PB: Yohanes 17
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#Happy WithUrfam
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 25 November 2017. MENDENGAR
NASEHAT. Bacaan: Keluaran 18:13-27. Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu
dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya (Keluaran 18:24). Menjadi pemimpin
rohani bukanlah keputusan yang mudah. Saat terpanggil menjadi pemimpin rohani,
seseorang harus memikirkan pertumbuhan rohani jemaat dan senantiasa memperbaiki
diri, agar lebih optimal dalam melayani Tuhan dan gereja-Nya. Namun, kesibukan
kerap membuatnya kelelahan secara fisik dan mental. Begitulah situasi Musa saat
menjalani panggilan sebagai pemimpin Israel. Musa mesti menghadapi bangsa
Israel yang tegar tengkuk. Namun, ia berusaha memimpin dan melayani bangsa
Israel dengan sebaik mungkin. Ia menunjukkan sikap rendah hati dengan
kesediaannya untuk belajar pada mertuanya. Imam Yitro mengerti beban dan
kelelahan Musa saat itu. Ia menasihati Musa untuk mengangkat hakim-hakim guna
mengurangi bebannya (ay. 17-23). Musa mendengarkan nasihat mertuanya yang dapat
mengoptimalkan pelayanannya (ay. 24)-suatu bukti akan kerendahan hatinya. Beban
pelayanan begitu berat dan kadang-kadang kita tidak dapat memikulnya seorang
diri. Jika kita kelelahan, akhirnya pelayanan kita malah tidak efektif atau
kita bisa melupakan waktu teduh bersama Tuhan. Itu berbahaya sekali bagi
kondisi kerohanian kita! Jika ada seseorang yang bersedia menasihati, cernalah
baik-baik, siapa tahu nasihat itu berguna bagi kita. Saat kita hebat, kita
perlu ingat bahwa kita perlu banyak penasihat yang dapat menolong kita
bertumbuh baik secara pribadi maupun dalam pelayanan yang sudah Tuhan
percayakan saat ini. MINTALAH TUHAN MEMBERI TELINGA UNTUK KITA MAU MENDENGARKAN
NASIHAT ORANG LAIN. Selamat pagi. Puji syukur atas berkatNYA bagi kita.
#LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 24-26 dan Yohanes 17.

No comments:
Post a Comment