Saturday, 25 November 2017

25 November 2017

LEGO






LEGO
SELANGKAH LEBIH DEKAT – Awal yang baru

Ada di antara kita yang pernah mengambil jalan yang salah dalam hidup ini. Akan tetapi perkataan dan tindakan kita di masa lalu tidak sepatutnya membatasi masa depan kita di hadapan Allah. Awal yang baru selalu tersedia bagi kita. Dengan memohon pengampunan-Nya, kita mengambil langkah pertama untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yoh. 1:9). Kasih setia dan rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi (Rat. 3:23), sehingga kita dapat menerima awal yang baru setiap harinya. Terima kasih untuk hari yang baru ini, Tuhan. Tuntunlah langkah kami pada jalan kebenaran-Mu hari ini untuk kami selangkah lebih dekat denganMu karena kami tahu ada hari yang baru/awal yang baru kasih setiaMu dan rahmatMu selalu baru setiap pagi. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 24-26
PB: Yohanes 17

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#Happy WithUrfam

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 25 November 2017. MENDENGAR NASEHAT. Bacaan: Keluaran 18:13-27. Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya (Keluaran 18:24). Menjadi pemimpin rohani bukanlah keputusan yang mudah. Saat terpanggil menjadi pemimpin rohani, seseorang harus memikirkan pertumbuhan rohani jemaat dan senantiasa memperbaiki diri, agar lebih optimal dalam melayani Tuhan dan gereja-Nya. Namun, kesibukan kerap membuatnya kelelahan secara fisik dan mental. Begitulah situasi Musa saat menjalani panggilan sebagai pemimpin Israel. Musa mesti menghadapi bangsa Israel yang tegar tengkuk. Namun, ia berusaha memimpin dan melayani bangsa Israel dengan sebaik mungkin. Ia menunjukkan sikap rendah hati dengan kesediaannya untuk belajar pada mertuanya. Imam Yitro mengerti beban dan kelelahan Musa saat itu. Ia menasihati Musa untuk mengangkat hakim-hakim guna mengurangi bebannya (ay. 17-23). Musa mendengarkan nasihat mertuanya yang dapat mengoptimalkan pelayanannya (ay. 24)-suatu bukti akan kerendahan hatinya. Beban pelayanan begitu berat dan kadang-kadang kita tidak dapat memikulnya seorang diri. Jika kita kelelahan, akhirnya pelayanan kita malah tidak efektif atau kita bisa melupakan waktu teduh bersama Tuhan. Itu berbahaya sekali bagi kondisi kerohanian kita! Jika ada seseorang yang bersedia menasihati, cernalah baik-baik, siapa tahu nasihat itu berguna bagi kita. Saat kita hebat, kita perlu ingat bahwa kita perlu banyak penasihat yang dapat menolong kita bertumbuh baik secara pribadi maupun dalam pelayanan yang sudah Tuhan percayakan saat ini. MINTALAH TUHAN MEMBERI TELINGA UNTUK KITA MAU MENDENGARKAN NASIHAT ORANG LAIN. Selamat pagi. Puji syukur atas berkatNYA bagi kita. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 24-26 dan Yohanes 17.

No comments:

Post a Comment