Sunday, 12 November 2017

12 November 2017

LEGO






LEGO/Puzzle
Yesaya 55:2 (TB), “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.”

Saat kita bermain puzzle pasti yang kita inginkan adalah segera terpasang dengan utuh/hasil yang memuaskan ya? Hidup kita pun sama seperti puzzle, setiap hari kita berusaha menyusun puzzle kita sedemikian rupa berharap agar tidak ada puzzle yang berantakan. Semua bagian puzzle adalah penting. Termasuk 1 bagian dari puzzle yang terpenting: sudahkah kita menjadikan Tuhan sebagai pusat yang terpenting dari puzzle hidup kita? Sekalipun kita sudah rajin beribadah, apakah Tuhan Yesus sudah menjadi denyut nadi kehidupan kita? Hari ini jika ada sesuatu yang hilang dari puzzle hidup kita, ingatlah bagian yang kosong dari puzzle itu adalah hanya bisa diiisi oleh Tuhan/Roh Kudus yang mampu melengkapi seluruh bagian puzzle hidup kita. Kekosongan 1 puzle yang ada dalam hidup kita hanya bisa diisi oleh kebenaran firman Tuhan yaitu Roh Kudus. Hanya ada 1 puzzle yang bisa mengisi 1 ruang dihati kita yaitu Tuhan Yesus/Roh KudusNya atau FirmanNya yang hidup itu. Adakah 1 puzzle itu mengisi hidup kita?? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 51-52
PB: Yohanes 9:1-23

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 12 November 2017. RINDU SOSOK AYAH. Bacaan: Kejadian 1:26-30; 2:15. Lalu firman-Nya kepada manusia itu, “...dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu ... dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah....” (Kejadian 3:17,19). Ayah saya seorang sopir taksi. Pagi-pagi buta ia berangkat bekerja, dan senja hari baru pulang ke rumah. Terkadang ia membawa cukup banyak uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Namun di hari lain ia pulang dengan tubuh loyo dan wajah kusut, sebab tak ada uang yang bisa dibawa pulang-apa yang didapatnya hanya cukup untuk disetorkan ke pemilik taksi. Walau demikian, ayah saya adalah pribadi yang kuat. Ia tak pernah menyerah untuk menghidupi sembilan anaknya. Tak jarang ia harus tetap berangkat bekerja sekalipun sedang sakit. Itulah kodrat seorang laki-laki yang menunaikan tugas panggilannya sebagai kepala keluarga dan ayah (Kej. 3:17-19). Bagi seorang pria/ayah, bekerja dan berjerih lelah menghidupi keluarga bukanlah hukuman karena dosa. Sebab sebelum manusia berdosa, Tuhan sudah memberi mandat kepada Adam untuk bekerja, mengusahakan bumi yang Allah anugerahkan kepadanya. Kerja bisa dirasa sebagai kutuk, bila dipahami sebagai beban berat yang melelahkan atau kewajiban tanpa akhir yang harus dipikul sendiri, jauh dari Allah. Akan berbeda bila seorang pria dekat dengan Allah. Sebagai kepala keluarga, ia bukan hanya bekerja memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan bagi anak-anaknya. Namun ia adalah imam bagi keluarganya, yang membawa anak-anak dan keluarganya mendekat dan beribadah kepada Tuhan dengan rasa syukur (bdk. ay. 15, Ef. 6:4). Kini, ayah saya sudah tiada. Saya kangen pada sosoknya yang kuat dan penuh cinta. Sebab melaluinya, saya mengenal figur Allah Bapa yang di surga. MELALUI AYAH, KITA MENGENAL FIGUR ALLAH BAPA DI SURGA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 51-52 dan Yohanes 9:1-23.

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
SALURAN BERKAT.
Ulangan 24:19, “Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda -- supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.”

Ulangan 24:20, 'Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.”

Ulangan 24:21, “Apabila engkau mengumpulkan hasil kebun anggurmu, janganlah engkau mengadakan pemetikan sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.”

Ulangan 24:22, “Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini.”

Masa lalu, sejarah hidup kita patut dikenang dan dijadikan pengalaman yang terbaik agar kita selalu berhati-hati terutama pada situasi yang tidak mengenakkan penuh dengan kekelaman. Demikian Firman TUHAN yang disampaikan dalam kitab Ulangan, hal ini juga bisa menjadi cerminan hidup kita dulu-sebelum menerima Yesus, hidup dalam kuasa dosa. Apabila saat ini kita sudah menerima kehidupan yang nyaman, ungkapan syukur serta hidup penuh kasih, harus menjadi hal utama dalam menikmati berkat ini. Bagaimana ungkapa syukur ini dinyatakan dalam hidup kita?

Berbagi, tidak serakah dan rela memberi berkat kepada mereka yang membutuhkan serta mencukupkan diri dengan apa yang sudah kita miliki, adalah sikap dan langkah terbaik dimata TUHAN. Bukan berarti kita harus ‘nrimo-pasrah’ dengan keadaan akan tetapi justru sebaliknya, kita harus terus berusaha maksimal agar bisa memberi, menjadi saluran berkat kepada orang lain sehingga hidup kita penuh dengan arti dan dengan kata lain bisa memenuhi harapan TUHAN, menjadi saluran berkat. 

Tuhan, begitu berlimpah berkat-Mu pada kami. Ingatkan kami untuk jauh dari keserakahan, ketamakan, bentuk kami menjadi saluran berkat-Mu yang terbaik. Terima kasih Bapa.


Jesus Loves you. Bacaan Alkitab Setahun: Kisah Rasul 9-11
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #imandanpercaya
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman

No comments:

Post a Comment