LEGO
LEGO/Puzzle
Yesaya 55:2 (TB), “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk
sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak
mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan
menikmati sajian yang paling lezat.”
Saat kita bermain puzzle pasti yang kita inginkan adalah
segera terpasang dengan utuh/hasil yang memuaskan ya? Hidup kita pun sama
seperti puzzle, setiap hari kita berusaha menyusun puzzle kita sedemikian rupa
berharap agar tidak ada puzzle yang berantakan. Semua bagian puzzle adalah
penting. Termasuk 1 bagian dari puzzle yang terpenting: sudahkah kita
menjadikan Tuhan sebagai pusat yang terpenting dari puzzle hidup kita?
Sekalipun kita sudah rajin beribadah, apakah Tuhan Yesus sudah menjadi denyut
nadi kehidupan kita? Hari ini jika ada sesuatu yang hilang dari puzzle hidup
kita, ingatlah bagian yang kosong dari puzzle itu adalah hanya bisa diiisi oleh
Tuhan/Roh Kudus yang mampu melengkapi seluruh bagian puzzle hidup kita.
Kekosongan 1 puzle yang ada dalam hidup kita hanya bisa diisi oleh kebenaran
firman Tuhan yaitu Roh Kudus. Hanya ada 1 puzzle yang bisa mengisi 1 ruang
dihati kita yaitu Tuhan Yesus/Roh KudusNya atau FirmanNya yang hidup itu. Adakah
1 puzzle itu mengisi hidup kita?? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 51-52
PB: Yohanes 9:1-23
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 12 November 2017. RINDU SOSOK AYAH.
Bacaan: Kejadian 1:26-30; 2:15. Lalu firman-Nya kepada manusia itu, “...dengan
bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu ...
dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi
menjadi tanah....” (Kejadian 3:17,19). Ayah saya seorang sopir taksi. Pagi-pagi
buta ia berangkat bekerja, dan senja hari baru pulang ke rumah. Terkadang ia
membawa cukup banyak uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Namun di hari
lain ia pulang dengan tubuh loyo dan wajah kusut, sebab tak ada uang yang bisa
dibawa pulang-apa yang didapatnya hanya cukup untuk disetorkan ke pemilik
taksi. Walau demikian, ayah saya adalah pribadi yang kuat. Ia tak pernah
menyerah untuk menghidupi sembilan anaknya. Tak jarang ia harus tetap berangkat
bekerja sekalipun sedang sakit. Itulah kodrat seorang laki-laki yang menunaikan
tugas panggilannya sebagai kepala keluarga dan ayah (Kej. 3:17-19). Bagi
seorang pria/ayah, bekerja dan berjerih lelah menghidupi keluarga bukanlah
hukuman karena dosa. Sebab sebelum manusia berdosa, Tuhan sudah memberi mandat
kepada Adam untuk bekerja, mengusahakan bumi yang Allah anugerahkan kepadanya.
Kerja bisa dirasa sebagai kutuk, bila dipahami sebagai beban berat yang
melelahkan atau kewajiban tanpa akhir yang harus dipikul sendiri, jauh dari
Allah. Akan berbeda bila seorang pria dekat dengan Allah. Sebagai kepala
keluarga, ia bukan hanya bekerja memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan bagi
anak-anaknya. Namun ia adalah imam bagi keluarganya, yang membawa anak-anak dan
keluarganya mendekat dan beribadah kepada Tuhan dengan rasa syukur (bdk. ay.
15, Ef. 6:4). Kini, ayah saya sudah tiada. Saya kangen pada sosoknya yang kuat
dan penuh cinta. Sebab melaluinya, saya mengenal figur Allah Bapa yang di
surga. MELALUI AYAH, KITA MENGENAL FIGUR ALLAH BAPA DI SURGA. Selamat pagi.
Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia
51-52 dan Yohanes 9:1-23.
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
SALURAN BERKAT.
Ulangan 24:19, “Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu
terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya;
itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda -- supaya TUHAN, Allahmu,
memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.”
Ulangan 24:20, 'Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu
dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi;
itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.”
Ulangan 24:21, “Apabila engkau mengumpulkan hasil kebun
anggurmu, janganlah engkau mengadakan pemetikan sekali lagi; itulah bagian
orang asing, anak yatim dan janda.”
Ulangan 24:22, “Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu
budak di tanah Mesir; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal
ini.”
Masa lalu, sejarah hidup kita patut dikenang dan dijadikan
pengalaman yang terbaik agar kita selalu berhati-hati terutama pada situasi
yang tidak mengenakkan penuh dengan kekelaman. Demikian Firman TUHAN yang
disampaikan dalam kitab Ulangan, hal ini juga bisa menjadi cerminan hidup kita
dulu-sebelum menerima Yesus, hidup dalam kuasa dosa. Apabila saat ini kita
sudah menerima kehidupan yang nyaman, ungkapan syukur serta hidup penuh kasih,
harus menjadi hal utama dalam menikmati berkat ini. Bagaimana ungkapa syukur
ini dinyatakan dalam hidup kita?
Berbagi, tidak serakah dan rela memberi berkat kepada mereka
yang membutuhkan serta mencukupkan diri dengan apa yang sudah kita miliki,
adalah sikap dan langkah terbaik dimata TUHAN. Bukan berarti kita harus
‘nrimo-pasrah’ dengan keadaan akan tetapi justru sebaliknya, kita harus terus
berusaha maksimal agar bisa memberi, menjadi saluran berkat kepada orang lain
sehingga hidup kita penuh dengan arti dan dengan kata lain bisa memenuhi
harapan TUHAN, menjadi saluran berkat.
Tuhan, begitu berlimpah berkat-Mu pada kami. Ingatkan kami
untuk jauh dari keserakahan, ketamakan, bentuk kami menjadi saluran berkat-Mu
yang terbaik. Terima kasih Bapa.
Jesus Loves you. Bacaan Alkitab Setahun: Kisah Rasul 9-11
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #imandanpercaya
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman

No comments:
Post a Comment