Thursday, 2 November 2017

2 November 2017

LEGO






Rhema Firman Tuhan hari ini:
Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan yang ada pada-KU mengenai kamu demikianlah Firman Tuhan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk nmemberikan kepadamu hari depan yang penuh pengharapan.” Amin. Apakah kita masih ragu tentang masa depan kita? Apakah kita masih mempunyai pengharapan? Jangan ragu jangan bimbang, letakkan pengharapan kita hanya padaNya sebab: “masa depan itu sungguh ada dan harapanmu tak kan hilang” (Amsal 23:18). Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 27-29
PB: Yohanes 31-54

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBible
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 2 November 2017. TERANG YANG BERCAHAYA. Bacaan: Matius 5:13-16. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Matius 5:16). Nietzsche, filsuf ateis dari Jerman, pernah berkata, jika ia melihat lebih banyak orang Kristen yang menunjukkan bahwa kehidupan mereka sudah ditebus, ia mungkin akan lebih percaya kepada Penebus mereka. Kesaksian hidup kita, sebagai orang yang mengaku percaya kepada Tuhan, berpengaruh terhadap cara pandang orang lain kepada Tuhan. Yesus menegaskan situasi itu dalam salah satu bagian dari Khotbah di Atas Bukit ini. Kita sering terbatas atau malah keliru dalam memandang perbuatan baik. Ada yang mengira bahwa perbuatan baik akan membuat mereka diselamatkan. Atau, berbuat baik supaya nanti mendapatkan balasan di surga. Bisa juga, berbuat baik supaya dipuji orang. Yesus meluruskannya. Kita berbuat baik karena kita sudah dikaruniai terang itu, karena kita sudah diterima sebagai anak oleh Bapa di surga. Selanjutnya, kita berbuat baik supaya orang yang melihatnya dapat mengenal dan memuliakan Bapa yang kita sembah. Bagaimana agar terang kita bercahaya di depan banyak orang? Madeleine L'Engle, seorang penulis novel, memberikan gagasan yang perlu digarisbawahi, “Suatu cara efektif untuk menarik orang datang kepada Kristus bukanlah dengan mencela kepercayaan mereka, atau menuding kesalahan mereka dan menunjukkan bahwa kita lebih benar dari mereka, melainkan dengan memancarkan cahaya yang begitu indah sehingga mereka dengan segenap hati ingin mengetahui sumber cahaya itu.” Adakah cahaya yang lebih indah dari kasih dan kepedulian yang tulus kepada sesama? KESAKSIAN HIDUP KITA DAPAT MENOLONG ORANG MENGENAL DAN MEMULIAKAN TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 27-29 dan Yohanes 4:31-54.

WM Stars
JADILAH PEMENANG. Roma 8:37, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”
20 Maret 2011 seorang pegulat Amerika bernama Kelly Gneiting mengikuti perlombaan lari marathon di Los Angeles dengan jarak tempuh 42,195 km.Pada umumnya lomba lari itu diikuti oleh orang dengan berat badan 55 kg dengan pencapaian waktu 5 jam 30 menit. Dengan berat badan 181,5 kg, Kelly Gneiting baru dapat menyelesaikannya dalam waktu 9 jam 48 menit 52 detik. Dua belas kilometer pertama ditempuhnya dengan berlari kecil, selanjutnya dia berjalan kaki, dan di tiap perempatan dia berhenti untuk menghimpun kekuatan. Delapan kilometer terakhir merupakan perjuangan yang sangat berat, dia terus memotivasi dirinya dengan berkata, “Walaupun harus merangkak, tetap akan kulakukan!” Sehingga menjadikan dia tetap kuat bertahan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan tantangannya sampai berhasil mencapai garis finish. Meskipun Kelly Gneting tidak menjadi pemenang dalam perlombaan tersebut, tetapi dia menunjukkan mentalitas seorang pemenang.Rasul Paulus juga menyatakan bahwa setiap kita yang dalam Kristus lebih dari seorang pemenang. Fakta bahwa kita lebih dari pemenang bukan didasarkan pada apa yang kita kerjakan, tetapi pada apa yang telah dilakukan oleh Allah yang telah membenarkan kita.Allah telah mengaruniakan segala sesuatu dan menjadi pembela kita, sehingga siapapun dan apapun yang ada di dunia ini tidak akan mampu memisahkan kita dari kasih Allah. Keyakinan iman itulah yang meneguhkan kemenangan kita atas segala sesuatu. Hidup ini adalah pertandingan iman, kita harus kuat bertahan, berjuang hingga berhasil menjadi pemenang, karena kita telah ditetapkan menjadi seorang yang lebih dari pemenang.Milikilah mental seorang juara yang terus bertahan dan berjuang menghadapi segala bentuk tantangan kehidupan, ingatlah selalu kasih Allah yang telah mengaruniakan segala yang terbaik yang membawa kemenangan sampai akhir. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment