Friday, 10 November 2017

10 November 2017

LEGO






Billionaire
1 Tawarikh 29:14 (TB), “Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.”

Semua yang kita miliki adalah berkat Tuhan/milik Tuhan? Kita hanya pengelolanya. Adakah kita saat memberi adalah memberi dengan yang terbaik? Karena kita sadar dari tangan Tuhanlah semua berkat yang kita terima. Terima kasih Tuhan untuk semua berkat yang sudah Engkau percayakan untuk kami kelola. Beri kami hikmat lebih supaya kami semakin mengerti apa yang ENGKAU kehendaki untuk kami lakukan. Bersyukur untuk semua hal yang sudah engkau kerjakan sampai dengan hari ini kami dimampukan untuk terus memberi dengan sukacita dengan rela. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 48-49
PB: Yohanes 8:1-29

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

WM Stars
UCAPAN JELEK. Matius 12:35, “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” Pada acara talk show di sebuah stasiun TV, seorang host yang terkenal cerdas dan berani bertanya dengan transparan menghadirkan beberapa orang narasumber. Mereka terdiri dari anggota dewan, pelawak, politikus, pengamat dan beberapa profesi yang lain. Hingga pada sebuah topik sang host memancing sebuah pertanyaan kepada seorang anggota dewan yang lagi berseteru dengan seorang pejabat. Anggota dewan itu secara terbuka dan berkali-kali mengucapkan di media demikian, “Saya mendoakan agar suatu saat pejabat itu menggunakan rompi orange” (rompi orange adalah seragam yang dikenakan oleh terdakwa sebuah kejahatan). Setelah dipancing panelis dan nara sumber yang lain ternyata anggota dewan itu sangat berharap pejabat seterunya itu menjadi tersangka walaupun tidak terbukti bersalah. Narasumber yang lain menanyakan kenapa ia sangat memusuhi pejabat seterunya itu dan sampai mendoakan demikian jelek. Sampailah giliran pelawak yang ngomong, dengan tanpa beban dia bilang: “Yaaa... setahu saya kalau orang baik itu doanya yang baik-baik, tetapi kalau doanya jelek yaaaa...”. Pelawak itu tidak meneruskan ucapannya agar pemirsa sendiri yang meneruskan, dan akhirnya disambut tepuk tangan para audiens. Hehehe... pelawak saja tahu bahwa ucapan yang jelek itu bukan sebuah doa. Hal yang demikian juga sering diingatkan TUHAN kepada kita bahwa segala ucapan kita adalah cerminan isi hati kita. Karena apa yang keluar dari mulut itu meluap dari hati. “BERBAHAGIALAH ORANG YANG MAU MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN.” Tuhan Yesus memberkati.

WM Stars
“AKU berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa PERCAYA kepada-KU, ia akan MELAKUKAN juga PEKERJAAN-PEKERJAAN yang AKU LAKUKAN, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang LEBIH BESAR dari pada itu. Sebab AKU pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-KU, AKU akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-KU dalam nama-KU, AKU akan melakukannya” (Yohanes 14:12-14). Kita mungkin tidak lancar bicara seperti yang lain. Kita mungkin tidak memiliki pengetahuan yang lengkap seperti orang lain. Kita mungkin tidak punya kelebihan apapun seperti yang lain. Kita mungkin tidak punya pengaruh di bandingkan yang lain. Kita mungkin tidak punya penampilan menarik seperti yang lain. Namun Lihatlah... Bukankah istri Abraham sudah mati haid? Tapi keturunannya seperti bintang di langit. Bukankah Yakub si penipu? Tapi dia yang menurunkan ke 12 suku Israel. Bukankah Gideon penakut? Tapi dia menang berperang melawan musuh-musuhnya. Bukankah Petrus hanya nelayan? Tapi Dia berdiri dan berkhotbah 3000 orang bertobat. Bukankah Daud hanya gembala? Tapi dia menjadi Raja besar yang dikenan TUHAN. Bukankah Nabi Elia orang biasa sama seperti kita... Semua Pahlawan-Pahlawan Iman di dalam Alkitab ternyata adalah manusia-manusia biasa, semua memiliki kekurangan & kelemahannya masing-masing. Tetapi yang membedakan mereka adalah TUHAN yang ada di dalam mereka. Jika demikian apakah yang menghalangi kita untuk menjadi saksi-NYA? Karena bukan kita, tapi TUHAN & kuasa-NYA yang bekerja di dalam kita. Saat kita mengijinkan Roh Kudus bekerja, maka tak ada yang mustahil. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Rasul 1:8). Mujizat Masih Ada.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 10 November 2017. ZAFNAT-PAANEAH. Bacaan: Kejadian 41:37-57. Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir (Kejadian 41:45). Yusuf diberi nama Zafnat-Paaneah oleh Firaun, ketika ia dinobatkan sebagai pemimpin di Mesir. Menurut para penafsir, sebutan itu berarti “penyelamat zaman” atau “penyelamat dunia”. Entah mengapa Firaun menjuluki Yusuf dengan nama itu. Namun, jika menilik arti katanya, sebutan itu sangat “pas” dengan peran Yusuf di Mesir. Allah memakai Yusuf untuk menyelamatkan Mesir dan seluruh bumi, yang pada masa itu dilanda bencana kelaparan hebat. Penobatan yang dilakukan oleh Firaun merupakan penggenapan dari dua mimpi yang pernah Yusuf terima saat berusia 17 tahun. Pesan dari dua mimpi itu selaras, bahwa suatu saat Yusuf akan berkuasa, bahkan keluarganya akan datang sujud kepadanya. Berkas gandum yang dilihat oleh Yusuf dalam mimpinya menjadi pertanda bahwa kelak Yusuf akan dipakai Allah dalam hal yang berkaitan dengan kebutuhan makanan. Ketika Yusuf dinobatkan menjadi "wakil Firaun" di Mesir, Yusuf pasti teringat akan dua mimpi yang pernah Allah berikan. Nama yang diberikan oleh Firaun pun seperti menjadi peneguhan, bahwa Yusuf memang ditetapkan oleh Allah untuk menjadi penyelamat dunia pada zaman itu. Melalui kisah Yusuf, kita diingatkan bahwa Allah tak pernah ingkar janji. Ia juga sanggup memakai banyak cara, juga memakai siapa pun yang dikehendaki-Nya, supaya janji-Nya tergenapi dalam kehidupan umat-Nya. Sebagaimana Allah menggenapi janji-Nya dan memakai Yusuf untuk menjadi berkat bagi banyak orang, pada waktu yang tepat, Allah juga akan menggenapi janji-Nya dan memakai kita menjadi berkat. TIDAK PERNAH ADA YANG KEBETULAN DALAM HIDUP KITA. SEMUANYA TELAH DIRANCANG OLEH-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 48-49 dan Yohanes 8:1-29.

No comments:

Post a Comment