LEGO
Billionaire
1 Tawarikh 29:14 (TB), “Sebab siapakah aku ini dan
siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti
ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah
persembahan yang kami berikan kepada-Mu.”
Semua yang kita miliki adalah berkat Tuhan/milik Tuhan? Kita
hanya pengelolanya. Adakah kita saat memberi adalah memberi dengan yang
terbaik? Karena kita sadar dari tangan Tuhanlah semua berkat yang kita terima.
Terima kasih Tuhan untuk semua berkat yang sudah Engkau percayakan untuk kami
kelola. Beri kami hikmat lebih supaya kami semakin mengerti apa yang ENGKAU
kehendaki untuk kami lakukan. Bersyukur untuk semua hal yang sudah engkau
kerjakan sampai dengan hari ini kami dimampukan untuk terus memberi dengan
sukacita dengan rela. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#BillionareSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yeremia 48-49
PB: Yohanes 8:1-29
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
WM Stars
UCAPAN JELEK. Matius 12:35, “Orang yang baik mengeluarkan
hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat
mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” Pada acara
talk show di sebuah stasiun TV, seorang host yang terkenal cerdas dan berani
bertanya dengan transparan menghadirkan beberapa orang narasumber. Mereka
terdiri dari anggota dewan, pelawak, politikus, pengamat dan beberapa profesi
yang lain. Hingga pada sebuah topik sang host memancing sebuah pertanyaan
kepada seorang anggota dewan yang lagi berseteru dengan seorang pejabat.
Anggota dewan itu secara terbuka dan berkali-kali mengucapkan di media
demikian, “Saya mendoakan agar suatu saat pejabat itu menggunakan rompi orange”
(rompi orange adalah seragam yang dikenakan oleh terdakwa sebuah kejahatan).
Setelah dipancing panelis dan nara sumber yang lain ternyata anggota dewan itu
sangat berharap pejabat seterunya itu menjadi tersangka walaupun tidak terbukti
bersalah. Narasumber yang lain menanyakan kenapa ia sangat memusuhi pejabat
seterunya itu dan sampai mendoakan demikian jelek. Sampailah giliran pelawak
yang ngomong, dengan tanpa beban dia bilang: “Yaaa... setahu saya kalau orang
baik itu doanya yang baik-baik, tetapi kalau doanya jelek yaaaa...”. Pelawak
itu tidak meneruskan ucapannya agar pemirsa sendiri yang meneruskan, dan
akhirnya disambut tepuk tangan para audiens. Hehehe... pelawak saja tahu bahwa
ucapan yang jelek itu bukan sebuah doa. Hal yang demikian juga sering
diingatkan TUHAN kepada kita bahwa segala ucapan kita adalah cerminan isi hati
kita. Karena apa yang keluar dari mulut itu meluap dari hati. “BERBAHAGIALAH
ORANG YANG MAU MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN.” Tuhan Yesus memberkati.
WM Stars
“AKU berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa PERCAYA
kepada-KU, ia akan MELAKUKAN juga PEKERJAAN-PEKERJAAN yang AKU LAKUKAN, bahkan
pekerjaan-pekerjaan yang LEBIH BESAR dari pada itu. Sebab AKU pergi kepada
Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-KU, AKU akan melakukannya, supaya
Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-KU dalam
nama-KU, AKU akan melakukannya” (Yohanes 14:12-14). Kita mungkin tidak lancar
bicara seperti yang lain. Kita mungkin tidak memiliki pengetahuan yang lengkap
seperti orang lain. Kita mungkin tidak punya kelebihan apapun seperti yang
lain. Kita mungkin tidak punya pengaruh di bandingkan yang lain. Kita mungkin
tidak punya penampilan menarik seperti yang lain. Namun Lihatlah... Bukankah
istri Abraham sudah mati haid? Tapi keturunannya seperti bintang di langit.
Bukankah Yakub si penipu? Tapi dia yang menurunkan ke 12 suku Israel. Bukankah
Gideon penakut? Tapi dia menang berperang melawan musuh-musuhnya. Bukankah
Petrus hanya nelayan? Tapi Dia berdiri dan berkhotbah 3000 orang bertobat.
Bukankah Daud hanya gembala? Tapi dia menjadi Raja besar yang dikenan TUHAN.
Bukankah Nabi Elia orang biasa sama seperti kita... Semua Pahlawan-Pahlawan
Iman di dalam Alkitab ternyata adalah manusia-manusia biasa, semua memiliki
kekurangan & kelemahannya masing-masing. Tetapi yang membedakan mereka
adalah TUHAN yang ada di dalam mereka. Jika demikian apakah yang menghalangi
kita untuk menjadi saksi-NYA? Karena bukan kita, tapi TUHAN & kuasa-NYA
yang bekerja di dalam kita. Saat kita mengijinkan Roh Kudus bekerja, maka tak
ada yang mustahil. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke
atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan
Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Rasul 1:8). Mujizat Masih Ada.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 10 November 2017. ZAFNAT-PAANEAH. Bacaan:
Kejadian 41:37-57. Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan
Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah
Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir (Kejadian 41:45). Yusuf
diberi nama Zafnat-Paaneah oleh Firaun, ketika ia dinobatkan sebagai pemimpin
di Mesir. Menurut para penafsir, sebutan itu berarti “penyelamat zaman” atau
“penyelamat dunia”. Entah mengapa Firaun menjuluki Yusuf dengan nama itu.
Namun, jika menilik arti katanya, sebutan itu sangat “pas” dengan peran Yusuf
di Mesir. Allah memakai Yusuf untuk menyelamatkan Mesir dan seluruh bumi, yang
pada masa itu dilanda bencana kelaparan hebat. Penobatan yang dilakukan oleh
Firaun merupakan penggenapan dari dua mimpi yang pernah Yusuf terima saat
berusia 17 tahun. Pesan dari dua mimpi itu selaras, bahwa suatu saat Yusuf akan
berkuasa, bahkan keluarganya akan datang sujud kepadanya. Berkas gandum yang
dilihat oleh Yusuf dalam mimpinya menjadi pertanda bahwa kelak Yusuf akan
dipakai Allah dalam hal yang berkaitan dengan kebutuhan makanan. Ketika Yusuf
dinobatkan menjadi "wakil Firaun" di Mesir, Yusuf pasti teringat akan
dua mimpi yang pernah Allah berikan. Nama yang diberikan oleh Firaun pun
seperti menjadi peneguhan, bahwa Yusuf memang ditetapkan oleh Allah untuk
menjadi penyelamat dunia pada zaman itu. Melalui kisah Yusuf, kita diingatkan
bahwa Allah tak pernah ingkar janji. Ia juga sanggup memakai banyak cara, juga
memakai siapa pun yang dikehendaki-Nya, supaya janji-Nya tergenapi dalam
kehidupan umat-Nya. Sebagaimana Allah menggenapi janji-Nya dan memakai Yusuf
untuk menjadi berkat bagi banyak orang, pada waktu yang tepat, Allah juga akan
menggenapi janji-Nya dan memakai kita menjadi berkat. TIDAK PERNAH ADA YANG
KEBETULAN DALAM HIDUP KITA. SEMUANYA TELAH DIRANCANG OLEH-NYA. Selamat pagi.
Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yeremia 48-49 dan Yohanes
8:1-29.

No comments:
Post a Comment