Tuesday, 28 November 2017

28 November 2017

LEGO






LEGO
CONNECTING
KITA DICIPTAKAN UNTUK SUATU RANCANGAN

Mazmur 139:13-18 (TB)
13Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
14Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
15Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
16mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.
17Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!
18Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

Kita tidak hanya diciptakan kembali dalam Kristus sehingga Roh kita dihidupkan. Tetapi ALLAH MEMBERIKAN KEHIDUPAN yang PENUH ARTI BAGI SAYA DAN SAUDARA. Allah menciptakan kita sedemikian indah karena ada SEBUAH TUJUAN yang ingin IA CAPAI MELALUI KITA yaitu menjadikan kita murid-muridNya. Sudahkah kita terhubung /connect dengan tujuan-Nya? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 33-34
PB: Yohanes 19:1-27

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 28 November 2017. SALAH BERDOA. Bacaan: Yakobus 4:1-3. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu (Yakobus 4:3). Selain kelahiran dan kematian, doa juga merupakan perkara yang sukar dipahami, tak terkecuali bagi umat Tuhan. Ada kemungkinan seseorang tidak menerima apa-apa, sekalipun ia sudah berdoa, karena ia dianggap salah berdoa. Di manakah masalahnya? Masalahnya ada pada motivasi orang tersebut ketika berdoa di hadapan Allah, yakni ketika doa itu hanya bertujuan untuk memuaskan hawa nafsu. Doa yang bertujuan untuk memuaskan hawa nafsu adalah doa yang ditujukan untuk kesenangan diri sendiri. Orang yang berdoa untuk kesenangan pribadi tidak akan peduli apakah doanya sesuai atau berlawanan dengan kehendak Allah. Ia juga tidak akan mempertimbangkan apakah doanya akan membawa kebaikan atau keburukan, karena hanya berfokus pada kesenangan pribadi. Alasan lainnya mengapa doa semacam ini tidak akan “mendapatkan hasil” adalah karena hawa nafsu merupakan manifestasi dari perbuatan daging yang tak berkenan di hadapan Allah. Mereka yang ada di dalam Kristus, perlu belajar untuk menyalibkan segala hawa nafsu dan keinginannya, lalu memberi diri untuk hidup dipimpin oleh Roh Tuhan (bdk. Gal. 5:19, 24-25). Dalam doa ada unsur komunikasi antara kita dengan Allah. Artinya, kita perlu mengizinkan Dia untuk mengoreksi ketika ada yang keliru, lalu menuntun kita untuk berdoa sesuai dengan kehendak-Nya. Oleh karena itu, mari kita senantiasa memohon agar Tuhan memampukan kita untuk berdoa dengan motivasi yang benar, bebas dari kepentingan pribadi, hawa nafsu, dan hal-hal lainnya yang tidak berkenan di hadapan Allah. HANYA ALLAH YANG DAPAT MENGOREKSI MOTIVASI
YANG KELIRU DALAM BERDOA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Berkat Tuhan menyertai. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 33-34 dan Yohanes 19:1-27.

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Selasa. Pembacaan Alkitab: Mat. 5:13-16
Doa baca: Mat. 5:14
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Bila kita mengatakan bahwa kita adalah garam, berarti kita melakukan pengaruh kita atas bumi yang diciptakan Allah untuk melestarikan dalam kondisi semula. Bumi yang diciptakan Allah telah jatuh. Dalam suatu arti, bumi telah membusuk dan rusak. Garam membunuh kuman-kuman dan menyingkirkan kerusakan ini. Dalam hakikinya, garam merupakan unsur yang membunuh kuman-kuman perusak dan menyingkirkannya. Jadi, melalui fungsi pembunuh dan pelindung, garam memulihkan bumi kepada kondisi semula atau melestarikannya dalam kondisi semula. Jadi, fungsi garam ialah memelihara apa yang telah diciptakan oleh Allah. Seluruh bumi menjadi semakin rusak. Kita wajib menggunakan pengaruh kita atas bumi yang rusak ini. Terhadap bumi yang rusak, umat Kerajaan Surga adalah unsur yang mencegah bumi dari kerusakan penuh.

Bagi umat kerajaan, menjadi tawar berarti mereka kehilangan fungsi mengasinkan. Mereka menjadi sama seperti orang dunia dan tidak berbeda dengan orang yang tidak percaya. Menjadi sama seperti orang dunia itu berlawanan dengan hakiki yang diwahyukan dalam ayat 3-12. Ini berarti kita tidak lagi miskin dalam roh, berdukacita karena situasi yang negatif, lemah lembut, lapar, dan dahaga akan kebenaran, berbelaskasihan, suci hati dalam mencari Allah, pembuat damai, mau teraniaya demi kebenaran, dan mau dicela karena Kristus. Ini berarti bahwa kita hidup, berjalan, dan berperilaku seperti orang dunia. Jika keadaan kita demikan, kita menjadi tawar dan garam itu kehilangan fungsinya.

Terang adalah sinar pelita yang menerangi orang yang berada dalam kegelapan. Bagi dunia yang gelap, umat Kerajaan Surga sepertilah terang, mengenyahkan kegelapan dunia (ay. 4). Dalam hakikinya, umat kerajaan adalah garam yang menyembuhkan; dalam perilakunya, mereka adalah terang yang memancar. Sebagai terang yang memancar, umat kerajaan seperti sebuah kota yang terletak di atas gunung; kota yang tidak dapat disembunyikan. Akhirnya, ini akan rampung dalam kota kudus, Yerusalem Baru (Why. 21:10-11, 23-24). Hanya dengan cara dibangunkan bersama, barulah umat kerajaan dapat menjadi kota yang terletak di atas gunung. Kota ini menjadi terang yang memancar. Di Anaheim, kaum saleh berkelompok saling bertetangga. Jika praktek-praktek ini menjadi umum dan kaum saleh dalam kelompok-kelompok ini dibangun bersama, maka setiap kelompok akan menjadi bagian kota terang yang terletak di atas puncak gunung.

Dalam ketiga pasal ini Tuhan Yesus tidak menggunakan istilah “gereja”. Tetapi istilah “kerajaan” banyak kali digunakan dalam pasal-pasal ini, yang sesungguhnya menunjukkan gereja. Kerajaan yang disebutkan dalam Matius 5, 6, 7 ialah aspek gereja mengenai pemerintahan dan pelatihan. Gereja ialah aspek karunia dan hayat untuk kerajaan, dan kerajaan ialah aspek pemerintahan dan pelatihan bagi gereja. Sebab itu, firman Tuhan dalam pasal-pasal ini mengenai kerajaan sesungguhnya menunjukkan pemerin-tahan dan pelatihan dalam gereja.

Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 16

No comments:

Post a Comment