LEGO
LEGO
Kita semua adalah bagian dari puzzle suatu gambar. Gambar
itu adalah penggenapan janji Tuhan dalam hidup ini. Tuhan butuh kita untuk
menggenapi janji-Nya, untuk melakukan rencana-Nya. Kalau bagian puzzle suatu
gambar semua sama, gambar itu tidak akan terbentuk. Tuhan sudah membentuk kita
dari semula, dari kandungan ibu kita masing-masing dengan keunikan kita.
Rancangan-Nya tidak ada yang gagal, semuanya sempurna. Ketika kita melihat
wajah kita, tangan kita, kaki kita, atau tubuh kita, tidak ada satu pun
karya-Nya yang gagal. Semuanya adalah sempurna di mata-Nya dan patutlah kita
juga melihat diri kita sempurna di hadapan-Nya, karena Dia yang telah
menyempurnakan kita.
Mazmur 139:13-16
“Sebab Engkaulah yang membentuk buah
pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh
karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku
benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku
dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi
yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu
semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari
padanya.” Amin.
TUHAN sanggup melakukan hal hal hebat melalui potongan
potongan kecil/lego/puzzle setiap hidup kita.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 3-4
PB: Yohanes 11:1-32
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 16 November 2017. MENYIKAPI PENCOBAAN.
Bacaan: Yakobus 1:2-12. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai kebahagiaan,
apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan (Yakobus 1:2). Paolo
Maldini adalah salah satu pemain bertahan yang disegani pada masanya. Dengan
sigap ia menghadang para pemain lawan yang berupaya untuk menyerang timnya,
supaya gawang yang dijaga oleh rekannya jangan sampai kebobolan. Para pemain
lawan pun dengan rasa hormat mengakui bahwa Maldini merupakan pemain bertahan
yang paling sukar untuk dilewati. Sebaliknya, bagi Maldini, gempuran pemain
lawan memicu kemampuannya terus meningkat dan membuatnya menjadi pemain yang
luar biasa. Nas hari ini mengingatkan kita bahwa berbagai pencobaan yang Allah
izinkan terjadi dapat dianggap sebagai suatu kebahagiaan. Dalam Alkitab versi
terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari, frasa “anggaplah sebagai suatu
kebahagiaan” menggunakan frasa “hendaklah kalian merasa beruntung”. Ketika
seseorang mengalami pencobaan, sebenarnya ia sedang beruntung karena “terpilih”
dari sekian banyak manusia di dunia untuk dilatih menjadi semakin kuat dan
bertekun dalam iman. Ketekunan yang suatu saat akan menghasilkan buah yang
matang dan menjadi berkat bagi sesama (ay. 3). Sebaliknya, orang yang tidak
bersedia diuji oleh Allah melalui berbagai pencobaan, kondisi imannya akan
stagnan, ketekunannya tidak akan bertumbuh, dan ia kehilangan kesempatan untuk
menghasilkan buah dari ketekunan imannya. Jika tujuan pencobaan adalah untuk
membuat kehidupan orang percaya semakin kuat, seharusnya kita pun dapat
menyikapi pencobaan dengan benar. Karena, setelah semuanya itu berlalu,
kualitas hidup kita akan lebih baik. Sudahkah kita menyikapi pencobaan dengan
tepat? RESPONS YANG TEPAT TERHADAP PENCOBAAN MENJADIKAN IMAN SEMAKIN KUAT DAN SEHAT.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 3-4 dan
Yohanes 11:1-32.
Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Kamis. Pembacaan Alkitab: Mat. 5:1
Doa baca: Mat. 5:1
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas
bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Matius 5, 6, dan 7 boleh disebut sebagai konstitusi Kerajaan
Surga. Setiap bangsa memiliki konstitusi. Tentu saja Injil Matius, kitab
mengenai Kerajaan Surga, pasti juga memiliki konstitusi. Dari perkataan yang
dikatakan oleh Raja baru sebagai konstitusi Kerajaan Surga dalam ketiga pasal
ini, kita nampak wahyu tentang kehidupan rohani dan prinsip-prinsip surgawi
mengenai Kerajaan Surga. Sifatnya tunggal, tetapi prinsipnya jamak. Konstitusi
Kerajaan Surga terdiri atas tujuh bagian: hakiki umat kerajaan (5:1-12);
pengaruh umat kerajaan (5:13-16); hukum umat kerajaan (5:17-48); perbuatan
benar umat kerajaan (6:1-18); kekayaan materi umat kerajaan (6:19-34); prinsip
umat kerajaan dalam memperlakukan orang lain (7:1-12); dan dasar kehidupan dan
pekerjaan umat kerajaan (7:13-29). Bagian pertama (Mat. 5:3-12), menggambarkan
sifat dasar (hakiki) umat Kerajaan Surga yang berada di bawah sembilan berkat.
Bagian ini membentangkan orang-orang yang hidup dalam Kerajaan Surga. Umat
kerajaan juga harus mempunyai pengaruh atas dunia. Hakiki orang-orang kerajaan,
hakiki kerajaan, mempunyai pengaruh atas dunia. Orang-orang kerajaan juga
memiliki hukum. Hukum ini bukanlah hukum yang lama, hukum Musa, sepuluh perintah;
hukum ini adalah hukum Kerajaan Surga yang baru. Orang-orang kerajaan adalah
orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan benar dan memiliki sikap yang
tepat berkaitan dengan kekayaan materi. Karena umat kerajaan masih berada di
bumi dalam masyarakat manusia, konstitusi Kerajaan Surga tersebut mewahyukan
prinsip bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain. Akhirnya, pada bagian
terakhir dari konstitusi ini, kita nampak dasar kehidupan dan pekerjaan
sehari-hari umat kerajaan. Semua aspek umat kerajaan tersebut tercakup dalam
ketujuh bagian konstitusi Kerajaan Surga ini.
Raja baru ini memanggil pengikut-pengikut-Nya di tepi laut,
tetapi untuk menyampaikan konstitusi Kerajaan Surga, Dia naik ke atas gunung
(5:1). Ini menunjukkan bahwa demi realisasi Kerajaan Surga, kita perlu pergi ke
tempat yang lebih tinggi bersama-Nya. Pengumuman konstitusi Kerajaan Surga di
atas gunung ini sangat bermakna. Laut melambangkan dunia yang telah dirusak
oleh Iblis. Ketika kita ditangkap oleh Tuhan, kita berada di dunia yang telah
dirusak oleh Iblis dan sedang berusaha mencari nafkah. Tetapi setelah Tuhan
menangkap kita, Ia memimpin kita ke gunung yang tinggi, yang melambangkan
Kerajaan Surga. Ini menunjukkan bahwa Kerajaan Surga bukan didirikan di tepi
laut, tetapi di atas gunung. Dalam Alkitab gunung melambangkan kerajaan,
khususnya Kerajaan Surga.
Tidak hanya demikian, dibawa naik ke atas gunung menunjukkan
bahwa jika kita hendak mendengarkan pengumuman konstitusi Kerajaan Surga, kita
tidak seharusnya berada pada dataran yang rendah, melainkan naik ke gunung yang
tinggi. Untuk mendengarkan konstitusi ini kita harus berada pada dataran yang
tinggi. Di tepi laut Tuhan berkata, “Ikutlah Aku.” Tetapi untuk mengumumkan
konstitusi Kerajaan Surga, Ia membawa mereka ke puncak gu-nung. Mengikuti Tuhan
mungkin agak mudah, tetapi mendengarkan konstitusi bagi berdirinya Kerajaan
Surga menuntut kita naik ke puncak gunung yang tinggi.
Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 13

No comments:
Post a Comment