Thursday, 16 November 2017

16 November 2017

LEGO






LEGO

Kita semua adalah bagian dari puzzle suatu gambar. Gambar itu adalah penggenapan janji Tuhan dalam hidup ini. Tuhan butuh kita untuk menggenapi janji-Nya, untuk melakukan rencana-Nya. Kalau bagian puzzle suatu gambar semua sama, gambar itu tidak akan terbentuk. Tuhan sudah membentuk kita dari semula, dari kandungan ibu kita masing-masing dengan keunikan kita. Rancangan-Nya tidak ada yang gagal, semuanya sempurna. Ketika kita melihat wajah kita, tangan kita, kaki kita, atau tubuh kita, tidak ada satu pun karya-Nya yang gagal. Semuanya adalah sempurna di mata-Nya dan patutlah kita juga melihat diri kita sempurna di hadapan-Nya, karena Dia yang telah menyempurnakan kita.

Mazmur 139:13-16
“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.” Amin.

TUHAN sanggup melakukan hal hal hebat melalui potongan potongan kecil/lego/puzzle setiap hidup kita.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yehezkiel 3-4
PB: Yohanes 11:1-32

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 16 November 2017. MENYIKAPI PENCOBAAN. Bacaan: Yakobus 1:2-12. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan (Yakobus 1:2). Paolo Maldini adalah salah satu pemain bertahan yang disegani pada masanya. Dengan sigap ia menghadang para pemain lawan yang berupaya untuk menyerang timnya, supaya gawang yang dijaga oleh rekannya jangan sampai kebobolan. Para pemain lawan pun dengan rasa hormat mengakui bahwa Maldini merupakan pemain bertahan yang paling sukar untuk dilewati. Sebaliknya, bagi Maldini, gempuran pemain lawan memicu kemampuannya terus meningkat dan membuatnya menjadi pemain yang luar biasa. Nas hari ini mengingatkan kita bahwa berbagai pencobaan yang Allah izinkan terjadi dapat dianggap sebagai suatu kebahagiaan. Dalam Alkitab versi terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari, frasa “anggaplah sebagai suatu kebahagiaan” menggunakan frasa “hendaklah kalian merasa beruntung”. Ketika seseorang mengalami pencobaan, sebenarnya ia sedang beruntung karena “terpilih” dari sekian banyak manusia di dunia untuk dilatih menjadi semakin kuat dan bertekun dalam iman. Ketekunan yang suatu saat akan menghasilkan buah yang matang dan menjadi berkat bagi sesama (ay. 3). Sebaliknya, orang yang tidak bersedia diuji oleh Allah melalui berbagai pencobaan, kondisi imannya akan stagnan, ketekunannya tidak akan bertumbuh, dan ia kehilangan kesempatan untuk menghasilkan buah dari ketekunan imannya. Jika tujuan pencobaan adalah untuk membuat kehidupan orang percaya semakin kuat, seharusnya kita pun dapat menyikapi pencobaan dengan benar. Karena, setelah semuanya itu berlalu, kualitas hidup kita akan lebih baik. Sudahkah kita menyikapi pencobaan dengan tepat? RESPONS YANG TEPAT TERHADAP PENCOBAAN MENJADIKAN IMAN SEMAKIN KUAT DAN SEHAT. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 3-4 dan Yohanes 11:1-32.

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Kamis. Pembacaan Alkitab: Mat. 5:1
Doa baca: Mat. 5:1
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.

Matius 5, 6, dan 7 boleh disebut sebagai konstitusi Kerajaan Surga. Setiap bangsa memiliki konstitusi. Tentu saja Injil Matius, kitab mengenai Kerajaan Surga, pasti juga memiliki konstitusi. Dari perkataan yang dikatakan oleh Raja baru sebagai konstitusi Kerajaan Surga dalam ketiga pasal ini, kita nampak wahyu tentang kehidupan rohani dan prinsip-prinsip surgawi mengenai Kerajaan Surga. Sifatnya tunggal, tetapi prinsipnya jamak. Konstitusi Kerajaan Surga terdiri atas tujuh bagian: hakiki umat kerajaan (5:1-12); pengaruh umat kerajaan (5:13-16); hukum umat kerajaan (5:17-48); perbuatan benar umat kerajaan (6:1-18); kekayaan materi umat kerajaan (6:19-34); prinsip umat kerajaan dalam memperlakukan orang lain (7:1-12); dan dasar kehidupan dan pekerjaan umat kerajaan (7:13-29). Bagian pertama (Mat. 5:3-12), menggambarkan sifat dasar (hakiki) umat Kerajaan Surga yang berada di bawah sembilan berkat. Bagian ini membentangkan orang-orang yang hidup dalam Kerajaan Surga. Umat kerajaan juga harus mempunyai pengaruh atas dunia. Hakiki orang-orang kerajaan, hakiki kerajaan, mempunyai pengaruh atas dunia. Orang-orang kerajaan juga memiliki hukum. Hukum ini bukanlah hukum yang lama, hukum Musa, sepuluh perintah; hukum ini adalah hukum Kerajaan Surga yang baru. Orang-orang kerajaan adalah orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan benar dan memiliki sikap yang tepat berkaitan dengan kekayaan materi. Karena umat kerajaan masih berada di bumi dalam masyarakat manusia, konstitusi Kerajaan Surga tersebut mewahyukan prinsip bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain. Akhirnya, pada bagian terakhir dari konstitusi ini, kita nampak dasar kehidupan dan pekerjaan sehari-hari umat kerajaan. Semua aspek umat kerajaan tersebut tercakup dalam ketujuh bagian konstitusi Kerajaan Surga ini.

Raja baru ini memanggil pengikut-pengikut-Nya di tepi laut, tetapi untuk menyampaikan konstitusi Kerajaan Surga, Dia naik ke atas gunung (5:1). Ini menunjukkan bahwa demi realisasi Kerajaan Surga, kita perlu pergi ke tempat yang lebih tinggi bersama-Nya. Pengumuman konstitusi Kerajaan Surga di atas gunung ini sangat bermakna. Laut melambangkan dunia yang telah dirusak oleh Iblis. Ketika kita ditangkap oleh Tuhan, kita berada di dunia yang telah dirusak oleh Iblis dan sedang berusaha mencari nafkah. Tetapi setelah Tuhan menangkap kita, Ia memimpin kita ke gunung yang tinggi, yang melambangkan Kerajaan Surga. Ini menunjukkan bahwa Kerajaan Surga bukan didirikan di tepi laut, tetapi di atas gunung. Dalam Alkitab gunung melambangkan kerajaan, khususnya Kerajaan Surga.

Tidak hanya demikian, dibawa naik ke atas gunung menunjukkan bahwa jika kita hendak mendengarkan pengumuman konstitusi Kerajaan Surga, kita tidak seharusnya berada pada dataran yang rendah, melainkan naik ke gunung yang tinggi. Untuk mendengarkan konstitusi ini kita harus berada pada dataran yang tinggi. Di tepi laut Tuhan berkata, “Ikutlah Aku.” Tetapi untuk mengumumkan konstitusi Kerajaan Surga, Ia membawa mereka ke puncak gu-nung. Mengikuti Tuhan mungkin agak mudah, tetapi mendengarkan konstitusi bagi berdirinya Kerajaan Surga menuntut kita naik ke puncak gunung yang tinggi.

Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 13

No comments:

Post a Comment