ABNORMAL
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church,
30
Maret 2014)
Apa Abnormal? Artinya sesuatu yang tidak normal, yang tidak biasanya.
Dalam serial ini, kita gunakan kata Abnormal untuk menggambarkan tentang
“MUJIZAT”.
Apa mujizat? CS Lewis menggambarkan mujizat sebagai berikut:
keterlibatan kekuatan supranatural, dalam konteks natural.
Intro: Normalnya: 1+1 = 2 atau 1-1 = 0. Tapi ketika kita membahas
tentang Abnormal, ternyata 1-1 belum tentu 0. Mujizat Tuhan dalam mencukupkan.
Ada beberapa persamaan antara orang Kristen dan orang bukan Kristen,
yaitu:
·
Kita
punya pikiran: punyaku vs punyamu.
·
Generosity
(kemurahan hati, suka membagi) bukan sesuatu yang alami / natural buat kita.
·
Kristen
/ bukan Kristen kita semua takut dengan 1 kata: KURANG. Karena KURANG
seakan-akan berbicara bahwa kita tidak sedang pegang kendali / control.
Tapi dengan Tuhan kita, 1+1 belum tentu hasilnya 2, 1-1 belum tentu 0.
Karena di kehidupan ini: 1 hari = 1000 tahun. 1000 tahun = 1 hari. Oleh sebab
itu, 1-1 belum tentu 0. Ceritanya dapat kita lihat di: 1 Raja-Raja 17:7-16. Sedikit background konteks: Baal – male god-nya orang-orang Sidon.
Menggambarkan matahari, yang memberi berkat, pertumbuhan, dll. Baal punya
pasangan, namanya Dewi Asyerah di mana mengijinkan kuil-kuil pelacuran.
Kemudian Tuhan hukum Israel dan sekitarnya dengan kekeringan.
Ketika berbicara mengenai “kekeringan”, ini benar-benar kering, sampai
semua orang kesusahan untuk makan. Bahkan istana pun mengalami kesusahan sampai
Kepala Istana harus menjelajah jauh cari mata air, cari rumput supaya
hewan-hewan mereka tidak dipotong dan dimakan
Dari perikop di atas, beberapa hal yang bisa kita pelajari:
1.
Penyediaan Tuhan bagi kehidupan kita
Dalam masa kekeringan Tuhan pelihara hidup Elia (cerita Elia di sungai
Kerith). 1Raja-Raja 17:4, “…burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk
memberi makan engkau di sana.” Tapi ini mujizat Tuhan dalam mencukupkan
kehidupan Elia. Saya yakin, Tuhan punya cara mujizatNya dalam mencukupkan
setiap kebutuhan kita.
Ayat
7, sungai menjadi kering, di sini artinya
ikut Tuhan belum
tentu bebas hambatan. Situasi sekitar bisa berdampak tapi jalan Tuhan membuat kita
tidak terkalahkan / terhentikan oleh situasi.
Pernah kepikir? Bagaimana
menemukan jandanya? Kalau Tuhan panggil, Dia akan tuntun kita jumpa koneksi
yang tepat, koneksi yang kita perlukan, orang-orang yang akan Tuhan pakai untuk
menyatakan karyanya dalam hidup kita.
Inilah penyediaan Tuhan bagi
hidup kita, menunjukkan kepada kita, apapun situasinya Dia Tuhan yang pegang
control atas semua situasi. Mau kering, mau limpah, mau badai, mau teduh… Dia
pegang control, Dia Tuhan di atas semua situasi.
2.
Ada keterlibatan kekuatan Supranatural dalam
konteks Natural – alias ada Mujizat
Ternyata
1-1 tidak selalu 0. Sisa tepung dalam tempayan, sisa minyak dalam buli-buli
untuk 1 kali makan. Diberikan kepada 1 orang hasilnya bukan 0, tapi hasilnya adalah
mujizat. Pencukupan Tuhan lebih dari yang dibayangkan. Mereka makan sampai masa
kekeringan selesai.
Ini perempuan yang hopeless. Di dalam 1 Raja-Raja 17:12b, 2
sampai 3 potong kayu artinya: ya sudah tidak ada lagi yang bisa dimasak. Semua
yang mereka punya untuk dimakan hanya tinggal yang terakhir. Tapi 1 hal yang
tersisa dari hidupnya: BELIEVE
(percaya). “Semua boleh tidak ada, tapi jangan sampai kehilangan 1 hal:
Percaya!” Yang kita butuhkan untuk lihat MUJIZAT hanya: percaya lagi, percaya
lagi, percaya bahwa mujizat itu ADA!
3.
Ada Mujizat dalam MEMBERI
Bisa Anda bayangkan, kalau
janda ini menolak untuk memberi? Ini normal sekali, berpikir 1-1=0. Karena
kesamaan kita Kristen atau tidak Kristen: punyaku vs punyamu. Kita tidak suka
1 kata: KURANG. Kurang = kita tidak pegang kendali, kita loosing
control. Bisa bayangkan kalau janda ini menolak? Dia punya PILIHAN. Tuhan
akan pakai janda lain untuk mengalami mujizatnya dan janda ini akan kelewatan
mujizat yang Tuhan sudah siapkan di depan dia karena janda tidak hanya 1 di
kota itu.
Tuhan tidak cari orang yang
sempurna, tapi Tuhan cari orang yang mau.
Need to know:
#
Burung
gagak itu di banyak negara merupakan ymbol kematian. Dalam budaya Israel waktu
itu, gagak symbol unclean (najis).
#
Sarfat,
Sidon termasuk Kafir.
No comments:
Post a Comment