Thursday, 10 April 2014

10 April 2014



Yohanes 5:15, “Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang- orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.” Orang yang lumpuh selama 38 tahun, ini bukan hal yang biasa? Tetapi Ia masih mempunyai pengharapan agar Tuhan Yesus melakukan mujizat-Nya! Apapun kondisi kelumpuhan kita, terus berharapan kepada-Nya, karena Ia sanggup melakukan mujizat itu bagi kita, Amin! Semangat mengalami mujizat-Nya.

Respon 1
Kamis, 10 April 2014. Bacaan: 1 Korintus 13:8-13. Setahun: 1 Samuel 28-31. Nats: Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa lidah akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. (1 Korintus 13:8). BAHASA HATI. Pasangan senior ini istimewa bagi saya. Sebut saja namanya Bapak Thomas dan Ibu Amanda.  Dalam usia 90-an, Pak Thomas telah sangat berkurang pendengarannya. Alat bantu dengar pun tak sepenuhnya menolong. Tak jarang reaksinya hanya tersenyum karena tak sepenuhnya paham akan perkataan orang. Atau, ia bereaksi menyimpang dari topik pembicaraan. Hanya ada satu orang yang dengannya ia ma-sih dapat berkomunikasi dengan tepat, yaitu Bu Amanda, istrinya. Kasih dan kebersamaan yang berlangsung sekian lama membuat mereka sanggup saling mengerti melampaui keterbatasan indra fisik. Di antara mereka berdua terjalin bahasa hati. Waktu memang dapat mengikis habis segala kemampuan kita berkomunikasi. Ketika seseorang menjadi tua, bahkan uzur, segalanya menjadi berubah. Jari tak lagi lincah bermain di atas papan ketik. Tangan gemetar. Bibir enggan berucap. Telinga tak lagi tajam mendengar. Otak lamban menangkap informasi. Bahkan ada yang disergap penyakit pikun. Mungkin kita bertanya,  bagaimana  orang-orang  seperti ini berkomunikasi dengan Tuhan? Syukurlah, komunikasi kita dengan Tuhan tidak bergan-tung pada alat-alat, baik indra kita maupun perlengkapan elektronik, melainkan pada kasih. Kasih melampaui segala media. Kasih mengerti desah napas, gerak jari, getar bibir, dan titik air mata. Kasih itu menembus segala batas. Kasih itu kekal. Bahkan ketika semua media komunikasi rusak, kasih tetap tinggal di hati. Menjadi bahasa hati. Menjadi bahasa yang abadi. --Pipi A Dhali. Menjadi tua bukanlah rintangan untuk mengasihi Tuhan sebab Dia mengenal bahasa hati.


Respon 2
Tuntutan tidak akan kenal kata cukup baik tetapi penerimaan karena kasih memberi kekuatan dan pengharapan. Yesus adalah sumber kasih itu, biar fokus hidup kita hanya pada Yesus. Ia (Kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharap-kan  segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:7).

Respon 3
Yohanes 5:1-17. Cerita tentang orang lumpuh selama 38 tahun di sembuhkan Tuhan. Karena lumpuh dia berharap ada yang menolongnya menjatuhkan dia dikolam Betesda saat airnya bergoncang supaya dia mengalami mujizat kesembuhan. Tapi tidak ada yang menolong-nya, dia lumpuh, tidak berdaya tapi dia tetap berharap selama 38 tahun. Tuhan Yesus melihat itu dan tanpa harus masuk ke kolam dia disembuhkan. Kayaknya cerita ini cocok dengan lagu kesukaanku “i'm holding on to You, I'm holding on to You, my help comes from You.” Ya pertolongan kita datangnya dari Tuhan, apapun persoalan hidup kita saat ini teruslah berharap pada Tuhan karena Dia Tuhan yang hidup, Tuhan yang tidak pernah terlelap, Tuhan yang tau hati kita dan Dia sanggup mengubah hidup kita semudah Dia membalik  telapak  tangan.  Orang lumpuh itu menunggu dan berharap selama 38 tahun dan dalam hitungan detik dia dapat berjalan. Ingatlah.. God is great, God is good. Dia sanggup memulihkan apapun yang dengan menjadi pergumulan kita. Tidak ada yang mustahil buat Dia. Amin.

No comments:

Post a Comment