Friday, 25 April 2014

25 April 2014



Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditim-pakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”. Seberapa besar kasih Allah kepada kita? Yesus merentangkan tangan-Nya & dipaku dikayu salib, Dia mati untuk   kita   &  bangkit  sehingga  oleh  bilur-

bilur-Nya kita menjadi sembuh itulah bukti kasih-Nya bagi kita semua! Dia mengasihi kita dengan kasih yang tak terukur, amin!

Respon 1
Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karena-nya! (Mazmur 118:24). Setiap pagi ketika kita bangun, kita menikmati hari yang baru, segar dan penuh dengan rakhmat Tuhan Itulah yang membuat kita bersorak-sorak dan bersuka cita. Have a blessed day!

Respon 2
Amin. Dia terlalu sangat mengasihi kita. Dari kemarin aku & Rita ada di Palangkaraya tempat dimana Tuhan mengatakan kasih, penyertaan & mujizat-Nya. Ini yang kami rasakan sampai kami kembali ke Surabaya tapi kasih, penyertaan & mujizat Tuhan tetap & terus ada buat kami. Hari lepas hari Dia mendemontrasikan  kuasa-Nya  buat kami sekeluarga. Thanks Jesus almighty God the real Lord & Father for my family. Amin.


Respon 3
Melihat Palangka aku jadi cengeng, ingin nangis terus. Aku mengingat semua kebaikan dan pemeliharaan Tuhan yang sempurna di keluargaku saat kami jatuh, kami terpuruk. Tapi seperti firman Tuhan, Dia tidak pernah membiarkan anak-Nya jatuh sampai tergeletak karena tangan-Nya yang menopang kami. Jika ingat waktu di Palangka dulu, aku melihat hidup yang abnormal. Uang habis, makan harus benar-benar berhikmat (1 ekor ayam bisa dimasak untuk berkali-kali masak), tidak punya siapa-siapa karena hidup diperantauan. Tapi penyertaan Tuhan luar biasa. Tidak pernah kekurangan suatu apapun, sehat, bahkan rumah tangga jadi lebih harmonis, aneh ya. Rasanya kalau inget dulu-dulu itu tidak masuk akal, biasanya kalau orang  yang  biasanya semuanya terpenuhi terus jadi tidak punya apa-apa itu kan pasti mengeluh, protes, putus asa, tukaran sama pasangan. Tapi yang kami alami tidak seperti itu. Itu semua bukan karena hebatnya kami, tapi semua karena Tuhan. Dia memberikan kepada kami sekeluarga damai sejahtera yang melampaui segala akal. Itu yang membuat kami bisa dan sanggup melewati smuanya. Sepertinya kami hidup sendiri, tapi Dia selalu ada menyertai dan memberi pertolongan. Sudah kalau diceritakan semua kepanjangan. Intinya Tuhan Yesus ajaib, Dia luar biasa, Dia dahsyat!

No comments:

Post a Comment