Tuesday, 29 April 2014

29 April 2014



Mazmur 121:1, “Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung- gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?” Ayat 2, “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” Setiap kita pasti pernah merasakan pertolongan Tuhan baik pertolongan kecil maupun pertolo-ngan besar, pertolongan Tuhan selalu ajaib bagi kita, disaat kita tidak mampu disitulah pertolongan / tangan Tuhan bekerja bagi kita, amin! Sudahkah kita minta pertolongan-Nya disaat kita tidak berdaya? Semangat untuk memiliki pengharapan pertolongan-Nya ajaib.


Respon 1
Selasa, 29 April 2014. Bacaan: Mazmur 51. Setahun: 1 Raja-Raja 19-20. Nats: Kasihani-lah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mazmur 51:3). DILANG BERJUALAN. Judul di samping tidak salah eja. Tulisan itu saya baca di papan kecil di depan sebuah toko. Bisa diduga, yang dimaksudkan tentunya dilarang berjualan. Namun, sampai beberapa lama kemudian, tulisan tersebut masih ada di sana. Tidak direvisi, tidak pula diganti dengan yang baru. Dibiarkan saja seperti itu. Daud telah berdosa, kemudian Tuhan mengutus Natan menegur-nya (2 Samuel: 11 & 12). Setelah Daud me-ngakui dosanya, Natan langsung menyatakan pengampunan Tuhan. Tersadar akan betapa besar kasih setia Tuhan, Daud mengungkap-kan pengakuan jujur seperti yang tertuang dalam Mazmur 51. Dalam pengakuannya itu, ia  tidak  berusaha  menyeret-nyeret Batsyeba untuk ikut menanggung kesalahan perzinahan dan pembunuhan yang telah terjadi. Ia menginsyafi bahwa hal itu merupakan dosa dan pelanggaran pribadinya terhadap Allah (Ayat 5 & 6), dan mengharapkan pembasuhan sempurna agar menjadi tahir kembali (Ayat 4, 9, & 12). Daud juga menyadari bahwa dosa-nya membuat ia terpisah dari Allah, maka ia merindukan pengampunan dan pemulihan dari Allah (Ayah 11-16). Dan, sebagai kurban persembahan, ia membawa jiwanya yang hancur serta hatinya yang patah dan remuk (Ayat 18-19). Saat tahu telah berbuat dosa, mungkin kita bersikap seperti penulis dilarang berjualan tadi. Sadar kalau salah, namun membiarkan saja. Sikap Daud mengundang kita untuk bertobat, berbalik kepada Allah. Di dalam Kristus, Dia telah menyediakan pengampunan dosa dan anugerah untuk hidup dalam kebenaran-Nya. – Sisilia Lilis. Dosa tidak akan terhapus dengan dibiarkan. Kita memerlukan pengampunan Allah untuk melenyapkannya.

Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 29 April 2014. KORBAN YANG SIA-SIA. Paskah baru saja kita peringati bersama. Esensi dari perayaan paskah adalah tentang korban, Allah ingin menunjukkan sebuah hukum kehidupan dalam diri anak-anak-Nya bahwa kehidupan kekristenan adalah didasari dari korban. Kalau kehidupan kekristenan kita tidak didasarkan pada korban maka dunia tidak akan bisa melihat terang Allah dalam hidup anak-anak-Nya, sebab dunia tidak pernah bisa mengerti hakekat pengorbanan Kristus. Tetapi ada 2 jenis korban, yaitu yang berdampak & sia-sia. Korban yang mempunyai dampak bahkan sampai kekal adalah korban yang dilakukan karena ketaatan kita kepada kehendak Tuhan, seperti yang Yesus & tokoh-tokoh alkitab yang benar telah ajarkan, namun jika kita mengikuti kehendak daging kita sendiri dalam berkorban, maka hal itu bisa menjadi sebuah korban   yang   sia-sia  belaka.  Maka  pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohon-kan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran.” Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. (1 Samuel 13:12-13). Mari kita belajar untuk benar-benar mengerti korban seperti apa yang berkenan & sesuai dengan hati Allah, jangan sampai menjadi seperti Saul atau Kain yang mempersembahkan korban yang sia-sia belaka, tetapi kita belajar taat kepada kehendak-Nya, bukan kehendak daging kita sendiri seperti yang Yesus teladankan dalam pergumulan-Nya di taman getsemani. Amin. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan  Kaupandang  hina,  ya  Allah. (Mazmur 51:17). Sebelum kita bisa mempersembahkan korban yang benar dihadapan Allah, korban hati yang hancur, bertobat & berbalik kepada-Nya adalah awal dari semuanya itu. Good morning. Have a true sacrifice life in Jesus Christ.

No comments:

Post a Comment