Mazmur 121:1, “Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke
gunung- gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?” Ayat 2, “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang
menjadikan langit dan bumi.” Setiap kita pasti pernah merasakan pertolongan
Tuhan baik pertolongan kecil maupun pertolo-ngan besar, pertolongan Tuhan
selalu ajaib bagi kita, disaat kita tidak mampu disitulah pertolongan / tangan
Tuhan bekerja bagi kita, amin! Sudahkah kita minta pertolongan-Nya disaat kita tidak
berdaya? Semangat untuk memiliki pengharapan pertolongan-Nya ajaib.
Respon 1
Selasa, 29 April
2014. Bacaan: Mazmur 51. Setahun: 1 Raja-Raja 19-20. Nats: Kasihani-lah aku, ya
Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang
besar! (Mazmur 51:3). DILANG BERJUALAN. Judul di samping tidak salah eja.
Tulisan itu saya baca di papan kecil di depan sebuah toko. Bisa diduga, yang
dimaksudkan tentunya dilarang berjualan. Namun, sampai beberapa lama kemudian,
tulisan tersebut masih ada di sana. Tidak direvisi, tidak pula diganti dengan
yang baru. Dibiarkan saja seperti itu. Daud telah berdosa, kemudian Tuhan
mengutus Natan menegur-nya (2 Samuel: 11 & 12). Setelah Daud me-ngakui
dosanya, Natan langsung menyatakan pengampunan Tuhan. Tersadar akan betapa
besar kasih setia Tuhan, Daud mengungkap-kan pengakuan jujur seperti yang
tertuang dalam Mazmur 51. Dalam pengakuannya itu, ia tidak berusaha menyeret-nyeret Batsyeba untuk ikut
menanggung kesalahan perzinahan dan pembunuhan yang telah terjadi. Ia menginsyafi
bahwa hal itu merupakan dosa dan pelanggaran pribadinya terhadap Allah (Ayat 5
& 6), dan mengharapkan pembasuhan sempurna agar menjadi tahir kembali (Ayat
4, 9, & 12). Daud juga menyadari bahwa dosa-nya membuat ia terpisah dari
Allah, maka ia merindukan pengampunan dan pemulihan dari Allah (Ayah 11-16). Dan,
sebagai kurban persembahan, ia membawa jiwanya yang hancur serta hatinya yang
patah dan remuk (Ayat 18-19). Saat tahu telah berbuat dosa, mungkin kita
bersikap seperti penulis dilarang berjualan tadi. Sadar kalau salah, namun
membiarkan saja. Sikap Daud mengundang kita untuk bertobat, berbalik kepada
Allah. Di dalam Kristus, Dia telah menyediakan pengampunan dosa dan anugerah
untuk hidup dalam kebenaran-Nya. – Sisilia Lilis. Dosa tidak akan terhapus
dengan dibiarkan. Kita memerlukan pengampunan Allah untuk melenyapkannya.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 29 April 2014. KORBAN YANG SIA-SIA.
Paskah baru saja kita peringati bersama. Esensi dari perayaan paskah adalah
tentang korban, Allah ingin menunjukkan sebuah hukum kehidupan dalam diri
anak-anak-Nya bahwa kehidupan kekristenan adalah didasari dari korban. Kalau
kehidupan kekristenan kita tidak didasarkan pada korban maka dunia tidak akan
bisa melihat terang Allah dalam hidup anak-anak-Nya, sebab dunia tidak pernah
bisa mengerti hakekat pengorbanan Kristus. Tetapi ada 2 jenis korban, yaitu yang
berdampak & sia-sia. Korban yang mempunyai dampak bahkan sampai kekal
adalah korban yang dilakukan karena ketaatan kita kepada kehendak Tuhan,
seperti yang Yesus & tokoh-tokoh alkitab yang benar telah ajarkan, namun
jika kita mengikuti kehendak daging kita sendiri dalam berkorban, maka hal itu
bisa menjadi sebuah korban yang sia-sia
belaka. Maka pikirku: Sebentar lagi orang
Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohon-kan belas
kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban
bakaran.” Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak
mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab
sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. (1
Samuel 13:12-13). Mari kita belajar untuk benar-benar mengerti korban seperti
apa yang berkenan & sesuai dengan hati Allah, jangan sampai menjadi seperti
Saul atau Kain yang mempersembahkan korban yang sia-sia belaka, tetapi kita
belajar taat kepada kehendak-Nya, bukan kehendak daging kita sendiri seperti yang
Yesus teladankan dalam pergumulan-Nya di taman getsemani. Amin. Korban
sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak
akan Kaupandang hina, ya Allah.
(Mazmur 51:17). Sebelum kita
bisa mempersembahkan korban yang benar dihadapan Allah, korban hati yang
hancur, bertobat & berbalik kepada-Nya adalah awal dari semuanya itu. Good
morning. Have a true sacrifice life in Jesus Christ.
No comments:
Post a Comment