Matius 6:8, “Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena
Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” Amin,
Bapa kita adalah Bapa yang ajaib. Kuasa-Nya tak tertandingi, tetapi amat nyata
bagi kita untuk menyadarinya. Kuasa-Nya memberi kita alasan untuk memuji nama-Nya.
Sudahkah kita percaya akan janji-janji-Nya? Jadikan Matius 6:8, Rhema bagi kita
yang masih ragu-ragu, alami sebagai mujizat-Nya bahwa Dia sangat tahu apa yang
menjadi kebutuhan kita, amin.
Respon 1
Matius 6:8, Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena
Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Dahsyat Tuhan perisaiku, Dahsyat Kau kemuliaanku, Dahsyat
Kau gunung batuku, Dahsyat berkat-Mu bagi hidupku. Dahsyat! Dia Tuhan yang
sanggup melakukan segala perkara, Dia Tuhan yang sanggup memulihkan segala
perkara, tidak ada yang tidak mungkin buat Tuhan. Dia Tuhan yang dahsyat! Apa yang
membuat kita takut? Apa yang membuat kita khawatir? Bukankah kita punya Tuhan yang
luar biasa? Dia tahu apa yang kita perlukan dan kita tidak akan pernah
kekurangan apapun. Sudah mengalami kan?
Respon 2
Terpujilah Tuhan
yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! Jiwa kita terluput
seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun
terluput! Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan
bumi. (Mazmur 124:6-8). Dalam segala masalah yang tersulit sekalipun ternyata
Tuhan tidak pernah menyerahkan kita untuk menjadi mangsa
kekalahan. Oleh sebab itu, jangan menyerah! Tetap semangat! Tetap percaya!
Respon 3
Syalom. Aku akan menunjukkan
kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah
membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. (Lukas
12:5). Selamat pagi Ibu Siu, selamat beraktivitas kiranya Tuhan selalu memberkati.
Respon 4
“Pujilah TUHAN, hai
malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melak-sanakan
firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.” (Mazmur 103:20). Tanpa
promosi diri tapi disebut pahlawan. Inilah yang dikerjakan Tuhan dalam diri kita,
kualitas pahlawan bukan sekedar pujian & pengakuan manusia atau sekedar
menjadi populer. Tuhan panggil kita
bukan menjadi populer tapi menjadi pahlawan, sekalipun pahlawan tanpa tanda
jasa, yaitu: mereka yang sering bekerja di belakang layar tapi tidak
mendapatkan sanjungan. Sering kita bahkan tidak menyadari bahwa orang belakang
layarlah pahlawan sejati, yang bekerja lebih keras untuk menampilkan orang
lain, bukan dirinya sendiri. Mungkin mereka memiliki pandangan yang berbeda,
atau melakukan hal yang sederhana, tapi melakukan hal yang benar, yang harus
dilakukan. Dalam Alkitab, kita temukan banyak pahlawan tanpa tanda jasa: kita
menganggap Musa & Yosua sebagai pahlawan iman, tapi bagaimana dengan Kaleb?
Bersama dengan Yosua, ia mengalami ejekan dari orang Israel saat mereka mengata-kan
kepada orang-orang Israel untuk tetap harus memasuki Tanah Perjanjian. Tapi pada
akhirnya, Kaleb lah yang berkata, bahwa apa yang difirmankan Tuhan lah yang pasti
akan terjadi (Yosua 14:12). Lalu dia pun mengambil apa yang menjadi
milik pusakanya. Pada awalnya, Andreas mengikuti Yohanes pem-baptis, yang
kemudian membawanya kepada Kristus. Bahkan, tiap kali kita membaca ten-tang Andreas
dalam Alkitab, ia selalu memba-wa seseorang kepada Yesus. Kita bisa menja-di Pahlawan, berdiri teguh
untuk menjadi con-toh sebagai pengikut Kristus yang sejati. Kita mungkin tidak
akan pernah menjadi terkenal, tapi bisa menjadi pahlawan bagi orang lain,
dengan tekun & setia, seiring sejalan, berjalan & terus berkarya
bersama Tuhan dalam ketaatan & penundukan kepada firman-Nya. Menjadi pahlawan
sejati bukan karena sanju-ngan manusia tapi karena memberi kesem-patan Tuhan berkarya
di dalam & melalui diri kita, sebagai pelaku firman Tuhan, menghi-dupi perkataan-Nya.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment