Monday, 14 April 2014

14 April 2014


Matius 6:8, “Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” Amin, Bapa kita adalah Bapa yang ajaib. Kuasa-Nya tak tertandingi, tetapi amat nyata bagi kita untuk menyadarinya. Kuasa-Nya memberi kita alasan untuk memuji nama-Nya. Sudahkah kita percaya akan janji-janji-Nya? Jadikan Matius 6:8, Rhema bagi kita yang masih ragu-ragu, alami sebagai mujizat-Nya bahwa Dia sangat tahu apa yang menjadi kebutuhan kita, amin.

Respon 1
Matius 6:8, Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.  Dahsyat  Tuhan perisaiku, Dahsyat Kau kemuliaanku, Dahsyat Kau gunung batuku, Dahsyat berkat-Mu bagi hidupku. Dahsyat! Dia Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara, Dia Tuhan yang sanggup memulihkan segala perkara, tidak ada yang tidak mungkin buat Tuhan. Dia Tuhan yang dahsyat! Apa yang membuat kita takut? Apa yang membuat kita khawatir? Bukankah kita punya Tuhan yang luar biasa? Dia tahu apa yang kita perlukan dan kita tidak akan pernah kekurangan apapun. Sudah mengalami kan?


Respon 2
Terpujilah Tuhan yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput! Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Mazmur 124:6-8). Dalam segala masalah yang tersulit sekalipun ternyata Tuhan  tidak  pernah menyerahkan kita untuk menjadi mangsa kekalahan. Oleh sebab itu, jangan menyerah! Tetap semangat! Tetap percaya!


Respon 3
Syalom. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. (Lukas 12:5). Selamat pagi Ibu Siu, selamat beraktivitas kiranya Tuhan selalu memberkati.

Respon 4
“Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melak-sanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.” (Mazmur 103:20). Tanpa promosi diri tapi disebut pahlawan. Inilah yang dikerjakan Tuhan dalam diri kita, kualitas pahlawan bukan sekedar pujian & pengakuan   manusia   atau   sekedar  menjadi populer. Tuhan panggil kita bukan menjadi populer tapi menjadi pahlawan, sekalipun pahlawan tanpa tanda jasa, yaitu: mereka yang sering bekerja di belakang layar tapi tidak mendapatkan sanjungan. Sering kita bahkan tidak menyadari bahwa orang belakang layarlah pahlawan sejati, yang bekerja lebih keras untuk menampilkan orang lain, bukan dirinya sendiri. Mungkin mereka memiliki pandangan yang berbeda, atau melakukan hal yang sederhana, tapi melakukan hal yang benar, yang harus dilakukan. Dalam Alkitab, kita temukan banyak pahlawan tanpa tanda jasa: kita menganggap Musa & Yosua sebagai pahlawan iman, tapi bagaimana dengan Kaleb? Bersama dengan Yosua, ia mengalami ejekan dari orang Israel saat mereka mengata-kan kepada orang-orang Israel untuk tetap harus memasuki Tanah Perjanjian. Tapi pada akhirnya, Kaleb lah yang berkata, bahwa apa yang difirmankan Tuhan lah yang pasti akan terjadi (Yosua 14:12). Lalu dia pun mengambil apa yang menjadi milik pusakanya. Pada awalnya, Andreas mengikuti Yohanes pem-baptis, yang kemudian membawanya kepada Kristus. Bahkan, tiap kali kita membaca ten-tang Andreas dalam Alkitab, ia selalu memba-wa seseorang kepada Yesus.  Kita bisa menja-di Pahlawan, berdiri teguh untuk menjadi con-toh sebagai pengikut Kristus yang sejati. Kita mungkin tidak akan pernah menjadi terkenal, tapi bisa menjadi pahlawan bagi orang lain, dengan tekun & setia, seiring sejalan, berjalan & terus berkarya bersama Tuhan dalam ketaatan & penundukan kepada firman-Nya. Menjadi pahlawan sejati bukan karena sanju-ngan manusia tapi karena memberi kesem-patan Tuhan berkarya di dalam & melalui diri kita, sebagai pelaku  firman Tuhan, menghi-dupi perkataan-Nya. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment